Menjelajahi hotel-hotel di Yogyakarta (bagian 2)

Sheila Purnama
By Sheila Purnama 06 May 2017

Udara terik menerpa Yogyakarta hari ini. Ditambah lagi saya sudah lelah, setelah keliling kota Yogyakarta. Hal ini membuat saya ingin segera menuju tempat istirahat hari ini. Hari ini saya akan beristirahat di Hotel Tentrem, salah satu hotel bintang 5 di Yogyakarta. Perlu saya akui, saya mendengar banyak hal baik mengenai hotel ini sehingga ekspektasi saya terhadap Hotel Tentrem pun cukup besar. Berikut pengalaman saya menginap di hotel prestisius ini:

Menunggu waktu check-in dengan berkeliling hotel

Lobby Hotel (Sumber: Dok. Pribadi)

Kesan mewah terlihat dari lobi ketika saya tiba. Pintu masuk terbuat dari kaca besar yang bersanding dengan dinding dan pilar marmer berornamen besi. Setelah melewati pemeriksaan, saya dapat mencium wangi serai yang langsung membuat saya merasa relaks. Dengan suasana penuh kemegahan ini, sempat terbayang di benak saya, alangkah manisnya apabila ada kereta kencana ala Cinderella yang diletakkan di hotel ini untuk ‘mempermanis’ suasana. Namun ternyata, justru yang mereka pasang adalah transportasi umum kebanggaan Indonesia, bajaj. Sungguh unik! Area tunggu dengan sofa dan meja dibagi simetris menjadi kanan dan kiri. Selain itu, masih dari area lobi,  kamu juga dapat melihat kolam renang di bawah melalui balkon yang dihubungkan dengan pintu kaca.

Area resepsionis berada di sebelah kiri pintu masuk lengkap dengan meja panjang dan lampu kuning hangat. Saat check-in, saya diberikan kunci kamar dan dijelaskan mengenai fasilitas yang bisa dinikmati di hotel ini, beberapa di antaranya adalah restoran, spa, dan lounge. Selesai menerima informasi hotel, seorang staf sudah siap berdiri dengan nampan berisi handuk dingin dan welcome drink. Sebuah perhatian yang patut diacungi jempol. Pilihan welcome drink adalah kunyit asam dan sari alang-alang. Kesegaran manis-asin sari alang-alang ternyata berhasil meredakan dahaga setelah seharian menjelajah Bukit Rhema. Yeay!

Sisi sebelah kanan area lobi, terdapat sebuah galeri yang menampilkan nama jamu yang sudah lama saya kenal dan konsumsi, Sido Muncul. Untuk banyak orang terutama yang ‘langganan’ masuk angin seperti saya, pasti akrab dengan salah satu produk unggulan, yaitu Tolak Angin. Hotel Tentrem merupakan salah satu lini bisnis dari pemilik jamu terkenal Sido Muncul, menurut keterangan salah satu pihak staf hotel. Jadi, tidak mengherankan apabila selain koleksi batik yang bisa dibeli, terdapat juga sebuah museum kecil dari pabrik jamu bersejarah dari Sido Muncul. Mulai dari alat penumbuk jamu, penggerus, timbangan, sampai dengan miniatur pabrik bisa kamu lihat di sana. Menurut keterangan, Sido Muncul saat ini sudah ditangani oleh generasi keluarga ketiga. Inspiring!

Salmon (Sumber: Dok. Pribadi)

Perut mulai lapar, sehingga saya langsung menuju restoran. Rasa penasaran saya cukup tinggi mengingat ini adalah hotel bersejarah dan dinilai sangat baik. Restoran Kayu Manis dengan hidangan buffet untuk sarapan in-house guest yang saya tuju terletak satu lantai di bawah lobi. Menu à la carte tersedia untuk makan siang. Meja buffet berada di tengah ruangan yang dibiarkan kosong. Untungnya, kali ini saya tidak sendirian dan ditemani teman-teman. Setelah terlalu banyak mengonsumsi daging sapi, hari ini, saya memutuskan untuk memesan favorit saya yang lain, yaitu ikan salmon! Saya memesan grilled salmon dan minuman jus melon. Sementara itu, teman-teman saya memesan masakan tradisional, ada juga yang memesan tenderloin dan rib-eye steak.

Hotel dengan pelayanan istimewa

Selesai makan siang, saya segera naik ke kamar untuk istirahat. Saya tidak sabar untuk segera dapat menikmati kamar saya di Hotel Tentrem yang terkenal ini. Hotel Tentrem memiliki kamar beraga Mulai dari tipe Deluxe hingga tipe Presidential Suite yang memiliki private jacuzzi. Kamu dapat memesannya di aplikasi Traveloka untuk mendapatkan harga terbaik.

Kamar Hotel (Sumber: Dok. Pribadi)

Saya memesan kamar tipe Deluxe Premier yang menyediakan kasur twin bed. Kesan mewah dengan ornamen minimalis tetap terlihat menghiasi interior kamar. Kamar luas, lantai marmer, sofa besar di ujung ruangan dengan warna senada, twin bed dengan masing-masing ukuran hampir 160×200 lengkap dengan seprai dan sarung bantal berbordir logo hotel. Saya dapat menyaksikan acara kesayangan melalui TV dengan ukuran besar, meja dan lemari dengan nuansa kayu, serta kamar mandi dengan dinding kaca yang mencuri perhatian saya.

Langsung sebelah kanan pintu masuk kamar adalah pintu masuk ruangan dengan wastafel lengkap dengan kaca besar dan meja kayu berwarna cokelat medium di sebelah kanan saya. Toilet amenities bisa ditemukan di sebelah wastafel. Hair dryer diletakkan di dalam laci meja kayu. Area shower dan kloset terpisah. Shower terdapat di pintu sebelah kiri, sedangkan toilet ada di sebelah kirinya lagi. Kloset sudah menggunakan ecowasher, sehingga dapat menjaga area kloset tetap kering. Dinding di dalam kamar mandi dipisahkan dengan kaca transparan, sehingga dari kamar mandi dapat melihat langsung ke area tempat tidur. Meskipun begitu, terdapat tirai yang bisa dipasang apabila privasi kamu ingin terjaga selama di kamar mandi.

Pada bagian mini bar dan complimentary, biasanya hanya terdapat dua bungkus teh, kopi, gula, dan krimer. Ketika saya buka bingkisan satu lagi terdapat produk lengkap Sido Muncul, kopi jahe, kunyit asam, beras kencur, permen mint, Tolak Pegel Linu, sampai Tolak Angin.

Sebelum masuk kamar, saya sudah membuat janji pukul 17:00 WIB di spa Gaharu. Sayang sekali ternyata spa masih penuh, sehingga jadwal saya dipindahkan menjadi pukul 20:30 WIB. Akan tetapi saya sudah terlanjur membuat janji dengan teman-teman menikmati kuliner malam Yogyakarta, sehingga saya tidak jadi menikmati spa hotel.

Selain spa, ada banyak fasilitas lain yang dapat dinikmati pengunjungnya. Sauna, jacuzzi, gym, area bermain anak, lapangan tenis indoor, dan kolam renang. Area swimming pool menjadi favorit para tamu karena terletak di tengah hotel dengan pemandangan keluar yang menyenangkan.

Waktu sarapan adalah saat yang saya tunggu karena masih tersisa keyakinan atas masakan yang enak ada di hotel berbintang 5 ini. Suasana area sarapan saya kali ini cukup ramai. Pantas saja, karena semua masakannya enak! Satu hal yang paling mengejutkan adalah adanya es krim Tolak Angin. Rasanya seperti setelah meminum Tolak Angin, lalu meminum air es. Kunyit asam dan beras kencur juga free flow seperti minuman lain.

Hotel Tentrem bisa menjadi pilihan kamu untuk bersantai dengan suasana modern.  Saya tidak terlalu banyak melihat ornamen tradisional, mungkin selera internasional juga diutamakan. Meskipun demikian, nuansa tradisional tetap dapat dirasakan melalui sajian makanan, minuman, sampai jamu.

Tulis komentarmu di sini:

Dapatkan Tips dan Informasi Wisata, GRATIS !
Tags