Kolombia dan Segala Hal Menarik Tentangnya

Anggita Rian
By Anggita Rian 06 April 2017

Seumur hidup, saya tidak pernah berpikir bahwa suatu hari akan menginjakkan kaki di Kolombia, negara yang berada di sisi lain dunia. Menempuh penerbangan selama lebih dari 30 jam, seorang petugas imigrasi paruh baya dan dinginnya udara Bogota akhirnya menyambut saya. Meskipun Kolombia itu negara yang hanya memiliki dua musim, beberapa kota di sana tergolong sangat dingin, salah satunya Bogota yang merupakan ibu kota negara ini. Di Bogota, suhu udara di malam hari bisa mencapai 8º Celcius. Jadi, jangan sampai kamu ‘salah kostum’ seperti saya karena mengira Bogota akan sepanas Jakarta.

Sekilas, Kolombia itu tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Infrastrukturnya pun kurang lebih sama. Konon, TransJakarta terinspirasi oleh Transmilenio milik Kolombia. Macetnya pun kurang lebih sama dengan di Jakarta. Banyaknya persamaan antara Indonesia dan Kolombia ini yang sepertinya membuat saya tidak begitu merasakan apa yang disebut culture shock. Dari perjalanan saya di Kolombia, saya bisa membuat rangkuman berisi enam hal menarik tentangnya seperti berikut ini:

Kolombia itu aman

Pusat Kota Medellin

Pemandangan salah satu pusat keramaian di Kolombia. (Sumber: Dok. Pribadi)

Ada banyak hal yang memang harus diperhatikan ketika di Kolombia, yang pertama adalah keamanan. Sebelum pergi ke Kolombia, banyak teman saya yang bertanya “Ngapain ke Kolombia? Lo mau bunuh diri? Ntar diculik, lho!” atau “Lo di Kolombia mau jualan narkoba sama ganja?” Nyatanya, selama saya tinggal di Kolombia, saya tidak pernah mengalami hal-hal buruk seperti dirampok atau bahkan diculik. Lagipula, siapa juga yang mau menculik saya?

Sekarang, Kolombia sudah jauh lebih aman, dan pemerintah negeri ini pun terus meningkatkan sistem keamanannya. Dulu mungkin masih berbahaya untuk keluar malam sendirian, sekarang jika kamu mau pergi ke klub malam dan party sampai larut malam atau pagi pun tidak masalah. Traveling sendirian bukan hal yang berbahaya lagi.

Jadi, jangan lagi percaya dengan apa yang telah diberitakan tentang Kolombia. Namun, kamu juga harus tetap berhati-hati! Tindak kejahatan tetap bisa terjadi di mana saja. Sebaiknya, tetap jaga barang-barang berharga kamu dengan baik dan jangan sering mengeluarkan barang-barang berharga di tempat umum.

Español, por favor!

Kolombia merupakan negara bekas jajahan Spanyol, jadi bahasa nasional mereka adalah bahasa Spanyol. Hanya segelintir orang saja yang bisa berbahasa Inggris di Kolombia. Disarankan sebelum traveling ke negara manapun di Amerika Selatan, kecuali Brasil, kamu lebih baik bisa dasar bahasa Spanyol. Setidaknya jika kamu wisatawan muslim, kamu bisa membedakan mana cerdo (baca: serdo) yaitu babi , pollo (baca: pojo) yaitu ayam (baca: pojo) dan rez (baca: res) yaitu sapi.

Jajanan khas Kolombia, Oblea

Jajanan pinggir jalan khas Kolombia, obleas, yang sangat mudah ditemukan di Bogota. (Sumber: Dok. Pribadi)

Selain itu, saya sarankan untuk memiliki kamus kecil bahasa Spanyol, karena itu akan sangat berguna. Sewaktu di Kolombia kemarin, saya sendiri sama sekali tidak bisa bahasa Spanyol kecuali beberapa kata dasar seperti “gracias” (terima kasih) dan “por favor” (tolong), serta hanya ‘berbekal’ bahasa isyarat yang pas-pasan dan slang yang didapat selama beberapa hari di Kolombia. Buktinya, saya tetap bisa bertahan hidup, makan enak, dan tidak pernah nyasar.

Wisata tua yang menawan

Catedral Primada de Colombia di pusat kota Bogota

Catedral Primada de Colombia, (Sumber: Dok. Pribadi)

Percayalah, orang Kolombia itu sangat terkenal akan keramahannya, terutama terhadap wisatawan asing. Mereka pasti akan membantumu menikmati liburanmu di Kolombia. Jika beruntung, mereka akan memberikanmu walking tour gratis dan menceritakan sejarah mengenai tempat-tempat yang kamu kunjungi. Sebagai salah satu negara bekas jajahan Spanyol, negeri ini memiliki bangunan-bangunan berarsitektur kolonial dengan sentuhan baroque style yang indah dan megah. Contohnya saja, La Candelaria sebagai pusat kota Bogota.

Bagi saya yang cinta sekali dengan bangunan berarsitektur semacam ini, pusat kota Bogota itu bagaikan surga. Kalau kamu ingin pergi menikmati bangunan-bangunan tua dengan lebih santai, berkunjunglah ke Barichara, sebuah pueblo (kota kecil) di San Tander atau Mompox di Bolivar. Kedua pueblo ini disebut-sebut sebagai salah satu pueblo paling indah di Kolombia, terutama bagi kamu yang menyukai hal-hal bernuansa tempo dulu.

Kolombia kaya akan flora dan fauna

Canyon Chicamocha

Canyon Chicamocha. (Sumber: Dok. Pribadi)

Bagi kamu yang menyukai wisata alam, negeri ini menawarkan lebih dari sekadar gunung dan pantai. Karena kekayaan alam dan budaya yang dimilikinya, Kolombia dinobatkan oleh Lonely Planet sebagai negara kedua yang wajib dikunjungi di tahun 2016. Keindahan Canyon Chicamocha, taman nasional Los Nevados, Las Gachas, Guatape dan tentunya, eksotisnya hutan tropis Amazon itu tidak akan dapat kamu temukan di tempat lain.

Pemandangan di Guatape

Guatape. (Sumber: Dok. Pribadi)

Untuk urusan flora dan fauna, Kolombia ini juga unggul dalam keanekaragamannya. Faktanya, Kolombia merupakan salah satu negara yang memiliki spesies burung paling beragam di dunia. Buktinya ketika saya berkunjung ke Amazon, saya bisa dengan mudah menemukan guacamayo yang merupakan burung endemik Kolombia, sedang berada di ranting pohon.

Las Gachas

Las Gachas. (Sumber: Dok. Pribadi)

Ditambah lagi, sewaktu saya berkunjung ke Manizales, ada sebuah tempat bernama Recinto del Pensamiento yang memiliki banyak jenis burung kolibri. Intinya, tempat ini merupakan surga bagi para pencinta burung!

Menu makan malam di Hutan Amazon: nasi panas dan ikan piranha goreng. (Sumber: Dok. Pribadi)

Negeri dengan mayoritas penduduk berparas ganteng dan cantik

Wanita Kolombia

Seorang gadis mengenakan pakaian tradisional Kolombia. (Sumber: Dok. Pribadi)

Di hari kedua, saat akan keluar dari hotel menyelusuri pusat kota, saya bertemu dengan finalis-finalis Miss Colombia, yang ternyata menginap di hotel yang sama. Mimpi apa saya semalam, hingga bisa bertemu dengan perempuan cantik Latin berkaki jenjang, berkulit cokelat manis, lengkap dengan signature smile mereka? Such a great luck!

Setelah melihat langsung, ternyata apa yang selama ini saya pikirkan tentang orang Latin itu benar, mereka memang ganteng dan cantik. Ya, persis seperti yang biasa kamu lihat di TV kalau ada pertunjukan ratu sejagad itu. Setelah kejadian itu, mood saya langsung bagus sepanjang hari. Banyak kegiatan yang saya lakukan, dimulai dari berkeliling menyelusuri jalan-jalan Bogota yang dipenuhi graffiti hingga menikmati jajanan khas Kolombia seperti empanada, arepa con queso, dan oblea, yang rasanya kalau menurut Bondan Winarno itu, “Mak nyuuus!!”

Salsa 24 Jam

Ada satu hal yang membuat saya terkejut. Biasanya, kalau pergi ke diskotik atau klub malam, musik yang diputar pada umumnya adalah musik-musik bergenre EDM (Electronic Dance Music), kan? Namun di sini, musik yang akan diputar adalah jenis musik khas Amerika Latin yakni salsa, merengue, bachata, vallenato dan reggaeton. Bahkan tidak hanya di klub malam, hampir di setiap sudut negeri ini, kamu akan bisa menemukan salah satu dari jenis musik tersebut.

Bertemu teman baru di Kolombia. (Sumber: Dok. Pribadi)

Sewaktu saya berada di Amazonas, sebuah distrik di Kolombia, bersama orang lokal dan beberapa turis, saya menari salsa berjam jam di alun-alun Leticia, ibu kota Amazonas. Jadi, lupakan loncat-loncat tanpa arah di klub malam, di sini kamu akan benar-benar menari, menggoyangkan badan, menggerakkan pinggul ke kanan ke kiri, mengikuti irama salsa yang dimainkan.

Bagi saya, bagaimana mereka menari merupakan cara mereka mengekspresikan hidup, cara mereka berinteraksi, dan itulah salah satu hal membuat saya jatuh cinta dengan Kolombia. They dance well, they enjoy life, and they know it. Lucunya, para pria yang tak pandai menari akan dianggap kurang seksi di sini.

Traveling ke Kolombia itu benar-benar sebuah pengalaman yang luar biasa. Kolombia juga telah mengingatkan saya bagaimana rasanya ketika harus menahan cedera kaki dan lanjut berjalan jauh menyusuri hutan Amazon. Mengingatkan saya betapa menyenangkannya tersesat dan tak bisa bertanya karena tidak menguasai bahasa setempat. Saya sadar, hidup sebenarnya begitu sederhana. Saya begitu menikmati kopi di sore hari, dan menyusuri jalan setiap jalan setapak di sebuah pueblo bersama bapak-bapak tua yang dengan semangat menceritakan sejarah di balik setiap bangunan tua. Colombia is a magical realism.

Summary
Kolombia dan Segala Hal Menarik Tentangnya
Judul Artikel
Kolombia dan Segala Hal Menarik Tentangnya
Description
Kolombia itu aman Español, por favor! Wisata tua yang menawan Kolombia kaya akan flora dan fauna Negeri dengan mayoritas penduduk berparas ganteng dan cantik Salsa 24 Jam
Author
Publisher
Traveloka
Tulis komentarmu di sini:

Dapatkan Tips dan Informasi Wisata, GRATIS !