Gunung Sibuatan, Panorama Tertinggi di Sumatera Utara

Gunung Sibuatan, Panorama Tertinggi di Sumatera Utara

Sebagai salah satu provinsi yang banyak dikunjungi wisatawan, Sumatera Utara jelas memiliki pesona alam yang beragam. Mulai dari danau, bukit, hingga gunung bisa kamu temukan dengan mudah. Salah satu yang tak boleh dilewatkan adalah Gunung Sibuaten (Gunung Sibuatan) yang memegang predikat gunung tertinggi di Sumatera Utara, yaitu 2.457 mdpl.  

Mulanya, Gunung Sinabung merupakan pemegang predikat gunung tertinggi, yakni 2.460 mdpl. Namun, karena mengalami beberapa kali erupsi di tahun 2010 – 2016, ketinggian Gunung Sinabung pun berubah menjadi 2.451 mdpl. Karenanya, Gunung Sibuatan resmi menjadi gunung dengan puncak tertinggi yang aman untuk didaki.

Aktifnya Gunung Sinabung membuat para pendaki mencari destinasi lainnya, seperti Gunung Sibuatan. Lama-kelamaan, gunung ini pun menjadi tujuan favorit baru di kalangan pencinta alam. Tak hanya dikenal dengan julukan tertinggi, Gunung Sibuatan juga menawarkan beragam keunikan lainnya. Yuk, simak apa saja yang wajib kamu ketahui sebelum mendaki gunung satu ini!

Lokasi dan akses menuju Gunung Sibuatan

Gunung Sibuatan berada di Kabupaten Karo, wilayah yang sama dengan Gunung Sinabung dan Gunung Sibanyak. Gunung ini juga masuk ke empat kecamatan, yaitu Kecamatan Merek, Tiga Panah, Munte, dan Juhar.

Akses kendaraan

(Sumber: @jokoguntoro)

Titik kumpul utama untuk menuju Gunung Sibuatan adalah Kota Medan. Dari pusat kota, kamu bisa naik bus atau angkot di Simpang Pos Padang Bulan menuju Sidikalang, Kabupaten Dairi. Pilihan lainnya, ada bus antarkota rute Medan Berastagi/Kabanjahe yang tersedia di Terminal Terpadu Amplas.

Perjalanan dari jalur Simpang Pos biasanya memakan waktu sekitar 3 jam sampai tiba di Desa Nagalingga, Kecamatan Merek, Karo. Jika berangkat dari Terminal Terpadu Amplas, kamu bisa turun di Terminal Kabanjahe untuk melanjutkan perjalanan dengan moda transportasi setempat menuju Desa Nagalingga. Dari Desa Nagalingga, kamu hanya perlu menyusuri jalur Pedati untuk sampai di Pintu Rimba Deleng Sibuaten.

Jalur pendakian

(SumbeR: @asmaadventure)

Kondisi hutan di Gunung Sibuatan yang masih lebat dan padat membuat pendakian terasa cukup menantang. Para pendaki disarankan menggunakan sepatu bot karena trek masih dipenuhi dengan lumpur yang tebal (konon, bisa mencapai setinggi lutut jika curah hujan sedang tinggi). Akar-akar pohon besar yang melintang pun akan kerap kamu temui di jalur pendakian.

Jalur pendakian Gunung Sibuatan bermula dari Pintu Rimba Deleng Sibuaten. Pendakian biasanya memakan waktu 7 9 jam dengan total 5 titik shelter sebelum mencapai puncak. Berikut adalah rute yang bisa kamu gunakan:

  • Shelter 1 = Perjalanan dari Pintu Rimba sampai ke Shelter 1 memakan waktu sekitar 30 menit. Pemandangan akan didominasi oleh pepohonan besar sebagaimana hutan di kaki gunung pada umumnya.
  • Shelter 2 = Jarak dari Shelter 1 ke Shelter 2 kurang lebih 45 menit berjalan kaki. Pada rute ini, pepohonan sudah semakin lebat. Kamu pun akan menemui banyak lumut tebal beraneka bentuk yang menjadi ciri khas Gunung Sibuatan.
  • Shelter 3 = Perjalanan untuk mencapai shelter ini dari titik sebelumnya akan memakan waktu kurang lebih 3 jam. Selain memakan waktu yang cukup panjang, jalur ini juga diketahui cukup berat. Pengunjung disarankan untuk memakai jas hujan karena embun sudah mulai muncul di kawasan ini. Shelter 3 juga menjadi lokasi yang tepat untuk beristirahat.  
  • Shelter 4 =  Jalur pendakian dari Shelter 3 ke Shelter 4 terbilang paling berat. Waktu pendakian memang hanya memakan 1 jam, namun kondisi perjalanan sangat menantang. Sepanjang perjalanan, kamu akan menghadapi medan berlumpur dengan ketebalan mencapai 30 50 cm serta suhu yang semakin dingin.
  • Shelter 5 = Untuk mencapai Shelter 5, kamu perlu menempuh perjalanan sekitar 1 jam. Medan daki pun semakin terjal sehingga pendaki harus memiliki tumpuan agar tubuh tetap seimbang. Shelter 5 juga bisa dijadikan lokasi berkemah bagi yang ingin bermalam untuk melihat matahari terbit keesokan harinya. Dari sini, puncak bisa dicapai dengan perjalanan sekitar 1 jam.

Keistimewaan Gunung Sibuatan

Meski dikenal memiliki jalur yang menantang, Gunung Sibuatan juga memiliki beragam pesona keindahan yang akan membayar jerih payahmu. Agar tidak semakin penasaran, simak beberapa keunggulan yang dimiliki Gunung Sibuatan berikut ini:

Hutan Lumut

(Sumber: @arman.poetra)

Gunung Sibuatan menjadi rumah bagi berbagai flora langka di Indonesia. Mulai dari kantong semar, jamur, anggrek, bahkan lumut bisa kamu temukan di sini. Meski dikenal sebagai tumbuhan pengganggu, lumut di sini justru menjadi daya tarik utama. Selain jarang ditemukan di gunung lainnya, padatnya vegetasi lumut di sini juga mampu menghasilkan bentuk-bentuk yang unik.

Tingginya kelembapan udara dan masih sedikitnya eksplorasi hutan di kawasan Gunung Sibuatan juga memicu pertumbuhan lumut. Kamu akan menemukan hutan lumut ini saat sudah memasuki ketinggian 2.000 mdpl.

Puncak Pilar

(Sumber: @explorewisatasumut)

Puncak Pilar adalah puncak utama Gunung Sibuatan. Untuk mencapai puncak ini, pendaki memerlukan waktu sekitar 45 60 menit perjalanan dari Shelter 5. Nantinya, kamu akan menemukan sebuah tugu beton setinggi 1,5 meter bertuliskan “SEC Triang No. 191” yang menjadi penanda Puncak Pilar.

Pemandangan di Puncak Pilar adalah salah satu panorama terbaik yang akan memanjakan matamu. Dari puncak ini, kamu akan dibuat kagum oleh panorama Danau Toba, Pulau Samosir, Kota Berastagi, Gunung Sibayak, Gunung Barus, Pantai Barat Sumatera, Gunung Sinabung, Taman Nasional Gunung Leuser, hingga Kota Kabanjahe.

Aktivitas seru di Gunung Sibuatan

Gunung Sibuatan siap memanjakan pencinta alam dengan berbagai aktivitas seru. Tiga hal utama yang wajib kamu nikmati di sini adalah:

Berkemah di Tugu Satya

(Sumber: @david.pakpahann)

Biasanya, para pendaki akan berkemah di Gunung Sibuatan sebelum menuju Puncak Pilar. Mereka akan berkemah di Tugu Satya (area perkemahan di Shelter 5) pada malam hari, sehingga besoknya dapat mengejar matahari terbit di Puncak Pilar.

Di Tugu Satya, pendaki dapat beristirahat sembari menikmati pemandangan alam yang cantik. Sambil duduk di depan tenda dan menyeruput kopi hangat, kamu dapat menghibur matamu dengan keindahan Danau Toba dari ketinggian. Pemandangan tersebut semakin menarik saat bersanding dengan panorama Bukit Gundul atau Bukit Sipiso-piso dari kejauhan.

Menikmati sunrise dan sunset di atas awan

(SUmber: @zulfahmy_tj)

Pemandangan matahari terbit dan terbenam di Gunung Sibuatan adalah salah satu yang terbaik. Kamu wajib menyaksikan fenomena alam ini di Puncak Pilar apabila cuaca sedang mendukung. Untuk menyaksikan keindahan matahari terbit, kamu harus berdiri di Puncak Timur. Dari ketinggian, kamu seolah sedang menyaksikan momen sunrise dan sunset di atas awan karena banyaknya gumpalan awan saat cuaca cerah.

Pemandangan matahari terbit di sana tampak sempurna dengan latar belakang Danau Toba dan Pulau Samosir. Sementara itu, keindahan matahari terbenam dapat kamu nikmati di Puncak Barat, lengkap dengan latar belakang Gunung Sinabung dan Taman Nasional Gunung Leuser.

Peraturan wajib di Gunung Sibuatan

Gunung Sibuatan terkenal sebagai salah satu kawasan gunung yang memiliki peraturan ketat bagi pengunjung. Saat ini, gunung dikelola oleh komunitas Generasi Muda Pelestari (Gempari). Peraturan dibuat agar kelestarian lingkungan Gunung Sibuatan tetap terjaga. Ini dia beberapa peraturan yang wajib kamu ketahui dan taati:

Registrasi pendakian

Demi keamanan, seluruh pengunjung diwajibkan untuk melapor terlebih dahulu di pos registrasi. Selain memberikan identitas pribadi, kamu juga perlu meninggalkan kontak keluarga atau orang terdekat. Dengan begitu, pengelola bisa lebih mudah bertindak saat terjadi sesuatu denganmu dan rombongan.

Petugas juga akan menanyakan pengalaman kamu dalam hal pendakian, serta berapa lama akan menginap di Gunung Sibuatan. Bagi yang baru pertama kali mendaki gunung, kamu wajib memakai jasa ranger (pemandu). Saat registrasi, kamu juga harus membayar biaya retribusi pendakian sebesar Rp10.000 per orang.

Jam operasional pendakian

(Sumber: @kawanpetualangmedan)

Di Gunung Sibuatan, kamu tak bisa melakukan pendakian setiap saat. Pengelola hanya memberi izin pendakian pada pukul 06:00 – 13:00. Jika datang lewat dari waktu tersebut, kamu akan diminta untuk menunggu hingga besok pagi. Untuk menunggu, kamu boleh bermalam di pos registrasi atau berkemah di area dekat Pintu Rimba.

Waktu pendakian pun harus disesuaikan dengan data laporan yang kamu berikan saat registrasi. Apabila kamu berencana hanya menginap dua hari di gunung, maka di hari kedua kamu harus turun. Jika tidak, tim dari Gempari akan datang menjemputmu.

Pencatatan logistik pendaki

Saat registrasi, tim Gempari juga akan memeriksa barang bawaanmu. Di sini, semua barang bawaan, terutama logistik (peralatan dan makanan) akan dicatat lengkap hingga jumlahnya. Pencatatan ini untuk mengetahui apakah logistik kamu mampu mendukung waktu pendakian yang direncanakan. Jika logistik dianggap kurang, maka kamu harus melengkapinya terlebih dahulu untuk mendapatkan izin pendakian.

Ketatnya peraturan kebersihan

Pencatatan logistik sebelumnya juga dilakukan untuk mengetahui potensi jumlah sampah yang akan dihasilkan pendaki. Menariknya, barang bawaan pendaki akan diperiksa kembali setibanya di pos registrasi. Mereka akan memeriksa apakah sampah yang kamu bawa turun sudah sesuai dengan jumlah pencatatan saat registrasi.

Jika ketahuan meninggalkan sampah, maka kamu akan didenda Rp500.000 atau kerja bakti membersihkan kawasan Desa Nagalingga. Cukup menarik, bukan? Peraturan ini pun bisa melatih sikap peduli pengunjung terhadap lingkungan!

Itulah berbagai informasi penting yang wajib kamu ketahui sebelum mendaki Gunung Sibuatan. Jangan sampai ada informasi yang terlewatkan agar pendakianmu di gunung tertinggi Sumatera Utara ini tetap seru, aman, dan menyenangkan. Ayo, segera rencanakan perjalananmu bersama kerabat dekat untuk jelajahi Gunung Sibuatan!

0 Shares
Share
Pin
Share
Tweet
+1