11 Tempat Makan di Solo yang Paling Legendaris

11 Tempat Makan di Solo yang Paling Legendaris

Solo terkenal sebagai salah satu kota wisata di Jawa Tengah bukan hanya karena budayanya, tetapi juga keragaman kuliner yang begitu lezat. Mulai dari masakan tradisional, modern, hingga camilan lezat bisa kamu temukan di sini.

Nah, dari banyaknya tempat makan di Solo, beberapa di antaranya ternyata sangat legendaris karena sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu. Begitu pun cita rasanya yang tak perlu kamu ragukan lagi. Penasaran, kan? Cek daftarnya di bawah ini!

1. Timlo Sastro

timlo solo
Photo Credit: @waosansurokarto (Instagram)

Sekilas, timlo memang terlihat seperti sup karena sama-sama berkuah kaldu bening. Namun, timlo memiliki isian yang berbeda yakni hati, ampela, daging ayam, telur pindang, serta sosis Solo. Agar terasa lebih nikmat, seporsi timlo biasanya disajikan dengan nasi putih hangat, sambal, dan perasan jeruk nipis.

Di Solo, timlo yang kelezatannya sudah terkenal legendaris adalah Timlo Sastro. Lokasinya berada di kawasan perempatan Jalan Pasar Gede. Setiap harinya, warung yang kabarnya sudah berdiri sejak 1952 ini buka pukul 06:00 15:30. Kamu bisa mencicipi satu porsi Timlo Sastro hanya dengan mengeluarkan biaya kurang lebih Rp25.000.

2. Soto Gading Solo

soto gading solo
Photo Credit: @soloculinary (Instagram)

Bagi yang sedang berada di sekitar Keraton Kasunanan Surakarta, sempatkan untuk mampir ke Soto Gading Solo di sebelah selatan keraton, tepatnya di Jalan Brigjen Sudiarto No 75, Pasar Kliwon. Berdiri sejak 1874, hingga kini Soto Gading Solo masih menjadi salah satu kuliner favorit warga Solo karena cita rasanya yang sedap.

Hanya dengan mengeluarkan uang sekitar Rp10.000 per orang, kamu sudah bisa mendapatkan seporsi Soto Gading Solo yang berisi nasi putih, mi sohun, kentang, dan suwiran daging ayam. Tak ketinggalan, siraman kuah bening yang membuat soto semakin segar. Kalau mau, kamu juga bisa memesan tambahan lauk seperti tahu, tempe, hati, ampela, hingga sosis Solo.

3. Tengkleng Klewer Bu Edi

tengkleng solo
Photo Credit: @artwienda (Instagram)

Sedang jalan-jalan di Pasar Klewer Solo dan mendadak merasa lapar? Kamu bisa langsung mampir ke Tengkleng Bu Edi yang mendirikan tenda berwarna biru di kawasan gapura pasar. Tengkleng adalah kuliner sejenis gulai berisi tulang kambing dengan kuah yang cenderung encer. Menariknya, warung yang sudah buka kurang lebih 40 tahun yang lalu kini dikelola oleh generasi keempat keluarganya.

Ada pula daya tarik lain yang membuat Tengkleng Bu Edi selalu diburu wisatawan, yakni cara penyajiannya yang menggunakan daun pisang sehingga memberikan cita rasa khas. Jika tertarik mencoba, kamu bisa datang setiap hari mulai pukul 12:30. Tenang saja, satu porsinya dijual dengan harga kurang lebih Rp25.000 saja. Sangat terjangkau, bukan?

4. Sate Buntel Bu Bejo

sate buntel solo
Photo Credit: @yoyok1001 (Instagram)

Di kawasan Lojiwetan, kamu bisa menemukan kuliner Sate Buntel Bu Bejo yang sudah berjualan kurang lebih 40 tahun lalu. Bahkan, kabarnya kuliner satu ini juga menjadi langganan keluarga Presiden Jokowi sejak beliau masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.

Sate buntel adalah sate daging kambing cincang yang dibungkus dengan lemak kambing, dililit (dibuntel) pada lidi, lalu dibakar. Satu porsinya dijual sekitar Rp40.000. Biasanya, para pengunjung menikmati sate buntel dengan seporsi gulai kambing yang dibanderol dengan harga kurang lebih Rp25.000. Tertarik makan di sini? Setiap harinya kamu bisa datang setiap pukul 07:30 17:00, ya!

5. Gladag Langen Bogan

wisata kuliner solo
Photo Credit: @lucky_pras (Instagram)

Disebut juga dengan Galabo, Gladag Langen Bogan adalah sebuah sentra kuliner yang berlokasi di Jalan Mayor Sunaryo, persis di depan Pusat Grosir Solo. Berbagai menu kuliner khas Solo bisa kamu temukan di sini, di antaranya  tengkleng, wedang ronde, dan sate kere.

Asyiknya lagi, Gladag Langen Bogan juga dilengkapi dengan fasilitas internet gratis dari pemerintah kota. Setiap harinya, sentra kuliner ini buka pukul 17:00 24:00, jadi kamu bisa makan sekalian nongkrong sampai malam.

6. Selat Solo Mbak Lies

selat solo
Photo Credit: @akmalibnu (Instagram)

Sebetulnya ada cukup banyak penjual selat Solo yang bisa kamu temukan di kota ini. Namun, salah satu yang menjadi favorit banyak orang adalah Selat Solo Mbak Lies di Jalan Veteran, Gang Yudistira II No 42. Tempat makan satu ini bahkan sudah buka sejak 1987, lho! Cita rasa masakan yang lezat membuat orang-orang tak bosan datang ke sini.

Nah, ada dua jenis menu selat yang disajikan di Selat Solo Mbak Lies yaitu Selat Galatin dan Selat Bistik. Seporsi Selat Galatin terdiri dari potongan rolade daging, telur pindang, selada dan buncis rebus, kentang goreng, serta acar bawang. Tak ketinggalan, siraman kuah yang segar dan gurih. Sajian sama pada Selat Bistik, hanya saja menu ini disajikan dengan irisan daging sapi, bukan rolade.

7. Tahu Kupat Solihin

kupat tahu
Photo Credit: @sbykulinerinfo (Instagram)

Tempat makan di Solo yang menjual tahu kupat ini sebenarnya bernama Warung Sido Mampir. Namun karena lokasinya berdekatan dengan Masjid Solihin, akhirnya para pengunjung justru menyebutnya dengan Tahu Kupat Solihin.

Tahu kupat yang disajikan di sini memang terkenal sangat enak. Satu porsi tahu kupat terdiri dari potongan tahu goreng, bakwan, mi kuning, kol, dan kacang yang disiram dengan kuah kecap. Tak ketinggalan, kerupuk gendar yang terbuat dari nasi sebagai pelengkap. Nah, kamu bisa langsung datang ke Jalan Gajah Mada 95 jika tertarik mencicipi Tahu Kupat Solihin ini.

8. Brambang Asem Yu Sum

brambang solo
Photo Credit: @solodelicious (Instagram)

Kuliner satu ini mungkin masih terdengar asing di telinga kamu. Brambang asem memang sudah jarang ditemui di Solo, tapi kamu masih bisa mencobanya dengan datang ke Brambang Asem Yu Sum di Pasar Gede pada pukul 07:00 14:00.

Bagi yang belum tahu, brambang asem adalah daun ubi yang dicampur dengan sambal asam Jawa sehingga menghasilkan rasa manis dan pedas. Sebagai pendamping, brambang asem juga disajikan dengan tempe gembos yang dimasak bacem. Nah, kamu pun tak perlu khawatir dengan harganya karena satu porsi Brambang Asem Yu Sum dijual seharga kurang lebih Rp4.000. Sangat murah, bukan?

9. Serabi Notosuman

serabi notosuman
Photo Credit: @monicaerissa (Instagram)

Jika sedang tidak ingin menyantap makanan yang terlalu berat, kamu bisa mencicipi Serabi Notosuman. Sudah berjualan sejak 1923, Serabi Notosuman dikenal sebagai salah satu tempat makan di Solo yang paling tua. Sejak dulu cara memasaknya tidak berubah, yakni masih menggunakan tungku. Itulah kenapa cita rasanya selalu terjaga, sehingga orang-orang pun tak bosan membeli.

Selain itu, jika serabi pada umumnya disajikan dalam bentuk bulat, Serabi Notosuman digulung dan dibungkus menggunakan daun pisang. Kamu bisa memesan serabi dalam rasa original atau menggunakan aneka rasa topping. Daripada penasaran, ayo langsung beli Serabi Notosuman di Jalan M. Yamin!

10. Tahok Pak Citro

tahu pak citro
Photo Credit: @sukajajansukamakan (Instagram)

Kuliner yang berasal dari Tiongkok ini terbuat dari sari kacang kedelai yang disajikan dengan siraman air jahe gula. Cocok disantap saat masih hangat. Jika kurang familier dengan nama tahok, di berbagai daerah di Indonesia makanan ini biasanya disebut juga dengan kembang tahu atau tauwa.

Di Solo, salah satu tahok yang menjadi favorit orang-orang adalah Tahok Pak Citro di Pasar Gede. Tempat makan yang sudah berdiri sejak 1968 ini setiap harinya buka pukul 06:00 12:00. Kamu hanya perlu menyiapkan bujet kurang dari Rp10.000 per orang jika tertarik mencicipi Tahok Pak Citro.

11. Es Dawet Telasih Bu Dermi

es dawet ayu
Photo credit: @kyirfano

Sudah puas berjalan-jalan keliling Solo seharian? Saatnya beristirahat sambil menikmati segarnya Es Dawet Telasih Bu Dermi. Hanya dengan harga sekitar Rp8.000, kamu bisa mendapatkan seporsi es dawet yang berisi tape ketan, ketan hitam, jenang sumsum, biji telasih, santan, cairan gula, dan es batu.

Setiap harinya, tempat makan yang sudah berjualan sejak tahun 1930-an ini buka sejak pagi hingga pukul 15:00. Saat ini, Es Dawet Telasih Bu Dermi dikelola oleh Bu Utit, generasi ketiga keluarga Bu Dermi.

***

Berbagai tempat makan di Solo tersebut terdengar sangat menggiurkan, bukan? Daripada penasaran, sebaiknya kamu segera menyusun rencana perjalanan ke Solo dan luangkan waktu selama beberapa hari untuk berwisata kuliner. Agar bisa mencicipi banyak menu tanpa merasa terlalu kenyang, ajak teman-teman atau keluarga kamu ya!

0 Shares
Share
Pin
Share
Tweet
+1