Ini Baru Lombok, Kunjungi Rumah Suku Sasak sampai Berburu Cacing Pantai untuk Dimakan!

Lombok selalu berhasil memikat hati banyak orang. Pesona alam yang memukau ditambah kearifan lokal warga setempat menjadikannya destinasi wisata yang tak pernah menjemukan. Selain itu, Lombok juga relatif lebih tak seramai pulau tetangganya, Bali.

Menjelajah alam dan mengenal budaya Lombok, kamu bisa melakukannya kapan saja sepanjang tahun. Namun, waktu terbaiknya adalah di bulan Februari karena kamu bisa sekaligus menyaksikan Festival Bau Nyale alias berburu cacing pantai.

Meriahnya Festival Bau Nyale di Lombok

Festival tahunan ini akan diselenggarakan pada tanggal 15 – 16 Februari di Pantai Seger dan sekitarnya. Mungkin kamu bertanya-tanya, apa itu Festival Bau Nyale? Bau Nyale merupakan festival berburu cacing pantai yang sudah menjadi tradisi Suku Sasak di Lombok sejak ratusan tahun silam. Apa yang membuat mereka bersemangat berburu cacing tanpa merasa risi? Ternyata, cacing pantai ini erat kaitannya dengan legenda nenek moyang mereka.

Cacing dianggap sebagai penjelmaan dari Putri Mandalika, anak Raja Tonjang Beru yang memiliki kecantikan luar biasa. Hal ini membuat banyak pemuda dari berbagai kalangan ingin menjadikannya istri. Karena tak ingin menyakiti hati siapa pun atau menimbulkan peperangan, ia memilih menenggelamkan dirinya di Pantai Seger. Tak lama setelahnya, muncul banyak cacing warna-warni di Pantai Seger yang dipercaya sebagai penjelmaan dari Putri Mandalika.

Sebelum perburuan cacing dimulai, ada beberapa pertunjukan tari sebagai acara pembuka. Setelahnya, warga dan wisatawan yang berpartisipasi akan memenuhi Pantai Seger dan berlomba mengumpulkan banyak cacing. Meskipun tak ada hadiah tertentu, semua peserta bersemangat berburu cacing dengan membawa satu ember atau lebih sebagai wadah cacing.

Percaya atau tidak, cacing-cacing ini dianggap memiliki banyak khasiat bagi kesehatan dan penuh berkah. Cacing yang dikumpulkan akan dimasak untuk disantap, atau bahkan langsung dimakan dalam keadaan mentah karena dipercaya memiliki kandungan nutrisi yang bagus bagi tubuh. Selain itu, sebagian cacing juga akan disebarkan ke lahan pertanian karena bisa menyuburkan tanah.

 

Tempat menarik lain di Lombok yang wajib dikunjungi

Selesai berburu cacing, sebaiknya ke mana? Jika kamu ingin ke tempat yang berbeda dan realtif lebih sepi dibandingkan Trio Gili yang populer, Lombok punya tiga tempat wisata yang asyik ini:

1. Desa Budaya Sade

Lombok Traveloka
Seorang perempuan muda di Desa Sade sedang menyiapkan alat tenunnya. (Sumber: Shutterstock)

Jika ingin lebih mengenal budaya asli Lombok, berkunjung ke Desa Budaya Sade alias desanya Suku Sasak wajib hukumnya. Kawasan seluas 5,5 hektar ini memiliki sekitar 150 rumah adat yang masing-masing dihuni satu keluarga. Uniknya, hampir seluruh penduduk kampung ini masih memiliki hubungan darah karena mereka melakukan pernikahan antar saudara. Pernikahan semacam ini dianggap lebih mudah dan tak butuh banyak biaya dalam perayaannya.

Bangunan rumah Suku Sasak memiliki arsitektur yang unik. Hampir seluruh material bangunan adalah kayu, sedangkan atapnya terbuat dari daun ilalang. Selain itu, Suku Sasak memiliki proses pembersihan lantai kayu rumah tersendiri. Penduduk setempat menggunakan kotoran sapi atau kerbau untuk mengepel lantai. Mereka percaya bahwa kotoran sapi atau kerbau bisa membuat lantai kayu lebih kuat dan awet, juga mampu mengusir nyamuk.

Mata pencaharian utama penduduk Desa Budaya Sade adalah bertani dan menenun. Hasil panen dari warga akan disimpan di sejumlah lumbung padi yang telah disiapkan, masing-masing lumbung digunakan oleh 5 – 6 keluarga. Untuk kerajinan tenun, hampir setiap rumah di sini menjadi etalase kain tenun yang cantik. Selain kain tenun, dijual juga pernak-pernik lain seperti gantungan kunci, selendang, dan lain-lain.

Desa Budaya Sade tidak terletak di pedalaman, melainkan di ruas raya Mataram – Praya – Kuta. Dari bandara, kamu cuma butuh waktu sekitar 20 menit berkendara. Cukup katakan tujuanmu pada sopir taksi, dan kamu akan tiba di desa ini disambut oleh pemandu wisata yang tidak menetapkan jasa tarif pada pengunjung yang datang.

2. Pink Beach

Lombok Traveloka
Begini penampakan warna pasir di Pink Beach di seluruh dunia. (Sumber: Shutterstock)

Pantai berpasir cokelat atau putih bisa kamu temukan di mana saja. Bagaimana dengan pantai berpasir merah muda? Pantai ini bisa kamu temukan di Lombok dengan nama Pink Beach.

Pink Beach menjadi salah satu dari sedikit pantai di dunia yang pasirnya memiliki warna kemerahan. Beberapa pantai lainnya berada di Kepulauan Karibia, Yunani, Bahama, dan Italia. Kamu tentunya bisa berbangga diri, karena tak perlu ke luar negeri untuk menyaksikan fenomena unik ini.

Pasir pantai yang berwarna kemerahan ini telah menjadi bahan penelitian banyak ahli, di mana pada akhirnya mereka berkesimpulan bahwa warna merah ini dihasilkan dari jutaan koral yang hancur dan terbawa ombak hingga bercampur dengan pasir. Ketika terkena ombak, pasir ini akan tampak lebih kemerahan dari biasanya.

Jika ingin menyewa mobil untuk ke pantai ini, alih-alih menyebut nama ‘Pink Beach’, sebaiknya kamu menyebut ‘Pantai Tangsi’ ke sopir. Ini karena penduduk setempat mengenal pantai yang terletak di Desa Sekaroh ini dengan nama tersebut. Dari pusat kota Mataram, butuh waktu sekitar 2 – 3 jam berkendara untuk sampai ke Pink Beach atau Pantai Tangsi ini.

3. Air Terjun Tiu Kelep

Lombok Traveloka
Suara gemuruh air dan sejuknya udara di Air Terjun Tiu Kelep dijamin mampu menenangkan pikiran. (Sumber: Shutterstock)

Air Terjun Tiu Kelep cocok bagi kamu yang menginginkan petualangan “ringan” di Lombok. Berada di kaki Gunung Rinjani, tepatnya di Desa Senaru, kamu tak perlu mendaki terlalu jauh untuk bisa menikmati keindahan air terjun ini. Namun, kamu memang harus melewati medan yang cukup menantang karena di beberapa bagian perjalanan, kamu harus berpijak di batuan yang cukup licin dan terjal.

Kelelahanmu akan terbayar tuntas begitu menyaksikan secara langsung keindahan Air Terjun Tiu Kelep berpadu rimbun semak hijau yang menutupi tebing. Air terjun bertingkat yang mengalir dari tebing setinggi 30 meter mampu menyihirmu dengan keindahannya, ditambah dengan kabut tipis dan lengkungan pelangi yang seringkali terlihat di sekelilingnya.

Sedikit saran buat kamu jika ingin ke Air Terjun Tiu Kelep, gunakan sandal trekking yang layak dan antiselip karena medan yang dilalui memang cukup menantang. Sandal atau sepatu trekking yang tepat akan menghindarkanmu dari cedera.

Dengan mengetahui festival besar apa yang diadakan di Lombok pada bulan Februari, kamu jadi bisa mengatur agenda liburan dengan lebih mudah. Selain itu, mengetahui tempat wisata lain yang bisa dikunjungi juga membuat liburanmu lebih terencana dengan baik.

0 Shares
Share
Pin
Share
Tweet
+1