15 Tempat Wisata Andalan untuk Bersenang-senang di Magelang

Magelang merupakan kota di Jawa Tengah yang terkenal dengan destinasi wisata Candi Borobudur. Namun, apakah kamu tahu jika masih ada banyak tempat wisata di Magelang lainnya yang bisa kamu kunjungi? Ya, ada wisata alam, sejarah, dan budaya yang menawarkan pengalaman berkesan untuk kamu selamat liburan ke sini.

Untuk itu, Traveloka merangkum 15 destinasi pilihan yang wajib kamu kunjungi untuk merasakan pesona Magelang sesungguhnya:

Candi Borobudur

Candi Borobudur Magelang
Candi Borobudur (Sumber: Shutterstock)

Siapa yang tak kenal dengan Candi Borobudur? Berbentuk punden berundak berukuran 123 x 123 meter dan tinggi 42 meter, Borobudur dinobatkan sebagai candi Buddha terbesar di dunia. Terdapat banyak peninggalan bersejarah yang harus kamu lihat, seperti arca, stupa, dan relief. Untuk memasuki kompleks Candi Borobudur, kamu harus menempuh satu jam perjalanan dari Jogja melalui Muntilan.

Candi yang masuk daftar Situs Warisan Dunia ini buka setiap hari pukul 09:00 – 17:00. Kamu akan dikenakan harga tiket masuk sebesar Rp30.000 per orang dewasa dan Rp12.500 per anak-anak. Saat di sini, jangan lewatkan kesempatan memegang arca Kunto Bimo. Konon, masyarakat setempat percaya siapa saja yang bisa menyentuh bagian tubuh arca dengan cara memasukkan tangannya ke lubang stupa, maka ia akan mendapat keberuntungan. Penasaran?

Candi Mendut

Candi Mendut Magelang
Candi Mendut (Sumber: Shutterstock)

Hanya berjarak tiga kilometer di sebelah timur Borobudur, terdapat sebuah peninggalan bersejarah lainnya bernama Candi Mendut. Candi ini terdiri atas dua tingkatan: bagian tubuh yang berbentuk bangunan tinggi persegi empat dengan hiasan stupa kecil di bagian atapnya dan bagian kaki candi dengan tinggi hampir 4 meter dari tanah, sehingga tampak megah.

Dari arah Jogja ke Borobudur, kamu akan terlebih dulu menemukan Candi Mendut. Jadi, ada baiknya jika kamu singgah di candi ini sebelum mengunjungi Candi Borobudur agar lebih menghemat waktu. Untuk masuk ke Mendut, kamu hanya harus membayar retribusi sebesar Rp3.500 per orang. Biaya ini sudah termasuk tiket kunjungan ke Candi Pawon. Candi ini buka setiap hari pukul 06:00 – 17:00.

Candi Pawon

Candi Pawon
Candi Pawon (Sumber: Shutterstock)

Di antara Candi Mendut dan Borobudur, berdiri sebuah candi bernama Pawon. Di candi ini, kamu akan melihat banyak relief dengan berbagai bentuk makhluk kayangan dan Bodhisatwa (calon Buddha) pada bagian dindingnya, serta detail arsitektur yang mengagumkan. Menurut para ahli, candi ini merupakan persemayaman abu Raja Indra, sang penggagas Candi Mendut dari Dinasti Syailendra.

Candi ini buka setiap hari pukul 06:00 – 17:00. Jika ingin berkunjung, kamu hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp3.300 per orang dan parkir motor Rp2.000 atau mobil Rp3.000. Jika kamu berencana menginap di sekitar Candi Borobudur, Mendut, dan Candi Pawon, cobalah pengalaman mengitari ketiga candi tersebut dengan menyewa sepeda. Seru!

Gunung Merapi dan Merbabu

Gunung Merapi
Gunung Merapi (Sumber: Shutterstock)

Letaknya yang berada di tengah Pulau Jawa membuat Magelang memiliki kondisi geografis yang cukup tinggi dan dikelilingi pegunungan. Dua yang paling terkenal adalah Gunung Merbabu dan Merapi. Sepasang gunung kembar ini menyuguhkan pemandangan alam yang luar biasa, sehingga menjadi ikon wisata Magelang.

Kamu bisa mengunjungi Merbabu maupun Merapi melalui beberapa pintu masuk. Pilihannya adalah jalur Chuntel, Wekas, dan Suwanting (ketiganya berada di Magelang) atau melalui jalur favorit para pendaki, yakni dari basecamp Selo di Boyolali. Meski terasa melelahkan, rasa letih akan terbayar begitu menyaksikan langsung panorama spektakuler dari atas gunung.

Gunung Andong

Gunung Andong Magelang
Gunung Andong (Sumber: Shutterstock)

Berminat naik gunung tapi belum punya banyak pengalaman? Tenang, Magelang memiliki  salah satu tempat wisata alam yang cocok bagi pendaki pemula, yakni Gunung Andong. Gunung yang memiliki ketinggian 1.726 meter di atas permukaan laut ini menawarkan pengalaman mendaki yang tak kalah menakjubkan dengan Merbabu maupun Merapi.

Kamu membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk mencapai puncak dengan melalui jalur pendakian yang cukup sulit. Tak cuma sekadar trekking, kamu pun juga bisa berkemah dan bermalam di puncak Gunung Andong bersama pendaki lainnya. Aktivitas lain yang bisa kamu lakukan di sini adalah menyaksikan matahari terbit yang sangat cantik.

Ketep Pass

Ketep Pass
Ketep Pass (Sumber: Shutterstock)

Selain mempelajari sejarah dengan mengunjungi candi di Magelang, ada aktivitas menarik yang patut kamu coba, yaitu menikmati matahari terbit di Ketep Pass, Sawangan. Di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, kamu bisa menyaksikan dengan jelas fenomena matahari terbit dari balik gunung.

Setelah melihat sunrise, kamu bisa berkunjung ke Museum Vulkanologi yang masih berada di kawasan Ketep Pass. Di museum ini, kamu bisa mengenal lebih jauh tentang Gunung Merapi dan setiap aktivitas vulkan yang pernah terjadi. Selain itu, kamu pun dapat mengagumi salah satu gunung berapi aktif di Pulau Jawa ini melalui teropong yang bisa disewa di gardu pandang.

Punthuk Setumbu

Pemandangan matahari terbit di Punthuk Setumbu (Sumber: Shutterstock)

Sejak muncul sebagai salah satu lokasi adegan film “Ada Apa dengan Cinta (AADC) 2”, Punthuk Setumbu semakin dikenal oleh masyarakat luas, terutama wisatawan yang hobi menikmati sunrise dari ketinggian. Setelah membayar tiket sebesar Rp15.000 per orang, kamu harus berjalan kaki terlebih dahulu selama 20 menit untuk menuju puncaknya.

Begitu mencapai puncak bukit, kamu akan menyaksikan keindahan matahari terbit disertai siluet Candi Borobudur yang megah dari kejauhan. Jika ingin berkunjung, kamu harus menempuh perjalanan sekitar 1 jam dari pusat kota ke Jalan Borobudur Ngadiharjo.

Punthuk Sukmojoyo

Punthuk Sukmojoyo
Pemandangan Punthuk Sukmojoyo (Sumber: Shutterstock)

Bagi kamu yang suka berfoto dengan latar belakang alam berupa pegunungan atau tepi jurang, ada satu tempat spesial yang cocok untuk kamu datangi. Berlokasi di lereng perbukitan Menoreh, Punthuk Sukmojoyo menawarkan wisatawan panorama alam Magelang yang menakjubkan.

Dari puncak bukit di sebelah barat daya Candi Borobudur ini, kamu bisa menyaksikan matahari terbit dan terbenam yang indah. Jika ingin berkunjung, kamu hanya perlu membayar tiket  masuk sebesar Rp5.000 per orang. Jangan khawatir membawa kendaraan ke sini karena tersedia dua lokasi parkir yang luas.

Punthuk Mongkrong

Bergeser sedikit dari Punthuk Sukmojoyo, terdapat satu bukit lagi untuk kamu yang mengincar momen berfoto dari atas ketinggian, yaitu Punthuk Mongkrong. Untuk menuju lokasi ini, kamu harus melewati jalanan yang cukup curam dengan kondisi berupa tanah. Jalanan ini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Begitu tiba di puncak, kamu akan menemukan jembatan bambu berbentuk huruf V yang berdiri di tepian jurang dan menghadap langsung ke Merapi dan Merbabu. Jika cuaca mendukung, kamu pun bisa berswafoto dengan latar belakang dua gunung kembar dan kumpulan awan tepat di bawahmu.

Hutan pinus Kragilan

Hutan pinus Kragilan (Sumber: Wikimedia)

Setelah puas mendapatkan foto bagus di Punthuk Setumbu, Sukmojoyo, dan Punthuk Mongkrong, kurang lengkap rasanya kalau kamu tidak mengunjungi hutan pinus di Desa Kragilan. Hutan yang awalnya tak banyak dikenal wisatawan ini berubah menjadi tempat wisata populer yang diberi nama “Top Selfie Pinusan Kragilan” oleh warga sekitar agar menarik lebih banyak pengunjung.

Tak sekadar berfoto, di Hutan Pinus Kragilan pun kamu bisa bermain flying fox dan ayunan, serta naik ke di rumah pohon sambil menikmati udara sejuk di kaki Gunung Merbabu. Tempat wisata di Magelang ini buka setiap hari pukul 07:00 – 17:00. Jika hendak ke sini, kamu hanya perlu membayar biaya parkir sebesar Rp3.000 per motor atau Rp10.000 per mobil.

Gereja Ayam

Gereja Ayam Magelang
Gereja Ayam (Sumber: Shutterstock)

Di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, terdapat bangunan unik bernama Rumah Doa Bukit Rhema yang tampak mencolok di tengah hamparan hutan. Masyarakat setempat mengenal bangunan ikonik ini sebagai Gereja Ayam karena bentuknya yang menyerupai hewan tersebut.

Karena bentuknya yang unik, kini Gereja Ayam pun semakin ramai dan terkenal, bahkan sampai ke mancanegara.

Dari Bukit Rhema, kamu bisa menikmati keindahan matahari terbit dengan latar belakang puncak Borobudur. Sementara itu, kamu hanya bisa menyaksikan sunrise di Gereja Ayam pada hari Sabtu dan Minggu saja. Jika tertarik untuk berkunjung, kamu hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp5.000 per orang dan Rp2.000 per kendaraan.

Curug Silawe

Biarkan mengalir seperti air😳 . . . . . 📷 : @fandhi_123 #curugsilawe #waterfall

A post shared by Wahib Adiyatma (@wahib_adiyatma) on

Tak hanya sekadar naik-turun bukit saja, Magelang juga memiliki beberapa tempat wisata air yang sayang untuk dilewatkan. Curug Silawe yang terletak di Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran merupakan wisata air yang sedang populer di kalangan wisatawan lokal. Untuk menuju objek wisata ini, kamu harus menempuh jalan sempit yang cukup licin dengan cara trekking sejauh 200 meter.

Sesampainya di lokasi, kamu takjub melihat air terjun yang jatuh dari ketinggian 50 meter di antara tebing dan pepohonan rindang. Derasnya air dan hembusan udara segar ala perbukitan pun menciptakan suasana sejuk. Ajak teman-temanmu ke sini untuk berlibur sambil bertualang!

Air Terjun Sekar Langit

Air Terjun Sekar Langit
Air terjun Sekar Langit (Sumber: Shutterstock)

Pernah mendengar legenda Jaka Tarub yang mencuri selendang Nawangwulan ketika tujuh bidadari sedang turun ke bumi untuk mandi di sungai? Konon, cerita itu terjadi di Air Terjun Sekar Langit. Air terjun yang berada di lereng Bukit Telomoyo ini memiliki ketinggian 25 meter. Airnya yang mengalir di antara perbukitan menghasilkan kesegaran khas mata air pegunungan.

Dengan latar belakang cerita legenda yang menyertai, banyak wisatawan yang berdatangan ke air terjun ini karena penasaran dengan kisah cinta Jaka Tarub dan Nawangwulan. Tempat wisata alam ini buka setiap hari pukul 06:00 – 17:00. Jika ingin berkunjung, kamu hanya dikenakan biaya parkir sebesar Rp2.000 per motor atau Rp3.000 per mobil.

Air Terjun Kedung Kayang

Air Terjun Kedung Kayang (Sumber: Wikimedia)

Terletak di antara Gunung Merapi dan Merbabu, serta hanya berjarak tiga kilometer dari lokasi Ketep Pass menjadikan Air Terjun Kedung Kayang salah satu tempat wisata yang bisa kamu kunjungi selanjutnya. Akses menuju air terjun ini terbilang mudah dengan kondisi jalan yang sudah bagus. Jadi, kamu tak perlu khawatir mengendarai mobil atau motor.

Untuk menikmati air terjun cantik dengan ketinggian 40 meter ini, kamu hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp4.000 per orang. Di sini, kamu bisa berenang dan merasakan kesegaran air yang jatuh membasahi seluruh tubuh. Jika ingin lebih lama di sekitar air terjun ini, kamu bisa menyewa penginapan atau perkemahan dengan harga terjangkau.

Sungai Elo Progo

gunung sumbing. #eloprogo #stonedmagrib

A post shared by revanbramadika (@revanbramadika) on

Melakukan arung jeram (rafting) tampaknya menjadi salah satu aktivitas di air yang seru, sekaligus menguji adrenalin. Kamu bisa melakukannya di Sungai Elo dan Progo yang berada dekat Candi Borobudur.

Ada banyak paket dan pilihan yang ditawarkan oleh tempat penyedia arung jeram. Para pemula bisa mencoba paket dengan tingkat kesulitan rendah, sedangkan yang sudah mahir bisa mengambil paket ekstrem. Kurang menantang? Coba lakukan rafting di malam hari!

Dengan segala objek wisata dan pesona yang dimilikinya, Magelang dapat menjadi tujuan berwisata terutama bagi warga ibu kota yang ingin istirahat sejenak dari rutinitas. Segera rencanakan liburan kamu ke Magelang mulai dari sekarang! Jangan lupa ikuti terus tulisan di Blog Traveloka untuk mendapatkan rekomendasi wisata terlengkap dari berbagai wilayah lainnya!

12 Shares
Share12
Pin
Share
Tweet
+1