Liburan ke Solo, Kamu Wajib Lakukan 5 Aktivitas Menarik Ini

Liburan ke Solo, Kamu Wajib Lakukan 5 Aktivitas Menarik Ini

Liburan ke Solo, Kamu Wajib Lakukan 5 Aktivitas Menarik Ini

 

Menurut saya, Solo adalah kota yang bisa membuat siapa pun jatuh cinta pada semua yang ada di dalamnya. Kota yang tenteram, masyarakat yang ramah, ragam batik, kuliner khas, serta berbagai peninggalan sejarah yang sarat sejarah mampu menarik perhatian para wisatawan untuk berkunjung ke Solo.

Berbicara tentang Solo, ada banyak aktivitas menarik yang bisa kamu jelajahi saat berwisata ke kota yang juga disebut Surakarta ini. Dan kalau ingin menginap, kamu juga bisa menggunakan promo hotel dari Traveloka. Penasaran dengan aktivitas apa saja yang bisa kamu lakukan di Solo? Berikut rangkumannya:

Mengintip kediaman dua raja

Sama halnya dengan Yogyakarta, sebagai bekas wilayah Mataram, Surakarta juga memiliki kerajaan yang berdiri hingga Indonesia merdeka. Hanya saja, Kota Solo memiliki dua pimpinan, yaitu Praja Mangkunegaran dan Kasunanan Surakarta. Meski keduanya merupakan pecahan Mataram, Praja Mangkunegaran sendiri adalah kerajaan otonom yang tidak memiliki otoritas sebesar Kasunanan maupun Kasultanan Yogyakarta. Mangkunegaran berpusat di Puri Mangkunegaran, sedangkan Kasunanan Surakarta memiliki kompleks keraton, masjid agung, dan dua alun-alun kembar di daerah Pasar Kliwon.

Di Puri Mangkunegaran, kamu bisa mengenal sejarah keluarga para raja dan bekas peninggalannya. Di sini, terdapat berbagai alat musik gamelan, perhiasan, koleksi perabot, suvenir kerajaan dari berbagai negara, juga koleksi lainnya. Berpindah ke Keraton Kasunanan, kamu bisa menjelajahi kompleks keraton yang wilayahnya cukup luas. Kamu bisa melihat keseharian Abdi Dalem, melihat berbagai koleksi museum dan benda pusaka milik kerajaan, serta berbagai macam kereta kencana para raja.

Mendatangi berbagai museum

Sebagai kota yang kental dengan kebudayaan Jawa dan keraton, Solo identik dengan berbagai produk budaya yang diwarisi masyarakat setempat secara turun-temurun, salah satunya adalah batik. Untuk mengenal lebih jauh mengenai kain warisan budaya nusantara yang diakui oleh UNESCO ini, kamu dapat mengunjungi Museum Batik Danar Hadi yang berada di Jalan Brigjen Slamet Riyadi No. 261. Di museum ini,  tersimpan ribuan kain batik dengan corak dan motif berbeda dari berbagai daerah di Indonesia.

Untuk menambah pengetahuan, para pemandu wisata akan menjelaskan kisah setiap koleksi yang ada di sana kepada pengunjung. Setelah berkeliling, kamu pun bisa mampir ke galeri mereka untuk membeli batik yang sudah dijadikan baju, gaun, tas, sarung, taplak, dan perabot rumah tangga rancangan Batik Danar Hadi.

Berpindah ke museum di sebelahnya, kamu bisa mengunjungi Museum Radya Pustaka. Museum yang dibangun pada masa pemerintahan Pakubuwono IX ini merupakan museum tertua kedua di Indonesia. Di museum ini, kamu bisa menemui berbagai macam arca, wayang, naskah kuno, serta berbagai benda pusaka adat bekas peninggalan masa lalu.

Mengunjungi taman hiburan rakyat

Tak hanya museum, terdapat juga Taman Sriwedari yang menjadi tempat keramaian warga Solo sejak era Pakubuwono X. Kamu bisa mengunjungi taman ini di Jalan Brigjend Slamet Riyadi No. 275, hanya sekitar tiga menit berjalan kaki dari Museum Radya Pustaka. Di Taman Sriwedari, terdapat beberapa pertunjukan yang bisa kamu nikmati, seperti pasar malam, bazar, juga pertunjukan wayang orang.

Sementara itu, di halaman depan Sriwedari, sering terdapat bus tingkat Werkudara yang bisa digunakan wisatawan untuk berkeliling Kota Solo. Untuk merasakan pengalaman menaiki bus tingkat ini, kamu harus melakukan pemesanan tiket minimal satu hari sebelum pemberangkatan di Kantor Dishub Pemkot Solo di Jalan Menteri Supeno (Manahan).

Menyantap hidangan di warung selat

Salah satu tempat makan yang pas untuk mengisi perut lapar setelah berkeliling di Kota Solo adalah warung selat. Tempat makan ini menjual menu hidangan Jawa percampuran Eropa yang menjadi makanan favorit para ningrat di masa lalu, seperti sop matahari, bistik Jawa, galantin, dan selat.

Selat adalah sajian yang terdiri dari daging dengan kuah campuran cuka, kecap manis, kecap inggris, mayones, dan mustard. Umumnya, satu porsi selat disajikan bersama telur rebus dan sayuran lengkap,  seperti wortel, selada, buncis, dan kentang. Oleh karena itu, masakan ini dinamakan selat yang mengacu pada salad, hidangan sehat dari Eropa yang terdiri dari sayuran segar dan disiram saus mayones.

Warung selat yang menjadi tempat favorit saya adalah Warung Selat Mbak Lies. Meski berada di dalam gang permukiman warga, Warung Selat Mbak Lies adalah tempat makan yang paling sering dikunjungi publik figur dan pejabat di Indonesia yang sedang mampir ke Kota Solo. Selain menjual hidangan Jawa percampuran Eropa dengan harga murah, Warung Selat Mbak Lies juga menawarkan suasana tempat makan yang teduh dan tenteram. Sambil menikmati makanan, saya pun memandangi berbagai pajangan yang dihias secara menarik di sana.

Mencari barang antik di Pasar Triwindu

Berada di pusat kota, Pasar Triwindu merupakan pasar loak barang antik terkenal di kalangan wisatawan lokal, bahkan mancanegara. Bagi yang hendak berburu benda koleksi atau sekadar membeli cenderamata dari kota ini, Pasar Triwindu bisa menjadi tempat yang tepat untuk kamu kunjungi.

Pasar ini menjual berbagai barang antik, mulai dari wayang, keris, uang lama, dan pajangan berupa lukisan. Selain itu, ada pula bekas perabot rumah tangga masyarakat pada era penjajahan Hindia Belanda seperti piring, setrika arang, gramofon, dan sepeda yang bisa kamu beli di sini.

Sebelum membeli barang antik apa pun, perhatikan secara detail mengenai benda yang dijual oleh pedagang. Pastikan barang yang dijual merupakan koleksi asli agar kamu tidak tertipu. Kamu pun bisa melakukan tawar-menawar harga dengan para pedagang.

Mencari kuliner malam di Galabo

Setiap malam hari, kawasan di ujung Jalan Mayor Sunaryo, tepatnya di depan Pusat Grosir Solo dekat gerbang keraton akan ditutup. Kawasan tersebut akan diisi dengan deretan meja, bangku, dan tikar lesehan, lalu langsung dipenuhi para wisatawan dan warga Solo yang hendak mencari makanan. Kawasan kuliner ini dikenal dengan nama Galabo, singkatan dari Gladag, Langen, Bogan. Di jalan yang ditutup sepanjang 500 meter ini, tersedia puluhan kios dan tenda yang menjual berbagai jenis makanan termasuk kuliner khas Kota Solo, seperti gudeg ceker Margoyudan, sate kere, nasi liwet, dan masih banyak lagi.

Salah satu menu favorit para wisatawan maupun masyarakat di kota ini adalah sate buntel dan tengkleng Pasar Klewer. Sate buntel adalah sejenis sate daging kambing cincang yang dibungkus lemak kambing dan dibakar dengan bumbu kecap manis, sedangkan tengkleng adalah semacam gulai tulang, daging, dan jeroan kambing yang dimasak tanpa santan. Tempat ini cocok bagi kamu yang ingin menikmati suasana malam Kota Solo dengan iringan live music sembari menyantap makanan khas.

0 Shares
Share
Pin
Share
Tweet
+1