Gunung Pangrango, Objek Wisata Alam Memukau di Tiga Kabupaten

Gunung Pangrango, Objek Wisata Alam Memukau di Tiga Kabupaten

Gunung Pangrango adalah gunung berapi yang tingginya mencapai 2.958 mdpl. Letaknya yang tak jauh dari Jakarta membuat banyak warga ibu kota mendaki Gunung Pangrango saat akhir pekan. Apalagi, gunung yang masuk di kawasan Taman Nasional Gunung Pangrango ini menyimpan banyak keindahan alam yang memukau.

Jika kamu ingin menaklukkan Puncak Pangrango, berikut adalah informasi yang berguna untuk rencana pendakian:

Keistimewaan Gunung Pangrango

Keindahan alam yang masih terjaga di Gunung Pangrango menjadi daya tarik utama bagi para pendaki. Ada banyak objek wisata menarik di sepanjang jalur menuju puncak yang bisa kamu temukan. Inilah beberapa objek alam istimewa yang akan kamu temukan di Gunung Pangrango:

Telaga Biru yang cantik

(Sumber: @darisarch)

Telaga Biru adalah sebuah danau kecil yang indah dan dikelilingi hutan rimbun. Daya tarik Telaga Biru adalah air danau yang seringkali terlihat kebiruan saat terkena paparan sinar matahari. Namun, warna air terkadang dapat berubah menjadi cokelat atau hijau tergantung pertumbuhan alga di dalamnya.

Telaga Biru akan kamu jumpai ketika melakukan pendakian lewat jalur Cibodas dengan ketinggian 1.575 mdpl. Di sini, kamu dapat menikmati keindahan dan keheningan Telaga Biru sembari ditemani suara burung-burung yang berkicau. Telaga ini juga sering dimanfaatkan pendaki sebagai pos istirahat.

Air terjun dan sumber air panas

(Sumber: @satutendacom)

Tak jauh dari Telaga Warna, kamu akan menemukan Curug Cibeureum yang terletak di kaki Gunung Pangrango. Air terjun di ketinggian 1.620 mdpl ini sudah sangat populer di kalangan pendaki lokal. Airnya yang jernih, udara yang segar, dan pemandangan yang asri membuat banyak pendaki betah berlama-lama di Curug Cibeureum.

Selain air terjun, terdapat pula sumber air panas yang sering dimanfaatkan para pendaki untuk mandi. Pos air panas yang berada di ketinggian 2.171 mdpl ini berasal dari kawah Gunung Pangrango. Hawa dingin di kawasan gunung membuat banyak pendaki mencoba hangatkan tubuh dengan cara merendam kaki di sumber air panas ini.

Alun-alun Surya Kencana dengan hamparan edelweiss

(Sumber: @bayuhidayatt5)

Bagi penyuka edelweiss, Alun-alun Surya Kencana adalah tempat terbaik untuk kamu melihat bunga yang cantik ini. Sejauh mata memandang, hamparan edelweiss yang tumbuh subur menjadi daya tarik bagi para pendaki untuk berfoto. Datanglah ke sini sekitar Juni – Agustus untuk melihat edelweiss bermekaran dengan sempurna.

Lembah Mandalawangi

(Sumber: @vertical.adventurer)

Selain Alun-alun Surya Kencana, Gunung Pangrango memiliki padang bunga edelweiss lain, yaitu Lembah Mandalawangi. Terletak tak jauh dari puncak Gunung Pangrango, keindahan dan ketenangan alam di Lembah Mandalawangi inilah yang menarik hati Soe Hok Gie pada zaman dulu. Kekaguman Soe Hok Gie membuat ia menuliskan puisi berjudul “Mandalawangi – Pangrango”.

Keindahan Lembah Mandalawangi memang pantas digambarkan dalam puisi. Dari Lembah Mandalawangi, kamu dapat melihat Gunung Salak dan Gunung Halimun saat cuaca cerah. Lembah ini pun memiliki pemandangan matahari terbenam yang sangat cantik.

Lokasi dan akses menuju Gunung Pangrango

Gunung Gede Pangrango berlokasi di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Bogor, Cianjur, dan Sukabumi. Sementara untuk akses, Gunung Pangrango dapat dilalui lewat jalur Gunung Putri, Cibodas, dan Selabintana. Namun, hanya jalur pendakian via Gunung Putri dan Cibodas yang paling ramai dipilih pendaki untuk menuju puncak Gunung Pangrango.

Via Gunung Putri

Jalur pendakian Gunung Pangrango via Gunung Putri terkenal sulit. Meskipun begitu, jalur ini memiliki kelebihan berupa adanya Alun-alun Surya Kencana dengan bunga edelweiss yang indah. Perkiraan waktu pendakian pun cenderung singkat, yaitu sekitar 6 jam.

Perjalanan diawali dengan trekking melewati perkebunan warga menuju Legok Leunca. Teruskan perjalananmu sampai tiba di Pos Legok Leunca setelah satu jam perjalanan. Di sini, kamu bisa beristirahat sebelum menuju Pos Buntut Lutung. Perjalanan menuju Pos Buntut Lutung butuh waktu sekitar 2 jam. Jalur yang menanjak akan menguras stamina dan konsentrasi para pendaki.

Ambillah waktu istirahat jika memang dibutuhkan. Sebab setelah itu, kamu harus melalui medan berat berupa jalan tanjakan di dalam hutan rimbun untuk bisa sampai di pos selanjutnya, yaitu Lawang Sekateng. Jalur trekking pun berupa tanah dengan banyak akar pohon besar. Oleh karena itu, pastikan kamu hati-hati agar tidak tersandung akar pohon tersebut.

Medan trekking yang menanjak akan terus kamu jumpai hingga di Pos Simpang Maleber. Tak jauh dari pos ini, kamu akan segera sampai di Alun-alun Surya Kencana. Pemandangan alam terbaik dari pendakian Gunung Pangrango via Gunung Putri berupa padang sabana yang di sekitarnya terdapat hamparan bunga edelweiss dan rerumputan yang menyejukkan mata. Para pendaki pun bisa mendirikan tenda di sini.

Jalur naik via Cibodas

(Sumber: @fajarahmad007)

Perkiraan waktu pendakian Gunung Pangrango adalah sekitar 8 jam. Jalur ini merupakan jalur paling favorit di kalangan pendaki karena akses yang dekat dengan Jakarta. Selain itu, di sepanjang jalur Cibodas, kamu bisa menjumpai beberapa objek wisata seperti Telaga Biru, Curug Cibeureum, serta sumber mata air untuk keperluan logistik saat pendakian.

Perjalanan pendakian Gunung Pangrango melalui base camp Cibodas dimulai dari pintu gerbang Kebun Raya Cibodas. Tak jauh dari pintu gerbang, kamu akan kamu menemukan pos pendaftaran Gunung Pangrango yang berada di dalam Kantor Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNMPP). Setelah melapor dan melakukan registrasi ulang, perjalanan menuju puncak Gunung Pangrango bisa segera dimulai.

Jalur awal pendakian adalah jalan setapak berbatu yang dibuat rapi dengan melewati hutan rimbun. Selama melalui jalur ini, kamu akan berpapasan dengan wisatawan yang ingin menuju objek wisata Telaga Biru dan Curug Cibeureum. Setelah keluar dari hutan dan berjalan sekitar 40 menit dari gerbang pos awal, sampailah kamu di Telaga Biru.

Puas menikmati keindahan Telaga Biru, lanjutkan perjalanan kamu menuju Rawa Panyangcangan. Jika ingin melihat Curug Cibeureum, kamu dapat berbelok ke kanan dari pos ini. Sementara itu, untuk menuju puncak kamu harus belok ke arah kiri melewati Rawa Denok 1.

Rute pendakian menuju Rawa Denok 1 masih cukup mudah. Namun saat masuk area Rawa Denok 2, rintangan sesungguhnya akan kamu hadapi. Kamu akan melewati jalur bebatuan yang menanjak dan menyusuri beberapa rawa melalui jalan seperti jembatan untuk memudahkan pendakian.

Perjalanan dari Rawa Denok 2 dilanjutkan menuju Pos Batu Kukus 1, Batu Kukus 2, dan Batu Kukus 3. Jarak antar Pos Batu Kukus tidak terlalu jauh dengan melewati jalur bebatuan dan tanjakan. Dari Batu Kukus 3, jalur perjalanan akan kembali menanjak hingga sampai di Pondok Pemandangan. Pos ini berada dekat dengan aliran sungai, sehingga bisa kamu mengisi botol minum yang sudah habis di tengah perjalanan.

Hanya berjalan sekitar 10 menit dari Pondok Pemandangan, kamu akan tiba di Pos Air Panas. Pos ini merupakan sumber air panas yang berasal dari Gunung Gede. Setelah tiba di Pos Air Panas, kamu akan lanjutkan trekking yang cukup ekstrem dengan berjalan di atas sungai air panas dan hanya berpegangan pada seutas tali agar tidak jatuh ke jurang. Hindari menginjak bebatuan agar tidak terpeleset.

Destinasi selanjutnya adalah Kandang Batu. Pos pendakian yang paling terkenal di kalangan pendaki ini merupakan area berkemah karena berupa tanah datar yang dapat menampung banyak tenda. Uniknya, kamu akan menjumpai banyaknya bongkahan batu yang berasal dari luapan Gunung Pangrango.

Terakhir, kamu akan menemui Pos Kandang Badak. Sama seperti Kandang Batu, Kandang Badak juga menjadi area berkemah favorit para pendaki. Daya tarik lainnya adalah adanya sumber air bersih yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan memasak dan minum. Namun, sebelum kamu tiba di Kandang Badak pastikan singgah di air terjun kecil yang cantik bernama Panca Weuleuh.

Dari Kandang Badak, terdapat persimpangan jalan. Kamu harus belok ke kanan untuk menuju Puncak Pangrango. Sementara itu, jika belok ke kiri kamu akan menemukan Puncak Gede.

Fasilitas dan akomodasi di Gunung Pangrango

(Sumber: @theater_adventure)

Di base camp Gunung Putri dan Cibodas, belum tersedia fasilitas penunjang untuk para pendaki. Base camp hanya digunakan untuk tempat mengurus SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi) sebelum pendaki melakukan trekking. Meskipun begitu, jalur pendakian di Gunung Putri dan Cibodas sudah layak dilalui. Papan petunjuk arah yang jelas dan memudahkan para pendaki juga telah dipasang di sejumlah titik jalur pendakian.

Harga tiket masuk dan jam operasional

(Sumber: @peri_ade_somantri)

Setiap pendaki yang akan menaklukkan Gunung Pangrango wajib daftar online terlebih dulu. Adapun kuota pendaki setiap hari adalah 600 orang per hari dengan perkiraan 300 orang masuk dari pintu Cibodas, 200 orang melalui Gunung Putri, dan 100 orang masuk dari pintu Selabintana. Antisipasi ini dilakukan untuk mencegah kerusakan di area taman nasional dan mewaspadai terjadinya kecelakaan saat dalam aktivitas mendaki.

Selain itu, para pendaki juga harus membayar tiket masuk, yakni untuk hari biasa sebesar Rp27.500 per orang dan Rp32.500 per orang untuk akhir pekan. Harga tersebut sudah termasuk biaya asuransi, retribusi pendakian, dan tiket masuk Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Dengan mendaki Gunung Pangrango, lengkap sudah semua yang diinginkan seorang pendaki. Pemandangan alam yang indah, objek wisata yang menarik, hingga trek yang cukup menantang bisa ditemukan di gunung ini. Lantas, apa lagi  yang membuat kamu menunda rencana mendaki Gunung Pangrango? Yuk,  ajak teman-temanmu untuk mendaki dan menikmati pesona Gunung Pangrango!

12 Shares
Share12
Pin
Share
Tweet
+1