Pantai Glagah, Pemecah Ombak Terbaik di Kulon Progo

Pantai Glagah, Pemecah Ombak Terbaik di Kulon Progo

Jogja bukan hanya terdiri dari kawasan Malioboro, Kaliurang, dan Gejayan. Ada satu kawasan di Kota Gudeg ini yang mulai menarik perhatian banyak wisatawan. Ya, Kulon Progo yang menawarkan pantai dengan pemandangan indah dan fasilitas beragam.

Pantai yang paling terkenal di Kulon Progo adalah Pantai Glagah. Pantai ini dikenal memiliki laguna dan tetrapod beton yang dapat memecah ombak secara maksimal. Ombak yang menghantam tetrapod inilah yang akan menghasilkan deburan ombak di pinggir pantai. Tak sebatas itu, ada banyak informasi yang wajib kamu ketahui tentang Pantai Glagah. Berikut ulasannya:

Keistimewaan Pantai Glagah

Pantai Glagah memiliki keistimewaan yang jarang ditemukan di pantai kawasan Kulon Progo lainnya. Beberapa daya tarik Pantai Glagah di bawah ini mampu memikat wisatawan untuk berkunjung:

Laguna yang indah

(Sumber: @bastian.galih)

Bicara tentang Pantai Glagah, masyarakat Jogja pasti akan menyinggung tentang laguna yang dimiliki pantai ini. Umumnya, laguna pantai memiliki penghalang berupa pasir, batu karang, atau semacamnya. Meski dekat dengan laut, laguna biasanya berada di lokasi perairan yang relatif dangkal dan sepi.

Berbeda dengan laguna Pantai Glagah. Laguna di pantai ini terbentuk dari bagian daratan berbentuk agak cekung yang berisi air laut pasang. Semakin lama, cekungan ini membentuk telaga luas berair tenang dengan tepian yang subur dan ditumbuhi rumput liar.

Laguna Pantai Glagah pun dimanfaatkan sebagai tempat wisata air, seperti perahu kayuh, kano, hingga sampan kecil yang bisa kamu gunakan untuk berkeliling di  laguna. Karena lokasinya yang tenang dan jauh dari debur ombak, laguna ini cukup ramai dikunjungi anak-anak. Untuk orang dewasa, tersedia tempat memancing di laguna ini.

Dermaga panjang dengan tetrapod

(Sumber: @incielow)

Pantai Glagah dikenal sebagai salah satu pantai di Jogja yang memiliki ombak cukup besar. Oleh sebab itu, di kawasan pantai pun dibangun tetrapod. Terbuat dari struktur beton berkaki empat yang berfungsi sebagai pemecah ombak agar tidak masuk ke bibir pantai lebih jauh.

Di tengah jajaran tetrapod tersebut dibangun jalan setapak panjang dari beton yang mengarah ke tengah laut. Jalan setapak ini juga berfungsi sebagai akses menuju dermaga. Banyak pengunjung yang memanfaatkan area tetrapod ini untuk memancing sambil menikmati angin laut dan debur ombak.

Kehadiran jalan setapak yang dikelilingi tetrapod inilah yang menjadi ciri khas dari Pantai Glagah. Kebanyakan pengunjung di Pantai Glagah tak melewatkan momen berfoto, juga memotret lanskap ombak yang terpecah setelah menghantam tetrapod.

Stupa Cagar  Budaya di kawasan pantai

(Sumber: @zully_iss)

Di balik keindahan panorama, Pantai Glagah menjadi saksi sejarah berdirinya Desa Glagah. Di sekitar pantai, terdapat sebuah situs bersejarah bernama Stupa Cagar Budaya. Di kawasan cagar budaya inilah terdapat sebuah batu yang dinamakan Stupa Glagah.

Menurut warga setempat, stupa tersebut merupakan peninggalan masa pemerintahan bupati bernama Cangakmengeng di wilayah Kadipaten Sios. Warga meyakini bahwa stupa di cagar budaya itu berasal dari abad ke-6 Masehi. Lokasi berdirinya stupa ini juga diduga menjadi tempat pertapaan anak gadis sang bupati, yaitu Nyi Sekar Kenanga.

Selain stupa, ada pula peninggalan sejarah lain yang ditemukan oleh warga setempat, yaitu batu yang diduga merupakan sebuah gong dan batu berbentuk Lingga dan Yoni (simbol kesuburan yang merupakan bentuk panjang untuk alat kelamin pria dan lubang untuk alat kelamin wanita).

Aktivitas seru di Pantai Glagah

Selain menikmati debur ombak yang terpecah oleh tetrapod dan berkeliling di Stupa Cagar Budaya, kamu bisa melakukan berbagai aktivitas menarik lainnya di Pantai Glagah. Agar tak melewatkan momen berlibur yang sempurna, ada baiknya kamu simak beberapa aktivitas seru yang bisa dilakukan di pantai ini:

Jalan-jalan di perkebunan buah dekat pantai

(Sumber: @alamiejogjaonline)

Di pesisir Pantai Glagah, terdapat sebuah perkebunan buah naga bernama Agrowisata Kusumo Wanadri. Dulunya, kebun ini hanya berupa semak belukar yang mengelilingi Pantai Glagah. Pada tahun 2003, seorang tokoh terkemuka di kawasan Glagah, Romo Paulus bekerja keras untuk mengubah semak belukar menjadi tempat budidaya buah naga.

Di sini, kamu bisa mendapatkan informasi singkat tentang buah naga, mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga berbagai khasiat yang dimilikinya. Selain itu, kamu juga bisa berkeliling di kebun buah naga dan apotek hidup Jika tertarik, kamu bisa membeli buah naga dengan harga relatif murah, sekitar Rp15.000 (ukuran kecil) dan Rp30.000 (ukuran besar). Pastinya, buah naga di sini masih segar dan nikmat rasanya.

Usai berbelanja buah naga, sempurnakan waktu di Agrowisata Kusumo Wanadri dengan bermain di area outbound. Kamu bisa melakukan berbagai aktivitas seru, seperti flying fox, kano, voli pantai, futsal pantai, dan sebagainya.

Memancing ikan

(Sumber: @ekoybudy)

Bagi yang hobi memancing, persiapkan peralatan pancing terbaik saat berkunjung ke Pantai Glagah. Ada dua spot favorit yang biasanya dikunjungi warga lokal maupun wisatawan, yaitu laguna dan tetrapod. Jika berniat untuk memancing di kawasan tetrapod, kamu harus ekstra hati-hati karena ombak yang cukup besar.

Apabila ini pertama kalinya kamu memancing, sebaiknya pilih kawasan laguna karena lebih aman. Ikan yang bisa kamu pancing di laguna juga cukup beragam, mulai dari ikan nila, betik, belanak, kakap bakau, betutu, dan ikan gabus.

Selain itu, di laguna kamu juga bisa menerapkan berbagai teknik memancing, misalnya lure top water atau spot fly fishing. Sedangkan untuk umpan, kamu bisa menggunakan cacing dan lumut. Jika memancing di pinggir laguna, terdapat udang kecil yang bisa kamu tangkap untuk dijadikan umpan ikan-ikan. Memancing di Pantai Glagah tentunya akan memberikan momen yang berkesan.

Menyaksikan pemandangan sunset

(Sumber: Shutterstock)

Tak hanya Bali yang memiliki banyak pantai dengan pemandangan matahari terbenam eksotis. Di Jogja, kamu juga bisa menikmati pemandangan serupa saat berkunjung ke Pantai Glagah. Bahkan, tak berlebihan rasanya menyebut Pantai Glagah sebagai salah satu spot sunset terbaik di Jogja.

Jika kamu ingin berburu sunset di Pantai Glagah, pastikan cuaca sedang cerah agar kamu bisa maksimal menikmati keindahan panorama. Usahakan pula untuk datang sekitar pukul 16:00 agar kamu tidak ketinggalan momen  matahari terbenam.

Biasanya, pengunjung Pantai Glagah menikmati panorama matahari terbenam di kawasan laguna atau tetrapod. Namun bila kamu lelah, menikmati pemandangan sunset dari tepi pantai sudah cukup sempurna. Satu hal yang tak boleh terlewat adalah mengambil foto dengan latar belakang matahari terbenam dan ombak yang pecah di tetrapod.

Fasilitas dan akomodasi di Pantai Glagah

(Sumber: Shutterstock)

Tak perlu mengkhawatirkan kenyamanan selama berlibur di Pantai Glagah. Fasilitas dan akomodasi yang disediakan sudah memadai, seperti area parkir yang luas, tempat ibadah, toilet, tempat istirahat, penyewaan wahana air, dan rumah makan yang menyediakan hidangan laut.

Untuk pengalaman yang lebih seru, kamu bisa coba menyusuri pantai dengan menyewa ATV atau motocross yang tersedia di Pantai Glagah. Pasir yang bertumpuk sebagai medan tempuh akan menawarkan tantangan tersendiri bagi pengendara ATV dan motorcross.

Mencoba ATV atau motocross ditemani angin pantai yang sepoi-sepoi akan membuat kamu tetap nyaman berkeliling meski terkena paparan terik matahari. Saat melakukan aktivitas ini, jangan lupa mampir ke tetrapod untuk menikmati pemandangan dan berfoto.

Bagi yang ingin bermalam dan mencari penginapan, terdapat sejumlah hotel dekat Pantai Glagah yang bisa kamu pilih dengan fasilitas standar. Namun jika berkemah menjadi suatu hal yang ingin dicoba, kamu bisa mendirikan kemah di kawasan sekitar pantai.

Sebelum pulang, jangan lupa membeli oleh-oleh dari berbagai toko yang dikelola oleh warga lokal. Kebanyakan toko oleh-oleh ini menjual produk kerajinan tangan, aksesori berupa topi dan selendang, serta buah-buahan khas Kulon Progo seperti semangka dan melon.

Waktu terbaik mengunjungi Pantai Glagah

(Sumber: Shutterstock)

Kapanpun, Pantai Glagah akan selalu terlihat cantik dan mengagumkan. Untuk merasakan berlibur maksimal, ada baiknya kamu datang saat air laut pasang. Pada waktu inilah kamu dapat menikmati debur ombak besar yang datang bergulung hingga terpecah saat mengenai tetrapod.

Untuk waktu terbaik menikmati pemandangan matahari terbenam, kamu bisa datang ke Pantai Glagah sekitar 16:00. Sambil menunggu sunset, kamu bisa bermain ATV atau mengunjungi Stupa Cagar Budaya.

Lokasi dan akses menuju Pantai Glagah

(Sumber: Shutterstock)

Pantai Glagah terletak di Desa Glagah, Kecamatan Temon, Kulon Progo, Yogyakarta. Berjarak 15 km dari pusat Kota Jogja, ada dua rute yang bisa kamu tempuh untuk menuju Pantai Glagah.

Pertama, kamu bisa melalui Jalan Bantul yang kemudian belok kanan menuju arah Purworejo. Sesampainya di lampu lalu lintas Palbapang, belok ke kanan melewati Jalan Srandakan dan lalui Jembatan Srandakan. Saat bertemu lampu lalu lintas, belok ke kiri menuju Pantai Glagah.

Selain Jalan Bantul, kamu juga bisa berangkat dari Jogja melalui Jalan Wates hingga Kota Wates. Selanjutnya, langsung saja ikuti jalur Jalan Raya Wates menuju Purworejo. Setelah itu, kamu bisa belok ke kiri menuju Pantai Glagah.

Agar perjalanan lebih nyaman, sebaiknya kamu menggunakan kendaraan pribadi. Selama perjalanan, kamu akan melalui persawahan hijau yang sejuk. Kamu bisa berhenti sejenak untuk menikmati angin segar sambil beristirahat.

Sebaliknya, jika ingin bertualang dengan cara backpacker, kamu bisa menggunakan bus jurusan Jogja – Wates dari Terminal Giwangan dan berhenti di Terminal Kota Wates. Dari terminal di Wates ini, kamu bisa melanjutkan perjalanan menggunakan bus umum jurusan Pantai Glagah – Congot – Trisik. Nantinya, kamu bisa minta langsung diturunkan di pintu masuk Pantai Glagah.

Harga tiket masuk ke Pantai Glagah

(Sumber: Shutterstock)

Untuk masuk ke Pantai Glagah, kamu harus bayar tiket masuk sebesar Rp4.000 per orang. Tiket ini merupakan bentuk retribusi kepada masyarakat setempat yang telah menjaga kelestarian Pantai Glagah. Untuk parkir kendaraan, sepeda motor akan ditarik tarif Rp3.000 per unit dan mobil akan ditarik Rp10.000 per unit.

Kamu juga harus membawa uang lebih apabila berniat untuk menikmati berbagai wahana wisata yang ada di Pantai Glagah. Jika ingin berkeliling laguna naik perahu, kamu akan dikenakan tarif sebesar Rp5.000 per orang. Sementara itu, jika ingin naik kano kamu akan bayar tarif Rp20.000 per orang.

Ada pula alternatif untuk menggunakan perahu motor nelayan, di mana kamu harus membayar sebesar Rp5.000  per orang jika ingin berkeliling laguna selama 30 menit. Perlu diketahui bahwa harga-harga tersebut bisa mengalami kenaikan pada musim liburan. Jadi, sebaiknya kamu membawa uang lebih untuk berjaga-jaga.

Jangan lupa membawa kamera saat liburan ke Pantai Glagah, apalagi jika kamu datang saat senja. Pantai Glagah terkenal memiliki pemandangan sunset yang menakjubkan, jadi pastikan kamu mengabadikan momen tersebut. Jangan tunggu lebih lama lagi, jadikan momen liburan ke Yogyakarta semakin seru dan berkesan dengan memasukkan Pantai Glegah ke daftar destinasi wisatamu!

4 Shares
Share4
Pin
Share
Tweet
+1