Pantai Siung, Pesona Laut Eksotis di Balik Tebing Raksasa

Pantai Siung, Pesona Laut Eksotis di Balik Tebing Raksasa

Yogyakarta kerap dikenal sebagai kota yang kental akan wisata budaya dan sejarah. Sebut saja Candi Borobudur, Candi Prambanan, Keraton, dan Taman Sari yang tak pernah sepi pengunjung. Padahal, Kota Gudeg juga memiliki beberapa pantai tersembunyi yang belum banyak diketahui wisatawan. Pantai-pantai tersebut menyuguhkan pemandangan khas yang indah dan eksotis.

Salah satunya adalah Pantai Siung di kawasan Gunungkidul. Pantai ini begitu spesial karena lanskapnya yang dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi. Karena keunikan itulah, pemerintah Jogja meresmikan Pantai Siung sebagai lokasi panjat tebing.  Bagaimana bisa? Yuk, simak informasi selengkapnya!

Lokasi dan akses menuju Pantai Siung

(Sumber: Shutterstock)

Pantai Siung berada di Dusun Wates, Desa Purwodadi, Tepus, Gunungkidul. Dari pusat Kota Jogja, kamu perlu menempuh jarak sekitar 77 km atau sekitar 2 – 3 jam perjalanan.

Karena lokasinya cukup terpencil, banyak wisatawan memilih kendaraan pribadi untuk menuju Pantai Siung. Jalur yang harus dilalui pun cukup sulit, yakni terdiri dari tanjakan, jalan berkelok, hingga ruas jalan yang menyempit. Oleh sebab itu, pastikan kendaraanmu dalam kondisi prima sebelum berangkat ke pantai ini.

Dari pusat Kota Jogja

Hanya ada satu rute yang bisa kamu tempuh dari pusat Kota Jogja menuju Pantai Siung, yakni melalui Kabupaten Wonosari. Setelah menempuh 9 km perjalanan, kamu akan menemukan pertigaan dengan petunjuk arah. Pilihlah jalur Pantai Siung melalui Bintaos dan Tepus. Sesampainya di pertigaan Winangun, belok kanan untuk sampai tujuan.

Dari Klaten

Bagi yang berangkat dari Klaten, kamu bisa memilih rute Semanu – Giripanggung, lalu melanjutkan perjalanan melalui Klayu, Gude, hingga Winangun. Ada pula jalur lain dari Giripanggung menuju selatan, yakni melalui Cuelo hingga Winangun.

Dari Solo

Jika memulai perjalanan dari Solo, kamu bisa menuju kawasan Praci ke arah Baran. Setelah itu, kamu bisa ke arah selatan menuju Nglindur dan belok kanan di pertigaan sebelum Pasar Ngrancah. Lalu, lanjutkan perjalanan hingga bertemu Pasar Jepitu dan pertigaan Winangun. Dari sana, ambil kiri untuk sampai di Pantai Siung.  

Daya tarik Pantai Siung

Perjalanan menuju pantai ini memang cukup menantang. Namun, rasa lelah sepanjang perjalanan akan terbayar dengan pesona yang ditawarkan Pantai Siung. Ini dia beberapa daya tarik Pantai Siung yang dapat kamu nikmati!

Batu karang berukuran raksasa

(Sumber: Shutterstock)

Selama di Pantai Siung, kamu akan melihat banyak batu karang raksasa tersebar di sebelah barat dan timur pantai. Selain menjadi ciri khas Pantai Siung, keberadaan batu karang ternyata membawa makna bagi asal-usul nama pantai ini.

Menurut tokoh setempat, Wastoyo, bentuk batu karang raksasa tersebut menyerupai gigi kera atau siung wanara. Karena itulah, pantai disebut dengan Pantai Siung. Tak hanya itu, jika beruntung kamu bisa menemukan beberapa kera ekor panjang di sekitar pantai. Keberadaan kera-kera tersebut memang semakin langka. Mereka hanya akan muncul saat suasana sepi ataupun malam hari.  

Kejayaan di masa lalu

(Sumber: upload.wikimedia.org)
Processed with VSCO with kk1 preset

Batu karang raksasa tersebut juga menjadi saksi kejayaan Pantai Siung di masa lalu. “Saat era Walisongo masih berjaya di Jogja, Pantai Siung sempat menjadi salah satu pusat perdagangan di wilayah Gunungkidul,” ungkap Wastoyo.

Saat itu, sebagian besar warga Siung berprofesi sebagai petani garam. Mereka mengandalkan air laut dan kekayaan garam sebagai sumber penghidupan. Garam pun menjadi barang dagang utama di Pasar Winangun yang berlokasi di dekat pantai.

Kondisi perdagangan di Pantai Siung mulai sepi ketika Pasar Winangun dipindahkan ke Kota Jogja. Saat ini, pasar lebih dikenal dengan nama Pasar Jowinangun yang merupakan singkatan dari Jobo Winangun atau yang berarti di luar wilayah Winangun.

Meski tak lagi menjadi pusat perdagangan di Gunungkidul, eksotisme Pantai Siung tetap menjadi daya tarik wisatawan. Keberadaan batuan karang raksasa pun memberi nilai tambah pantai, terlebih saat batuan karang terhantam oleh ombak besar. Pesona tersebut tentu dapat menjadi objek foto yang amat menarik.

Lokasi panjat tebing sejak 2005

(Sumber: @pantai_siung)

Deretan batu karang raksasa ternyata tak hanya memberikan pemandangan unik, tetapi juga memiliki fungsi sebagai spot panjang tebing. Di tahun 1989, pencinta alam asal Jepang mengunjungi Pantai Siung. Mereka memanfaatkan batu-batu karang raksasa ini sebagai lokasi panjat tebing.

Hal tersebut akhirnya menginspirasi beberapa pihak untuk mengadakan kompetisi Asean Climbing Gathering pada tahun 1990-an. Sejak itulah popularitas panjat tebing Pantai Siung mulai meningkat dan dikenal para pencinta panjat tebing.

Kompetisi tersebut terus berlanjut dari tahun ke tahun. Pada tahun 2005, terdapat ajang Asean Climbing Gathering yang diikuti 250 partisipan dari 65 negara. Di tahun yang sama, pemerintah Yogyakarta juga menjadikan Pantai Siung sebagai lokasi resmi kegiatan panjat tebing.

Aktivitas seru di Pantai Siung

Selain keunikan dan daya tarik yang disuguhkan, Pantai Siung juga menawarkan beragam aktivitas seru yang bisa kamu lakukan. Yuk, cari tahu kegiatan apa saja yang bisa kamu lakukan!

Panjat tebing

(Sumber: @pantai_siung)

Di Jogja, popularitas Pantai Siung mungkin belum sebesar Pantai Parangtritis. Namun, di kalangan para pencinta panjat tebingi, Pantai Siung sudah menjadi salah satu spot yang wajib ditaklukkan. Memiliki sekitar 250 spot panjat tebing dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda, Pantai Siung pun berhasil mendapat penghargaan “The Best Climbing Rocks Site in Yogyakarta”.

Zona panjat tebing dibagi menjadi beberapa blok, mulai dari blok A hingga blok K. Tingkat kesulitannya bervariasi, ada yang khusus pemula maupun pemanjat profesional. Zona Kuda Laut dan Pancaran Siung merupakan favorit para pemanjat dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Selagi memanjat, kamu juga akan merasakan sensasi deburan ombak yang memecah bebatuan karang.

Nah, bagi yang tertarik untuk mencoba panjat tebing, kamu bisa menghubungi penyedia tur yang memiliki paket panjat tebing di Pantai Siung. Dengan ditemani para ahli, aktivitas panjat tebing pun akan aman dan tak terlupakan.

Berkemah

(Sumber: Shuttestock)

Bagi para pemanjat, pagi dan sore hari adalah waktu terbaik untuk melakukan panjat tebing. Karenanya, banyak di antara mereka memilih untuk menginap di Pantai Siung. Mereka akan mendirikan tenda di area kemah yang berada di balik batuan karang raksasa.

Meski begitu, aktivitas kemah tetap bisa dilakukan oleh siapapun. Bagi yang tidak membawa tenda sendiri, kamu bisa menggunakan rumah panggung kayu yang terletak di dekat area kemah. Cukup sewa dari warga setempat, kamu sudah bisa memanfaatkan rumah panggung sebagai base camp atau tempat menginap.

Hammocking

(Sumber: Shutterstock)

Kalau berkunjung ke Pantai Siung, jangan lupa membawa hammock. Tak melulu di antara dahan pohon, di sini kamu bisa memasang hammock di antara tebing atau bebatuan karang raksasa. Dengan begitu, sensasi yang kamu dapat pun akan berbeda.

Selagi berbaring di atas hammock, kamu bisa menunggu giliran panjat tebing atau sekadar bersantai menikmati suasana pantai. Jangan lupa gunakan kacamata hitam agar aktivitas bersantaimu tidak terganggu sinar matahari. Dengan menghabiskan waktu di hammock, kamu pasti akan lebih fresh untuk melanjutkan segala aktivitas.

Jalan-jalan di Bukit Pengilon

(Sumber: Shutterstock)

Di sebelah timur Pantai Siung, terdapat sebuah hamparan rumput hijau bernama Bukit Pengilon. Di sini, kamu bisa menikmati pemandangan Pantai Siung dari ketinggian. Kamu bahkan dapat menyaksikan gugusan pantai lain yang berada di kawasan Gunungkidul, seperti Pantai Wediombo dan Pantai Watu Lumbung.

Cobalah untuk datang di pagi hari untuk menyaksikan panorama matahari terbit yang sangat indah. Agar tidak ketinggalan momen tersebut, kamu bisa menghabiskan waktu berkemah di Pantai Siung ataupun area Bukit Pengilon.

Untuk menuju Bukit Pengilon dari Pantai Siung, naiklah ke bukit di sisi timur pantai. Setelah itu, ikuti jalan setapak yang ada. Nantinya, kamu akan melewati Pantai Banyunibo dengan pesona air terjun yang bisa kamu kunjungi sejenak.

Ada pula rute melalui Pantai Wediombo. Dari sana, kamu perlu melakukan perjalanan melalui Pantai Watu Lumbung ke arah barat untuk sampai di Bukit Pengilon. Tak perlu khawatir kelelahan, karena sepanjang perjalanan kamu akan ditemani oleh pemandangan yang menakjubkan.

Fasilitas dan akomodasi di Pantai Siung

(Sumber: @nazrulauzan)

Seperti kebanyakan pantai lain di Jogja, Pantai Siung juga menyediakan fasilitas yang memadai, seperti lahan parkir, toilet, tempat ibadah, dan beberapa warung makan yang menyajikan hasil olahan laut dan beberapa menu khas Yogyakarta.

Mengingat reputasinya sebagai pantai untuk panjat tebing, Pantai Siung juga memiliki fasilitas pendukung lainnya. Salah satunya adalah area perkemahan yang berada di sebelah timur pantai. Di sini, kamu bisa mendirikan tenda dan menyalakan api unggun bersama teman atau keluarga.

Jika memutuskan berkemah, ingatlah untuk tidak merusak lingkungan dan mengganggu habitat penyu. Untuk itu, jangan lupa kumpulkan sampah yang kamu buat, ya!

Harga tiket masuk dan jam operasional

(Sumber: Shutterstock)

Untuk masuk ke Pantai Siung, kamu harus membayar tiket sebesar Rp3.000 per orang. Bagi yang membawa sepeda motor juga akan dikenakan biaya parkir sebesar Rp2.000, sementara biaya parkir mobil adalah Rp5.000.

Bagi yang berniat untuk menginap, kamu wajib membayar biaya kebersihan sebesar Rp10.000 kepada petugas yang berkeliling. Untuk aktivitas panjat tebing sendiri, kamu bisa melakukannya secara gratis! Di samping itu, kamu juga perlu menyiapkan uang lebih jika ingin membeli makanan atau menyewa rumah panggung di Pantai Siung.

Mengingat peraturan Pantai Siung yang memperbolehkanmu bermalam, jam operasional pun tidak berlaku di sini. Kamu bisa datang ke Pantai Siung kapan pun kamu mau.

Jika berencana traveling ke Yogyakarta dalam waktu dekat, Pantai Siung wajib masuk daftar destinasi wisata kamu. Jangan lupa siapkan kamera untuk mengabadikan keindahan pantai satu ini. Jika memang ingin menghabiskan waktu selama beberapa hari di Pantai Siung, ada baiknya kamu booking penginapan jauh-jauh hari agar tak kehabisan. Yuk, liburan ramai-ramai ke Pantai Siung!

3 Shares
Share3
Pin
Share
Tweet
+1