17 Pantai di Malang yang Memiliki Panorama Unik

17 Pantai di Malang yang Memiliki Panorama Unik

Malang mungkin bukan kota pertama yang akan kamu sebut saat membicarakan wisata pantai di Indonesia. Umumnya, wisatawan yang berlibur ke Malang akan berkunjung ke wahana hiburan seperti Jatim Park, Eco Green Park, ataupun Museum Angkut. Padahal, Malang memiliki banyak pantai yang pesonanya tak kalah dari Bali maupun Lombok.

Setidaknya ada 18 pantai di Malang yang bisa menjadi alternatif liburanmu. Pantai-pantai tersebut dikenal memiliki suasana asri karena masih tergolong sepi oleh wisatawan. Tak hanya itu, pantai-pantai ini juga menawarkan keunikan serta aktivitas yang seru. Sebelum mengunjunginya, kamu bisa mencari beberapa informasi pentingnya di sini!

Pantai Sipelot

(Sumber: @tampopo.c)

Bagian selatan Malang memang menjadi lokasi berkumpulnya pantai-pantai indah. Salah satunya adalah Pantai Sipelot di Desa Pujiharjo, Tirtoyudo. Meski belum dikenal banyak wisatawan, pantai sepanjang 2 km ini sudah didukung dengan berbagai fasilitas. Mulai dari area parkir, warung makan, toilet, hingga musala bisa dengan mudah kamu temukan di sini.

Di Pantai Sipelot, kamu tak bisa bebas bermain air maupun berenang. Pasalnya, ombak yang dimiliki cukup besar, sehingga berbahaya bagi pengunjung. Namun, kamu bisa menikmati aktivitas seru lainnya dengan mengunjungi Coban Sipelot. Air terjun payau tersebut berada di sisi barat Pantai Sipelot. Cobalah datang di sore hari untuk melihat cantiknya pesona matahari terbenam di Pantai Sipelot.

Pantai Licin

(Sumber: @yoiki_malang)

Jika ingin melihat pesona pantai yang unik, cobalah datang ke Pantai Licin. Konon, kata “licin”, digunakan karena kondisi pantai yang cukup licin akibat banyaknya vegetasi lumut. Pasir Pantai Licin juga berbeda dari kebanyakan pantai di Malang memiliki pasir putih. Pasir di pantai ini berwarna hitam akibat muntahan lahar Gunung Semeru.

Jika tertarik untuk melihat keunikannya, kamu bisa datang ke Dusun Licin, Desa Lebakharjo, Ampelgading. Sebaiknya, pilihlah kendaraan roda dua saat mengunjungi Pantai Licin karena kondisi jalan yang akan kamu tempuh cukup terjal dan berliku. Jadi, tetap berhati-hati selama perjalanan ya!

Pantai Balekambang

(Sumber: @l_rizq)

Banyak orang menyebut Pantai Balekambang sebagai Tanah Lot versi Malang. Hal ini karena keberadaan Pura Amerta Jati di Pulau Ismoyo, sebuah pulau karang di tengah laut yang mirip dengan Tanah Lot. Tak sekadar menikmati ombak pantai, kamu juga bisa mengunjungi pura dengan berjalan kaki melalui jembatan yang telah dibangun oleh pengelola.

Pantai Balekambang sudah cukup populer di kalangan wisatawan. Karena itulah, pantai ini telah dilengkapi berbagai fasilitas seperti warung makan, area parkir, toilet, area kemah, bungalo, musala, hingga toko suvenir. Setidaknya, kamu perlu menempuh jarak sekitar 60 km dari pusat Kota Malang untuk sampai di pantai yang berada di Dusun Sumber Jambe, Desa Srigonco, Bantur ini.

Pantai Ngliyep

(Sumber: @pantaingliyep)

Sekitar 63 km dari pusat Kota Malang, tepatnya di Desa Kedungsalam, Donomulyo, kamu bisa menemukan Pantai Ngliyep. Pasir putih serta air laut biru kehijauan yang dimiliki pantai menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang datang.  Tak hanya itu, pesona Pantai Ngliyep semakin cantik dengan berbatuan karang besar di sekelilingnya.

Di dekat Pantai Ngliyep, terdapat sebuah bukit beranama Gunung Kombang. Konon, bukit ini menjadi lokasi ritual pemberian sesajen pada Ratu Laut Selatan. Terlepas dari mitos tersebut, Gunung Kombang bisa menjadi lokasi tepat untuk melihat matahari terbenam. Jika ingin menikmati pesona pantai di Malang yang satu ini, kamu harus bayar tiket masuk sebesar Rp15.000.

Pantai Batu Bengkung

(Sumber: @juwitanovita1)

Pantai Batu Bengkung di Desa Gajahrejo, Gedangan, menjadi salah satu pantai unik di Malang. Bagaimana tidak, pantai ini dikelilingi oleh dua batu karang raksasa. Selain itu, laut dan pantai terbelah oleh berbatuan karang yang cukup tinggi. Bahkan, tak jarang batuan karang berubah menjadi sebuah telaga saat air laut pasang. Telaga tersebut tentu bisa kamu gunakan sebagai tempat bermain air yang lebih aman.

Posisi Pantai Batu Bengkung yang menghadap barat cocok digunakan sebagai lokasi melihat matahari terbenam. Kamu bisa datang pada waktu menjelang sore untuk menyaksikan panorama terbaik. Untuk menikmati aktivitas di pantai ini, kamu perlu menyiapkan uang Rp5.000 sebagai tiket masuk.

Pantai Watu Leter

(Sumber: @nov.hermansyah87)

Selain menikmati pesona pantai, di Pantai Watu Leter kamu bisa melihat habitat penyu abu-abu. Kondisi ombak yang tenang serta pasir pantai lembut membuat pantai ini cocok sebagai tempat pelestarian penyu. Pantai yang tergolong sepi akan wisatawan ini membuat suasana alamnya terasa amat asri.

Hal menarik lain yang bisa kamu temukan di Pantai Watu Leter adalah batuan karang di pesisir pantai. Keberadaan batu karang ini pula yang menjadi asal-usul nama Pantai Watu Leter, di mana terdapat sebuah karang berbentuk datar yang dalam bahasa Jawa disebut sebagai “leter”. Penasaran? Datanglah langsung ke Dusun Rowotrate, Desa Sitiarjo, Sumbermanjing, untuk melihat Pesona Pantai Watu Leter!

Pantai Bajulmati

(Sumber: @calonmentri_)

Penamaan Pantai Bajulmati di Desa Gajahrejo, Gedangan, ternyata berasal dari i kisah yang menarik. Sekitar tahun 1890, masyarakat setempat menemukan seekor buaya yang mati di pesisir pantai. Dalam bahasa Jawa, buaya disebut “bajul” sehingga muncullah nama Pantai Bajulmati.

Di Pantai Bajulmati, kamu bisa menemukan beberapa teluk yang terbentuk karena keberadaan batu karang.  Ada pula Gua Wil di sisi timur pantai yang bisa kamu jelajahi. Dengan mengeluarkan uang Rp10.000, kamu bisa puas menelusuri berbagai fenomena alam di Pantai Bajulmati.

Pantai Goa Cina

(Sumber: @exploremalangku)

Dengan menempuh 10 menit perjalanan dari Pantai Bajulmati, kamu bisa sampai di Pantai Goa Cina di Desa Sitiarjo, Sumbermanjing Wetan. Sebelumnya, pantai ini bernama Pantai Rowo Indah. Namun, sekitar 20 tahun lalu ditemukan mayat dan tulisan Cina pada dinding gua di sekitar pantai. Karena itulah, pantai di Malang ini berubah nama menjadi Pantai Goa Cina.

Pemandangan pantai yang populer di kalangan wisatawan ini cukup menarik, di mana terdapat tiga pulau karang di pesisir pantai. Pulau-pulau tersebut bernama Pulau Bantengan, Pulau Goa Cina, dan Pulau Nyonya. Meski begitu, kamu tidak diperbolehkan berenang di pantai ini karena kondisi ombak yang cukup besar.  Saat mengunjungi Pantai Goa Cina, siapkanlah uang Rp 5.000 sebagai tiket masuk.

Pantai Lenggoksono

(Sumber: @malang_mbois)

Jika ingin menikmati pesona pantai sambil memancing, Pantai Lenggoksono bisa menjadi pilihan yang tepat. Pantai ini terkenal memiliki kekayaan laut yang melimpah. Mulai dari tuna, cakalang, hingga lobster adalah beberapa jenis hasil laut yang bisa kamu dapatkan di tempat wisata ini.

Tak hanya itu, keberadaan Pulau Gadung di kawasan Pantai Lenggoksono juga dijadikan lokasi konservasi lobster mutiara, lobster pasir, dan lobster batu. Jika ingin mengunjungi pantai di Malang ini, kamu bisa menuju Dusun Lenggoksono, Desa Purwodadi, Tirtoyudo. Siapkan pula uang Rp5.000 sebagai biaya masuk Pantai Lenggoksono.

Pantai Jonggring Saloka

(Sumber: @happyswandika)

Di Pantai Jonggring Saloka, kamu bisa melihat fenomena watu ngebros, semburan air yang muncul dari sela berbatuan karang. Semburan tersebut adalah hasil pertemuan ombak selatan dan utara yang menghasilkan suara gemuruh cukup besar. Fenomena langka di dunia ini tentu bisa menjadi objek foto menarik bagi kamu di Pantai Jonggring Saloka.

Berlokasi di Desa Mentaraman, Donomulyo, Pantai Jonggring Saloka memang belum diketahui banyak wisatawan. Lokasi pantai pun cukup sulit dicapai, sehingga kamu perlu mengeluarkan usaha ekstra saat menuju pantai. Mulai dari jalur menanjak hingga berliku akan kamu temui selama perjalanan. Karena itu, siapkan kondisi kendaraan juga stamina kamu ya!

Pantai Mbehi

(Sumber: @ayulatuconsina_)

Sekitar 66 km dari pusat Kota Malang, kamu akan menemukan Pantai Mbehi di Desa Sumberbening, Bantur. Suasana pantai ini cukup tenang karena belum banyak wisatawan yang berkunjung. Pantai Mbehi juga berada di balik hutan lindung yang membuat kondisi pasir dan air laut pantai cukup jernih.

Selain menikmati suasana pantai yang asri, kamu bisa mengunjungi Teluk Bidadari yang masih berada di kawasan Pantai Mbehi. Teluk Bidadari adalah sebuah ceruk batu karang berisi air jernih yang menciptakan area seperti kolam renang alami. Karena cukup dangkal, kamu bisa bebas bermain air dan berenang di Teluk Bidadari. Namun, ingatlah untuk tetap berhati-hati pada batu karang ya!

Pantai Modangan

(Sumber: @mboisapp)

Pantai di Malang ini berada di sisi barat kota, tepatnya di Dusun Kalitekuk, Desa Sumberoto, Donomulyo. Setidaknya, kamu perlu menempuh jarak sekitar 65 km dari pusat kota menuju Blitar. Meski tergolong cukup jauh, kamu dijamin tak akan menyesal dengan berbagai pemandangan cantik yang akan dilalui.

Pantai yang berada di perbatasan Malang dan Blitar ini memiliki pasir putih yang kontras dengan air laut berwarna biru kehijauan. Tak hanya itu, kamu juga bisa mengunjungi bukit di sisi timur pantai yang memiliki spot foto unik bertuliskan “I Love You”. Untuk menikmati seluruh aktivitas tersebut, kamu perlu menyiapkan uang Rp5.000 sebagai tiket masuk Pantai Modangan.   

Pantai Bantol

(Sumber: @helmiyatiarifin)

Secara administratif, Pantai Bantol berada di Desa Banjarejo, Donomulyo. Pantai ini menawarkan beragam pesona alam cantik, mulai dari bukit karang, hutan bakau, hingga sebuah danau. Bagi kamu yang gemar memancing, Pantai Bantol bisa menjadi lokasi strategis untuk mendapatkan berbagai jenis ikan dan lobster.

Untuk melihat kecantikan pantai ini, kamu harus terlebih dahulu melewati hutan jati dengan medan yang cukup sulit. Sebaiknya gunakanlah mobil jenis jip agar mampu melalui medan berlumpur. Karena itu, kamu perlu mempersiapkan kondisi mobil juga perbekalan selama perjalanan. Tak lupa, bawalah uang Rp5.000 sebagai biaya masuk Pantai Bantol.

Pantai Kondang Buntung

(Sumber: @pantaimalang)

Bagaimana rasanya melakukan safari hutan di pantai? Tak cukup hanya membayangkan,  karena kamu bisa melakukannya di Pantai Kondang Buntung. Di area ini, terdapat aliran sungai jernih yang dikelilingi hutan bakau. Kamu bisa menyewa kano seharga Rp25.000 untuk menelusuri pesona sungai. Selain itu, kamu bisa menikmati hutan bakau dengan berjalan menyusuri jalan setapak yang tersedia.

Di Pantai Kondang Buntung, kamu akan sulit menemukan warung makan. Karena itu, kamu disarankan membawa perbekalan untuk mengisi perut selama berwisata. Untuk mengunjungi pantai ini, kamu bisa ke arah selatan malang menuju Desa Tambakrejo, Sumbermanjing. Pantai ini masih berada di kawasan Pantai Clungup, Pantai Sendang Biru, dan Pantai Goa Cina.  

Pantai Kondang Merak

(Sumber: @faiqanan)

Pantai Kondang Merak menjadi salah satu pantai yang cukup terkenal di kalangan wisatawan. Secara administratif, pantai ini berada di Desa Sumberbening, Bantur. Begitu menginjakkan kaki di Pantai Kondang Merak, kamu akan melihat langsung keunikan pantai berupa lumut dan berbagai terumbu karang.

Di pantai ini, kamu bisa melakukan berbagai aktivitas seru. Mulai dari mencicipi kuliner, snorkeling, hingga scuba diving adalah beberapa kegiatan yang bisa kamu coba. Di samping itu, ada beberapa kuliner khas yang perlu kamu coba seperti kebab tuna. Saat berkunjung di Pantai Kondang Merak, kamu akan dikenakan biaya Rp5.000 sebagai tiket masuk dan Rp5.000 – Rp10.000 untuk biaya parkir kendaraan.

Pantai Watu Pecah

(Sumber: @aan_travel)

Dalam Bahasa Jawa, “watu pecah” memiliki arti batu pecah. Nama itu digunakan karena di area pantai ini terdapat banyak batu karang yang terkikis ombak. Pertemuan batu karang dan ombak tersebut tentu akan menjadi objek foto menarik bagi kamu. Meski begitu, kamu perlu ekstra hati-hati saat berkeliling di Pantai Watu Pecah karena banyaknya batuan karang di sekitar.

Pantai Watu Pecah berada di kawasan Tambakrejo, Sumbermanjing. Untuk memasuki kawasannya, kamu perlu melalui Pantai Clungup sebagai “pintu masuk”. Umumnya, wisatawan akan mengunjungi Pantai Watu Pecah saat sore hari. Bagaimana tidak, pemandangan senja di sini seolah tenggelam di antara batu karang yang menghasilkan pesona amat cantik.

Pantai Tiga Warna

(Sumber: @mirratazkia)

Jika berencana berlibur ke Pantai Tiga Warna, siap-siap terpukau dengan pemandangan gradasi warna biru laut, hijau, hingga warna kemerahan pada pasirnya. Tak hanya itu, pantai di Malang ini juga memiliki area Konservasi Mangrove Clungup, yakni sebuah hutan bakau yang berada tepat di muara laut dan sungai. Selain berfungsi untuk mencegah abrasi, hutan bakau juga dapat digunakan sebagai lokasi berteduh wisatawan.

Keberadaan pantai di kawasan hutan konservasi ternyata berdampak pada kondisi pariwisata. Jika ingin berkunjung, kamu harus terlebih dahulu melakukan reservasi. Dengan begitu, pengunjung pantai pun tidak akan terlalu ramai. Jika mendapat persetujuan, kamu bisa langsung menuju Desa Tambakrejo, Sendang Biru.

***

Itulah 17 pantai di Malang yang bisa kamu telusuri bersama keluarga ataupun teman terdekat. Jika berencana untuk berkunjung, pastikan kamu memahami rute menuju pantai. Dengan begitu, aktivitas berlibur pun akan berjalan dengan lancar. Tak lupa, siapkan kamera serta baju renang untuk menikmati seluruh area pantai. Selamat menikmati sisi lain Kota Malang, ya!

5 Shares
Share5
Pin
Share
Tweet
+1