Inilah Alasan Mengapa Naik Pesawat Lebih Hemat Dibanding Kereta dan Bus

Inilah Alasan Mengapa Naik Pesawat Lebih Hemat Dibanding Kereta dan Bus

Kita ingin menghemat biaya liburan. Tapi jika yang kamu lakukan adalah memilih transportasi paling lambat karena tarifnya murah, kamu hanya menambah beban liburan.

Banyak yang anggap tarif pesawat lebih mahal dari naik kereta/bus, padahal faktanya tidak selalu begitu. Jika yang kamu inginkan dari traveling adalah pengalaman maksimal tanpa mesti mengeluarkan biaya lebih, maka naik pesawat solusinya.

Tidak percaya? Mari kita buktikan mengapa traveling naik pesawat lebih hemat dibanding lewat jalur darat.

Biaya naik pesawat lebih murah untuk menuju pelosok, misalnya ke Derawan

Menuju Kepulauan Derawan lebih murah dan cepat dengan maskapai Kalstar Aviation.

Menuju Kepulauan Derawan lebih murah dan cepat dengan maskapai Kalstar Aviation. (sumber: flickr.com/photos/volanthevist)

Dengan jangkauan rute hingga pelosok Indonesia, adanya pesawat memungkinkan kita traveling ke daerah yang lebih jauh dalam waktu singkat dan murah.

Contohnya, maskapai Kalstar Aviation yang berdiri sejak tahun 2000. Berkat Kalstar, hanya butuh sekitar Rp500.000 saja dari Balikpapan ke Berau (Kepulauan Derawan), ditempuh selama satu jam.

Bandingkan jika menggunakan jalur darat, Balikpapan-Berau berjarak sekitar 563 km, butuh waktu berkendara lebih dari 12 jam. Dengan perkiraan, biaya bensin saja sudah sekitar Rp400.000 belum termasuk supir, biaya konsumsi dan lain-lain.

Naik pesawat menghemat waktu perjalanan, yang lebih baik dihabiskan di tempat wisata

Rela meninggalkan tempat ini karena diburu-buru jadwal kereta/bus?

Rela meninggalkan tempat ini karena diburu-buru jadwal kereta/bus? (sumber: findofondi.wordpress.com)

Waktu adalah uang. Prinsip tersebut berlaku saat kita traveling. Oleh karena itu, itinerary perlu dibuat untuk memaksimalkan waktu yang kita punya selama traveling.

Bayangkan pengalaman apa saja yang bisa kita dapatkan jika kita dapat menukar, misalnya 8 jam perjalanan di kereta dengan 8 jam di kota Jogja? 

Jika menemukan waktu kosong untuk traveling saja sulit, apakah masih rela membuang waktu di perjalanan hanya demi menekan biaya?

Karena tidak lama di jalan, kita jadi punya lebih banyak pengalaman di tempat tujuan

Traveler sejati tidak sekedar singgah di tempat wisata tetapi juga berteman dengan sekitarnya.

Traveler sejati tidak sekedar singgah di tempat wisata tetapi juga berteman dengan sekitarnya. (sumber: thebeachlovesme.blogspotcom)

Pengalaman berharga tidak bisa diganti dengan uang. Semakin banyak waktu kita habiskan di tempat wisata, semakin banyak pengalaman yang dapat kita ceritakan. Pada destinasi wisata yang jauh dari tempat kita tinggal, waktu adalah kemewahan yang hanya bisa kita dapatkan dengan naik pesawat.

Katanya ingin mencari pengalaman baru dengan traveling? Kalau iya, mulailah mengubah pola pikir dan cara kita traveling. Dimulai dengan menghabiskan lebih banyak waktu di destinasinya dan bercengkerama dengan kearifan lokal yang ada.

Baca juga: 5 Kebiasaan Yang Tidak Dilakukan Traveler Sejati 

Hiburan gratis: Mulai dari konser dadakan sampai ketemu orang penting

Coboy Junior secara tiba-tiba membuat konser mini saat perjalanan Jakarta-Balikpapan.

Coboy Junior secara tiba-tiba membuat konser mini saat perjalanan Jakarta-Balikpapan. (sumber: tribunnews.com)

Banyak kejadian unik yang terjadi di dunia penerbangan. Misalnya, saat ada penumpang yang melamar kekasihnya di penerbangan Citilink rute Jakarta-Denpasar dan saat Coboy Junior tiba-tiba membuat konser mini di atas penerbangan Sriwijaya Air rute Jakarta-Balikpapan.

Tak hanya terjadi di Indonesia. Contohnya pramugari di Cebu Pacific, maskapai asal Philippines, menjelaskan prosedur keamanan sebelum terbang dengan cara berdansa.

Yang paling gila adalah saat Richard Branson, pimpinan maskapai Virgin Atlantic asal Inggris, berpura-pura menjadi pramugari di maskapai AirAsia rute Perth-Kuala Lumpur.

Naik pesawat lebih aman dan ada ganti rugi jika terjadi kehilangan bagasi

Berkendara memiliki risiko kecelakaan lebih besar dibanding naik pesawat.

Berkendara memiliki risiko kecelakaan lebih besar dibanding naik pesawat. (sumber: iberita.com)

Pesawat jauh lebih aman dibanding kendaraan lainnya. Menurut KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) di tahun 2014, rasio kecelakaan mobil/motor sebesar 5% sedangkan pesawat terbang hanya 0,76% saja. 

Tidak hanya keselamatan jiwa, tapi juga barang berharga lebih aman dengan naik pesawat. Menurut peraturan Menteri Perhubungan no.77 tahun 2011, jika barang di bagasi pesawat hilang maka maskapai dapat dikenakan biaya ganti rugi mencapai 4 juta rupiah per penumpang. Berbeda jika kita naik bus/kereta yang tidak menjamin keamanan barang bawaan penumpang. Tapi jangan lupa, tiket kereta api tetap bisa dipesan di situs resmi Traveloka juga, ya!

0 Shares
Share
Pin
Share
Tweet
+1