Menjelajahi hotel-hotel di Yogyakarta (bagian 1)

Menjelajah tempat baru, objek wisata legendaris, lokasi hunting foto, sampai wisata kuliner,  pasti sudah menjadi agenda bagi traveler. Namun, bagi saya pribadi, hotel yang baik seringkali jadi  salah satu penentu ‘keberhasilan’ liburan saya.  Mulai dari interior hotel, suasana,  kebersihan, makanan, sampai ke fasilitas pendukung yang disediakan oleh hotel adalah poin-poin yang perlu diperhatikan agar liburan semakin menyenangkan.  Hal ini pula yang saya alami saat mengunjungi Yogyakarta. Kota yang selalu punya banyak cerita, dengan budaya yang terjaga apik di setiap sudut kota.

Kesan pertama tiba di hotel

Ketika saya mendarat di Yogyakarta, hari sudah sore. Saya langsung menuju hotel karena ingin cepat-cepat berganti pakaian dan istirahat setelah seharian beraktivitas di Jakarta. Tidak terlintas pula di kepala saya untuk mampir di restoran. Semuanya akan saya lakukan di hotel saja.

Menempuh perjalanan yang tersendat selama 20 menit dari Bandara Adisutjipto, tibalah saya di Jogjakarta Plaza Hotel. Perjalanan yang singkat dibanding dengan rata-rata biasanya saya mencapai tengah kota selama 30 menit. Tampak depan sampai ke area lobi terlihat sederhana, hanya dihiasi pintu masuk dengan ornamen ukiran kayu nuansa cokelat dan emas khas Jawa. Papan nama hotel juga tidak terlalu besar, namun terdapat sebuah becak berhiaskan pohon kelapa dengan warna putih dan biru bertuliskan “Yogyakarta Plaza”. Walau parkir kendaraan cukup luas, namun kamu tetap bisa menemukan valet desk dengan mudah, jika ingin pihak hotel membantu memindahkan mobil ke tempat parkir.

Dekorasi Wayang Golek (Sumber: Dok Pribadi)

Ketika melanjutkan langkah, saya merasakan atmosfer yang homey seperti rumah sendiri. Nuansa tradisional Jawa terasa betul menjadi konsep hotel ini. Suasana area lobi yang luas dan tidak begitu banyak lampu, tetapi tetap nyaman untuk dipandang. Hiasan dinding, lampu kecil, dan ukiran kayu membuat area lobi menjadi ‘hidup’. Sebelah kiri pintu utama, terdapat area display batik yang dapat kamu beli sebagai oleh-oleh khas Yogyakarta. Apabila memandang lurus dari pintu masuk, terlihat sebuah panggung dan alat musik gamelan yang dimainkan setiap jam 17:00 WIB di lobi. Panggung juga digunakan untuk penampilan band saat makan malam.

Lorong Hotel Plaza Jogjakarta
Lorong Hotel (Sumber: Dok. Pribadi)

Jogjakarta Plaza Hotel mempunyai sekitar 150 kamar. Setiap lorong dihiasi dengan gambar wayang layaknya suasana tradisional yang sangat khas. Kamar saya berada pada gedung yang berbeda dengan area lobi, di mana jalan menuju kamar dihiasi dengan pemandangan kolam renang dan dibatasi oleh pintu kaca. Begitu saya membuka pintu penghubung gedung, pemandangan bar dan kafe tepi kolam renang membuat saya senang. Barnya sendiri buka sampai jam 23:00 WIB, jadi kamu bebas nongkrong sama teman-teman sambil menikmati berbagai minuman racikan bartender.

Kamar Plaza Hotel Yogyakarta
Kamar Hotel (Sumber: Dok. Pribadi)

Standard Room with King Bed yang menjadi tempat saya beristirahat memberikan kesan sederhana, begitupun Jogja. Setelah berbagai kegiatan yang penuh, kamar dengan nuansa teduh warna hijau-putih ini sangat sesuai untuk beristirahat.  Tentunya, tidak lupa dengan hiasan wayang gunungan. Satu hal yang menarik, complimentary welcome snack berupa choco chip cookies merupakan nilai tambah yang jarang ditemukan di hotel serupa. Saya menikmati cookies di atas sofa besar lengkap dengan set kursi dan meja di sebelahnya. Pelengkap mini bar seperti kudapan, teh, kopi, teko air panas, dan complimentary air mineral juga tersedia. Bergeser ke bagian lemari, saya temukan brankas, room slipper, dan baju mandi.

Nah, berbicara tentang mandi, saya termasuk orang yang memperhatikan kamar mandi sebagai pendukung kenyamanan di suatu hotel. Di kamar saya, terdapat dua buah shower dengan jenis poolside shower dan flexible hose shower yang saya suka. Selain itu, pada dudukan klosetnya juga disediakan nozzle spray, cocok untuk saya yang suka mengatur tekanan air sendiri. Handuk dan bathroom amenities tersedia cukup, termasuk hair dryer di dinding.

Memanjakan diri dengan fasilitas hotel

Hotel ini ternyata luas, dilengkapi dengan in-house facilities yang cukup baik. Selain kolam renang yang sudah disebutkan, ada juga lapangan tenis, lapangan basket 3-on-3, gym, spa dan studio olahraga untuk kelas tertentu seperti yoga.

Saya memilih untuk memanjakan diri dengan layanan spa dengan melakukan advanced booking, di mana akan ada pengingat melalui telepon kamar dari spa ketika waktu layanan sudah dekat. Terdapat beberapa jenis massage, namun pilihan saya jatuh kepada 1-Hour Traditional Massage. Ruangan spa dengan dominasi warna kayu memanjakan indera-indera saya yang sedang ingin relaksasi diiringi alunan musik gamelan yang menenangkan jiwa. Setelah selesai dipijat, sebenarnya bisa memilih untuk langsung mandi karena tersedia shower room. Tetapi, saya menuju ruangan sauna luas dengan yang membuat saya berdecak kagum. Nuansa batu kali berwarna abu-abu gelap ditambah dengan penerangan yang cukup membuat saya tidak sabar mencoba berendam dalam kolam air hangat dan dingin, teringat kisah putri keraton pada zaman dahulu. Steam Room juga menjadi pilihan saya. Selesailah rangkaian relaksasi yang menyenangkan dari hotel ini. Ketika saya berjalan keluar dari ruangan berendam, terlihat sebuah salon. Fasilitas memanjakan diri yang berkumpul menjadi satu area.

Segala proses memanjakan diri saya berakhir pas di waktu makan siang. Restoran menyediakan berbagai jenis makanan mulai dari Asia, Barat sampai masakan lokal/tradisional. Makanan rekomendasi yang saya nikmati adalah ayam bakar dengan bumbu spesial khas Jogjakarta Plaza Hotel, sambalnya juara! Bagi yang bukan pencinta makanan pedas, sambal akan menjadi penambah suasana saja, karena sambal yang disajikan tidak terlalu pedas. Ketika makan malam, saya mencoba menu Barat, yaitu tenderloin steak. Sebagai pencinta daging, olahan medium rare disajikan dalam waktu tunggu yang relatif cepat. Secara keseluruhan, saya bisa berikan nilai baik untuk masakan di restoran ini.

Waktu menunjukkan pukul lewat 22:00 WIB. Saya kembali ke kamar untuk beristirahat. Niat awal mau segera memejamkan mata dan tidur, tetapi, film menarik di saluran cable TV membuat saya tergoda memesan room service untuk menemani saya menyaksikan film kesayangan. Walaupun sudah malam, saya tidak segan-segan untuk memesan mi godog dan sup tom yum yang terlihat menggiurkan dari gambar dalam book menu. Tak lama kemudian pesanan saya pun datang. Makananya sederhana, tapi yang membuat saya kagum adalah kecepatan pelayanannya. Hanya dalam waktu kurang dari 5 menit, pesanan saya datang. Layanan kamar ini juga dapat dipesan 24 jam, jadi jangan khawatir apabila kamu lapar tengah malam.

Pelayanan di hotel ini sangat baik. Sebagai tamu, saya merasa dilayani dengan baik dengan keramahan khas Yogyakarta. Seluruh staf hotel santun dan responsif saat memberikan pertolongan, itu yang terpenting.

Jogjakarta Plaza Hotel meninggalkan kesan baik untuk saya. Letaknya yang hanya berjarak maksimal 30 menit bandara bisa kamu jadikan pilihan saat berkunjung ke Yogyakarta, terutama untuk kalian yang ingin bermalam dekat dari bandara. Hotel ini juga tidak terlalu jauh dari Ambarukmo Plaza. Overall, very recommended!

0 Shares
Share
Pin
Share
Tweet
+1