10 Tempat Paling Indah di Dunia yang Wajib Masuk Bucket List

10 Tempat Paling Indah di Dunia yang Wajib Masuk Bucket List

Dari sekian benua dan negara di dunia, ada begitu banyak lokasi yang menawarkan keindahan alam. Mulai dari deretan pegunungan, samudera biru, hingga suasana cantik perkotaan tentu dapat kamu temui di berbagai belahan dunia. Kali ini, Traveloka merangkum beberapa tempat paling indah di dunia yang layak masuk daftar teratas destinasi traveling kamu.

Baik ingin bersantai di pantai, melakukan hiking, hingga berjelajah kota, kesepuluh destinasi berikut mampu memenuhi keinginan liburan kamu. Selain menyuguhkan pemandangan indah, tempat-tempat berikut tentu akan menambah pengalaman serta pengetahuanmu. Yuk, cari tahu 10 lokasinya!

Oia, Santorini, Yunani

(Sumber: Shutterstock)

Pernah melihat foto berupa rumah-rumah bernuansa putih dan biru di tebing pinggir laut? Itulah Oia, sebuah desa kecil di Pulau Santorini, Kepulauan Kyklades, Yunani. Bangunan-bangunan putih tersebut tampak kontras dengan air laut yang berwarna biru jernih.

Hanya berjarak sekitar 11 km dari Fira, ibu kota Santorini, Oia memiliki suasana yang jauh lebih tenang dan nyaman. Cukup dengan berjalan-jalan di desa, kamu sudah bisa merasakan suasana nyaman khas kota ini. Di sini, kamu juga bisa mengunjungi toko-toko yang menjual berbagai karya seni warga lokal.

Di Oia wisatawan akan mulai ramai menjelang momen brunch, sedang puncak keramaian terjadi saat matahari terbenam sekitar pukul 20:30. Tak sedikit pula wisatawan dari kota lain yang khusus mengunjungi Oia untuk menikmati suasana sunset.

Torres del Paine National Park, Chili

(Sumber: Shutterstock)

Di Chili, terdapat sebuah taman nasional bernama Torres del Paine di kawasan Patagonia. Ada banyak objek alam yang bisa kamu temukan di sini, mulai dari pegunungan, danau, sungai, hingga gletser. Taman Nasional Torres del Paine telah disahkan sebagai cagar alam oleh UNESCO dan masuk sebagai keajaiban dunia kedelapan pada 2013.

Dengan luas mencapai 227.298 hektar, taman nasional ini terdiri dari beberapa area. Area utama yang wajib kamu kunjungi adalah tiga pilar granit yang berdiri setinggi 2.800 meter. Pilar granit tersebut diapit oleh puncak Paine Grande (2.050 meter) dan puncak tajam dari sedimen hitam yang dikenal sebagai Los Cuernos (the Horns).

Di area lain, terdapat keindahan pegunungan yang puncaknya tertutup salju. Tak ketinggalan barisan pohon cemara yang mengelilingi taman nasional ini. Kabarnya, Taman Nasional Torres del Paine juga menjadi habitat dari sekitar 106 jenis burung yang beberapa di antaranya terancam punah seperti coscoroba swan dan darwin-nandu.

Appenzell, Swiss

(Sumber: @wikimedia.org)

Sejauh mata memandang, di Appenzell hanya terlihat bukit, pepohonan, dan pegunungan berwarna hijau. Suasana yang begitu sejuk dan asri membuat siapa pun yang datang ke sini merasa tenang dan nyaman. Selain keindahan alamnya, Appenzell juga dikenal sebagai daerah yang selalu menjunjung budaya dan tradisi lokal.

Di sini, kamu bisa melakukan pendakian bersama wisatawan lain untuk melihat keindahan Appenzell. Bagi yang kurang suka hiking, tenang saja karena ada cable cars yang siap membawamu naik dan turun pegunungan untuk bisa ikut menikmati pemandangan Appenzell dari ketinggian.

Tidak hanya daerah perbukitan, kawasan kota di Appenzell juga sangat menarik untuk dikunjungi. Ada banyak destinasi yang bisa kamu jelajahi, mulai dari galeri seni hingga toko produk-produk kulit yang memungkinkan kamu untuk melihat proses pembuatannya secara langsung.

Machu Picchu, Peru

(Sumber: wikimedia.org)

Dulunya, Machu Picchu merupakan kompleks pemukiman keluarga Raja Pachacuti selama tahun 1438 – 1472. Mengusung gaya arsitektur Inka Kuno, bangunan Machu Picchu dibuat dengan batu tembok berpelitur. Seiring berjalannya waktu, Machu Picchu mulai ditinggalkan para penghuninya dan “ditemukan kembali” pada 1911 oleh seorang arkeolog dari Universitas Yale Hiram Bingham III.

Sejak 1983, Machu Picchu resmi menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO dan masuk sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia pada 2007. Terletak di wilayah pegunungan pada ketinggian sekitar 2.350 mdpl, Machu Picchu seolah menjadi sebuah negeri di atas awan. Area ini dikelilingi pegunungan yang memberikan pemandangan eksotis.

Tak jauh dari Machu Picchu, terdapat sebuah objek wisata yang tak kalah menakjubkan, yakni kolam garam yang berada di kawasan Maras. Jaraknya hanya sekitar 1 jam perjalanan naik motor dari Cusco, pos awal sebelum menuju Machu Picchu. Di sini, kamu bisa mengetahui cara pembuatan garam secara tradisional.

Bora Bora, Polinesia Prancis

(Sumber: wikimedia.org)

Bora Bora tergabung dalam Negara Kepulauan Polinesia Prancis, sebuah kepulauan di tengah Samudera Pasifik yang dikelilingi laguna dan batu karang. Menariknya, batu karang tersebut juga berfungsi sebagai pelindung kepulauan dari hantaman gelombang.

Di Bora Bora, terdapat dua gunung yang memiliki ketinggian hampir sama, yakni Gunung Otemanu dan Gunung Pahia setinggi kurang lebih 728 mdpl. Pemandangan gunung inilah yang akan menemani kamu saat asyik berenang atau snorkeling di Laut Bora Bora yang sangat jernih. Saat sore hari, duduklah di tepi pantai untuk menikmati pemandangan sunset yang begitu cantik.

Selain itu, kamu juga bisa menjelajahi berbagai situs sejarah peninggalan Perang Dunia II. Tersedia pula sejumlah galeri seni dan toko yang menjual berbagai suvenir khas Bora Bora, salah satunya adalah perhiasan yang terbuat dari mutiara berwarna hitam.

Fiordland National Park, New Zealand

(Sumber: wikimedia.org)

Daya tarik utama dari Taman Nasional Fiordland di New Zealand adalah fyord, lembah berupa lelehan gletser dan membentuk huruf “U” yang terisi air laut. Di sepanjang sisi fyord, air terjun tak henti-hentinya jatuh sehingga menciptakan pemandangan yang akan membuat kamu takjub.

Salah satu aktivitas favorit yang banyak dilakukan wisatawan di Taman Nasional Fiordland adalah hiking. Ada beberapa jalur yang biasa ditempuh, yakni Milford Track (memerlukan waktu tempuh lima hari), Kepler Track (jalur melingkar yang bisa ditempuh selama empat hari), dan Routeburn yang melintasi Taman Nasional Mount Aspiring (membutuhkan waktu tempuh tiga hari).

Asyiknya, ada beberapa fyord yang bisa kamu eksplor menggunakan kayak seperti danau di Te Anau dan Manapouri. Beberapa wisatawan bahkan melakukan snorkeling atau diving untuk menyaksikan keindahan bawah lautnya.

Zhangye Danxia Geopark, China

(Sumber: wikimedia.org)

Zhangye Danxia Geopark menyimpan fenomena alam yang akan membuat kamu kagum. Membentang sepanjang lereng utara Gunung Qilian di China bagian barat, Zhangye Danxia Geopark menyajikan lipatan gunung berwarna-warni menyerupai pelangi. Area seluas 322 km persegi ini juga ada dalam daftar Top 10 Geographical Winders of the World versi National Geographic.

Struktur geologi perbukitan pelangi ini terbentuk dari batuan pasir dan batuan kapur yang mengendap dan saling menumpuk selama berjuta-juta tahun. Sementara itu, warna-warni perbukitan berasal dari endapan air tanah dan trace mineral yang mengalir di sela-sela pasir dan menjadi padat saat tak ada lagi celah yang bisa dilewati.

Karena terjadi perubahan iklim yang mengikis lapisan teratas bebatuan tersebut, lapisan di bawahnya pun terpapar berbagai mineral dan zat kimia sehingga memunculkan variasi warna-warni yang indah. Tenang saja, di sini tersedia jalur pejalan kaki sehingga kamu tak perlu repot mendaki untuk menikmati keindahan alam.

Valle de Cocora, Colombia

(Sumber: wikimedia.org)

Di Valle de Cocora, kamu akan disambut dengan deretan pohon palem yang sangat tinggi bernama Quindio Wax Palm. Pohon-pohon tersebut tumbuh di atas perbukitan yang asri dengan latar belakang pegunungan. Area Valle de Cocora juga telah diresmikan oleh pemerintah Colombia pada 1985 sebagai taman yang dilindungi. Tujuannya untuk melindungi Quindio Wax Palm agar tidak punah.

Dengan tingginya yang bisa mencapai 60 meter, Quindio Wax Palm disebut sebagai pohon palem tertinggi di dunia. Pohon palem ini pula yang menjadi atraksi utama dari Valle de Cocora. Meski begitu, masih ada flora lain yang bisa kamu temukan seperti Puya, Frailejone, dan Pino Romeron.

Selain untuk bersantai, orang-orang yang datang ke Valle de Cocora juga bisa melakukan trekking. Jika malas berjalan, kamu tetap bisa berkeliling area dengan menaiki kuda.

Boracay, Filipina

(Sumber: Shutterstock)

Boracay merupakan sebuah pulau yang berjarak sekitar 215 km dari selatan Kota Manila. Seluruh pantai yang ada di Pulau Boracay memiliki pasir putih yang bersih. Dipadukan dengan air laut berwarna biru jernih, hal tersebut akan menciptakan sebuah pemandangan yang kontras dan eksotis. Kamu bahkan bisa melihat terumbu karang di dalam laut dengan jelas.

Ada beberapa pantai di Boracay dengan pusatnya yang berada di White Beach. Di pantai inilah para wisatawan biasanya berkumpul sambil bersantai. Saat malam hari, White Beach akan semakin ramai dengan berbagai pertunjukan musik yang seru.

Kalau kamu ingin mencari sedikit ketenangan, mampir saja sejenak ke Pantai Bulabog. Pantai ini punya pasir yang lebih putih dengan suasana lebih tenang karena jauh dari keramaian. Kamu bisa snorkeling, mencoba kiteboarding, atau sekadar bersantai di bawah pohon kelapa.

Gunung Bromo, Indonesia

(Sumber: pexels.com)

Keindahan Bromo memang sudah terdengar hingga mancanegara. Dengan pemandangan sunrise yang menakjubkan dan kondisi alam sekitar yang begitu cantik, tak heran jika Bromo termasuk sebagai salah satu tempat paling indah di dunia.

Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan di sini. Biasanya, wisatawan mengikuti Bromo Tengger Semeru Adventure agar bisa menjelajahi seluruh area Bromo. Selain itu, ada Puncak B29 yang menjadi tempat paling strategis untuk menangkap keindahan lanskap alam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Puncak ini juga dijuluki “Negeri di Atas Awan” karena pada pagi hari, kawasan lembah sekitar puncak tertutup kabut tebal.

Tak ketinggalan, perbukitan hijau luas dan indah yang terkenal dengan nama Bukit Teletubbies wajib kamu datangi. Nama tersebut digunakan karena lanskap bukit yang berupa sabana tampak mirip seperti rumah Teletubbies (salah satu karakter kartun anak-anak). Sebaiknya, datanglah saat Januari April ketika padang rumput sedang hijau-hijaunya.

***

Keindahan dunia memang tidak ada habisnya untuk dijelajahi. Apabila kamu memiliki waktu, tenaga, dan bujet lebih, tidak ada salahnya berlibur ke tempat-tempat paling indah di dunia tersebut. Walaupun tabungan akan terkuras, usai berlibur pastinya kamu semakin “kaya” dengan berbagai pengalaman berkesan yang didapatkan. Selamat berlibur dan penuhi semua bucket list kamu!

9 Shares
Share9
Pin
Share
Tweet
+1