Jelajah Bromo Seharian, Ini Itinerary-nya!

Jelajah Bromo Seharian, Ini Itinerary-nya!

Gunung Bromo yang terletak di Jawa Timur menjadi salah satu destinasi unggulan pariwisata Indonesia. Lanskap unik, pemandangan cantik, dan tradisi lokal yang terpelihara menjadi magnet kuat untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Tak sedikit pula pecinta alam datang berkali-kali ke gunung setinggi 2.329 mdpl ini meski sedang pada level siaga.

Bagi kamu yang ingin melihat kemegahan Gunung Bromo dengan waktu terbatas, bukan hal mustahil untuk menjelajahi Bromo dan spot-spot menarik lain di sekitarnya hanya dalam waktu satu hari saja. Dibandingkan gunung-gunung lain, kawasan Gunung Bromo dapat dijangkau lebih mudah.

Kamu dapat menggunakan mobil jip sewaan yang menempuh waktu perjalanan sekitar 2 – 3 jam dari Malang. Meski medan yang ditempuh cukup menantang, perjalanan akan terbayarkan dengan suguhan alam yang menakjubkan. Supaya kamu dapat memaksimalkan waktu untuk menjelajahi Bromo secara puas, berikut itinerary objek wisata di Gunung Bromo yang harus kamu kunjungi:

03:30 06:00, melihat matahari terbit di berbagai spot terbaik

Melihat indahnya matahari terbit menjadi salah satu atraksi wisata utama yang ditawarkan Gunung Bromo. Untuk merasakan pengalaman ini, datanglah ke beberapa spot terbaik yang tersebar di kawasan Bromo sejak dini hari. Karena suhu udara yang sangat dingin, kamu disarankan untuk memakai jaket, syal, topi penutup telinga, dan sarung tangan agar tetap hangat.

Tempat terbaik untuk melihat pemandangan matahari terbit adalah Penanjakan yang memiliki tinggi 2.700 mdpl. Meski harus berjuang trekking ke view point ini, pemandangan golden sunrise berselimut kabut yang muncul di balik kegagahan Gunung Bromo akan membuat kamu terpana.

Saat cuaca cerah, siluet Gunung Batok dan Gunung Semeru pun dapat terlihat jelas. Tak heran, Penanjakan selalu penuh sesak oleh wisatawan saat musim liburan.

Jika ingin menikmati momen matahari terbit dengan suasana lebih sepi, Bukit Kingkong dan Bukit Mentigen bisa jadi lokasi alternatif. Meski tidak setinggi Penanjakan, kedua spot ini menawarkan pemandangan sunrise yang tak kalah cantik. Bahkan, kamu bisa melihat pemandangan magis yang ditawarkan Bukit Mentigen, yaitu lautan awan tipis di kaldera Gunung Bromo.

06:00 07:00, mengunjungi area Bukit Cinta dan Widodaren

Setelah puas memandangi pemandangan matahari terbit, kamu bisa langsung mengunjungi Bukit Cinta yang berada tak jauh dari Bukit Kingkong. Bukit Cinta tersohor karena lokasinya yang menawarkan pemandangan Gunung Bromo, Batok, Widodaren, dan Semeru dengan sensasi berbeda. Bukit ini juga selalu ramai dipadati wisatawan sebagai alternatif tempat berburu foto-foto yang instagramable.

Selain pemandangannya yang eksotis, Bukit Cinta juga menyuguhkan mitos yang menarik. Konon, Bukit Cinta merupakan tempat bertemunya sepasang kekasih Joko Seger dan Roro Anteng yang disebut sebagai nenek moyang suku Tengger. Maka itu, tempat ini dinilai romantis dan sering kali ditawarkan dalam paket wisata bulan madu Bromo.

Tak jauh dari Bukit Cinta, ada Widodaren atau lebih dikenal dengan nama Lembah Dinosaurus. Dari sini, kamu akan disuguhkan megahnya pemandangan perbukitan dan pegunungan yang mengelilingi Gunung Bromo. Selain itu, gunung ini memiliki gua yang dijadikan tempat ibadah masyarakat Tengger. Bahkan, di dalamnya terdapat sumber mata air yang dikeramatkan masyarakat untuk upacara ritual.

07:00 09:00, menjelajahi Kawah Bromo dan Pura Luhut Poten

Belum lengkap berkunjung ke Gunung Bromo tanpa melihat langsung kemegahan kawah Bromo dan Pura Luhur Poten. 2 destinasi ini menawarkan banyak spot foto yang menarik dengan beragam aktivitas seru untuk melengkapi pengalaman liburan kamu.

Meskipun harus menaiki ratusan anak tangga, semua perjuangan kamu untuk berfoto dengan latar Kawah Bromo tak akan sia-sia setelah disuguhkan pemandangan kaldera yang begitu memikat. Pastikan tetap selalu berhati-hati dan menjaga jarak aman dari kawah Gunung Bromo. Selain itu, jangan lupa persiapkan masker dan kacamata karena sebagai gunung berapi yang masih aktif, Bromo selalu melemparkan abu vulkanik dan gas belerang ke udara.

Setelah puas mengabadikan foto, cobalah melihat tradisi masyarakat sekitar secara dekat di Pura Luhur Poten yang indah dan sakral. Tempat ibadah warga suku Tengger ini terletak di lautan pasir yang berada tak jauh dari tangga penanjakan ke kawah Bromo.

Bagi masyarakat Tengger, Gunung Bromo dipercaya sebagai gunung yang suci. Pada perayaan hari-hari besar, pura menjadi pusat segala macam ritual. Salah satunya adalah upacara Yadnya Kasada, ritual menaruh sesaji di kawah Gunung Bromo setiap tanggal 14 bulan Kasada dalam penanggalan Jawa kuno. Wisatawan dapat menyaksikannya, sehingga tak jarang momen ini menjadi periode puncak kunjungan di Bromo.

09:00 10:00, berfoto di Pasir Berbisik, Sabana, dan Bukit Teletubbies

Menjelang siang hari, turunlah dari kawah atau bukit untuk mengunjungi Pasir Berbisik dan Bukit Teletubbies yang terkenal dengan padang sabananya. Selain namanya yang unik, tempat-tempat tersebut juga sangat indah untuk dijadikan latar fotografi. Tak heran, ketiganya selalu menjadi tujuan favorit wisatawan untuk menikmati sisi lain Gunung Bromo.

Pasir Berbisik terletak di sebelah timur kaki Gunung Bromo. Semula area ini hanyalah padang pasir yang luas tanpa nama. Namun, sejak dijadikan lokasi syuting film “Pasir Berbisik” pada 2001, lokasi ini kemudian dikenal dengan nama sebutan Pasir Berbisik.

Meskipun terkenal karena film, nama Pasir Berbisik sebenarnya terinspirasi dari suara pasir yang ditimbulkan oleh butiran-butiran pasir terbang tertiup angin menyerupai orang sedang berbisik. Suara tersebut dapat kamu dengar jelas jika mengunjungi Gunung Bromo saat musim kemarau.

Jalan kaki selama 15 menit ke arah selatan, kamu akan mendapati Bukit Teletubbies. Bukit ini memiliki hamparan padang sabana yang luas dan hijau layaknya bukit yang ada dalam serial TV anak berjudul “Teletubbies”. Menariknya lagi, kamu pun bisa mencoba beragam kegiatan seru mulai dari hunting foto, menunggang kuda, berkemah, dan permainan outbond. Benar-benar puas!

10:00 11:00, sempatkan melihat keindahan Air Terjun Coban Pelangi

Ada baiknya mengunjungi Air terjun Coban Pelangi setelah puas menjelajahi kawasan Bromo. Di sini, kamu akan dimanjakan dengan suasana alam yang asri dan udara segar sehingga cocok dijadikan tempat peristirahatan sebelum kembali ke penginapan. Rintikan air terjun yang jatuh dari ketinggian 30 meter di sini memunculkan efek pelangi yang tak akan rugi untuk kamu saksikan.

Air Terjun Coban Pelangi berada di Desa Gubuk Klakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Lokasinya mudah diakses karena berada di jalur arah menuju Gunung Bromo. Namun, untuk menuju dasar air terjun, kamu harus berjalan kaki melewati jalur menurun setapak selama kurang lebih 15 menit.

Meskipun dengan waktu liburan singkat, kamu tetap bisa puas menjelajahi keindahan Gunung Bromo. Pengalaman liburan kamu pun semakin sempurna karena itinerary di atas memastikan tak akan ada momen yang terlewatkan.

Selain merencanakan sendiri, kamu juga bisa memesan paket tur selama 1 hari di Bromo di Traveloka Xperience agar lebih mudah dan terencana. Yuk, segera rencanakan perjalanan kamu agar dapat menikmati keindahan dan keseruan Bromo secara langsung!

0 Shares
Share
Pin
Share
Tweet
+1