Oleh-oleh Istimewa yang Tak Boleh Terlewatkan dari Jogja!

Daerah Istimewa Yogyakarta atau yang akrab disebut Jogja merupakan salah satu provinsi terkenal di Pulau Jawa. Kota ini tak pernah sepi pengunjung karena masih menjadi destinasi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara. Sesuai slogan pariwisata “Never Ending Asia”, Jogja selalu berhasil memikat pelancong lokal maupun mancanegara dengan atraksi budaya, wisata kota, maupun keramahan masyarakat setempat.

Keramaian alun-alun, suasana tempat makan angkringan, serta alunan musik yang dimainkan seniman jalanan seringkali membuat kita enggan cepat-cepat pulang. Tak hanya merasakan pengalaman berkesan, kamu pun bisa membawa buah tangan khas untuk mengakhiri liburan di kota istimewa ini. Berikut adalah daftar oleh-oleh spesial asal Jogja yang wajib kamu beli:

Gudeg kalengan

Bila ditanya tentang kuliner yang paling identik dengan Jogja, sudah pasti gudeg jawabannya. Olahan nangka muda berwarna cokelat tua yang dimasak dengan santan dan disajikan bersama sambal goreng krecek ini memang sangat mudah ditemukan. Bahkan, beberapa warung nasi gudeg yang merupakan warisan lintas generasi di kota ini sudah berusia hampir satu abad.

Tak cuma dijual dalam bentuk besek maupun kendil, kuliner yang satu ini juga tersedia dalam bentuk kalengan. Masa kedaluwarsa gudeg ini bisa mencapai setahun tanpa mengurangi cita rasanya. Oleh karena itu, gudeg kalengan cocok dijadikan oleh-oleh, terlebih bagi kamu yang memiliki perjalanan cukup panjang.

Bakpia Pathok

Bakpia Pathok
Bakpia Pathok (Sumber: Shutterstock)

Belum ke Jogja kalau tidak membawa oleh-oleh bakpia, begitulah kata banyak orang. Sebagai kue yang wajib dibawa dari Jogja, ketenaran Bakpia Pathuk menang tak perlu diragukan lagi. Mulanya, kue yang dipengaruhi budaya China ini hanya diproduksi dalam jumlah terbatas di sebuah desa bernama Pathuk pada awal abad 20an.

Ternyata, kue dari campuran kacang hijau dan gula yang dibungkus dengan tepung ini semakin dinikmati oleh banyak kalangan masa kini. Oleh karena itu, inovasi pun terus dilakukan dalam segi variasi isi bakpia, mulai dari kacang hijau, keju, cokelat, durian, hingga green tea.

Geplak dan yangko

Geplak Jogja
Geplak dan Yangko (Sumber: Wikipedia)

Selain bakpia, ada juga oleh-oleh manis lainnya yang terbuat dari olahan ketan bernama geplak dan yangko. Geplak adalah kue berwarna-warni khas Kota Bantul yang dibuat dari adonan kelapa, tepung, dan gula dengan bentuk bola kecil. Sementara itu, yangko memiliki bentuk kotak dan tekstur lebih kenyal dibanding geplak. Yangko juga memiliki berbagai varian rasa,  yakni original (campuran kacang yang dicincang), melon, semangka, dan stroberi.

Salak pondoh

salak pondoh jogja
Salak Pondoh (Sumber: Shutterstock)

Oleh-oleh khas lainnya adalah buah salak. Sudah sejak lama, wilayah Sleman, tepatnya lereng Gunung Merapi dikenal sebagai sentra budidaya salak pondoh. Tak hanya memborong buahnya saja, kamu juga bisa mengunjungi agrowisata salak pondoh yang tersebar di wilayah ini. Serunya lagi, kamu juga diperbolehkan memetik buah salak untuk dijadikan oleh-oleh atau dimakan langsung. Rasanya yang legit akan membuat siapa saja yang memakannya ketagihan.

Walang goreng


Pernahkah kamu mencoba camilan berbahan dasar serangga? Jika belum dan penasaran ingin mencicipi, kamu wajib membawa pulang walang (belalang) goreng yang terkenal dari Gunungkidul.

Walang goreng bisa dijadikan sebagai lauk lezat yang memiliki kandungan protein tinggi. Oleh-oleh ini tersedia dalam tiga pilihan rasa, yaitu pedas, gurih, dan bacem. Hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp30.000, kamu bisa membawa pulang satu stoples camilan unik ini.

Keripik welut

Sebelum meninggalkan Jogja, tak ada salahnya untuk mampir ke Pusat Kuliner Belut Godean, Sleman yang berjarak sekitar delapan kilometer dari pusat kota. Di sini, kamu bisa menemukan puluhan penjual keripik welut (belut) yang renyah dan lezat.

Harga yang dipatok mulai dari Rp70.000 per kilogram, tergantung ukuran dan campuran tepung yang dilumuri. Selagi menunggu proses pembungkusan, kamu bisa mencoba beragam makanan berat olahan belut lainnya yang ditawarkan di pusat kuliner ini, seperti mangut welut, pepes welut, sego welut, juga sambal penyet welut.

Cokelat Monggo

Coklat Monggo Jogja
Coklat Monggo (Sumber: Flickr – Lia Soehartono)

Bagi pencinta cokelat, saya punya satu rekomendasi yang harus kamu coba dan dijadikan oleh-oleh bernama Cokelat Monggo. Awalnya, produk ini dibuat oleh sekelompok warga lokal dan ekspatriat asal Belgia karena minimnya cokelat batangan berkualitas di Indonesia. Kemudian, lahirlah produk Cokelat Monggo pada tahun 2005.

Cokelat ini memiliki pilihan rasa, seperti stroberi, karamel, susu, durian, dan mangga. Dengan produksi utama yang dipusatkan di pabrik daerah Kotagede, Cokelat Monggo bisa menjadi alternatif oleh-oleh khas yang patut dicoba.

Jogja Scrummy

Saat ini, bisnis oleh-oleh garapan artis ibu kota kian berkembang, termasuk di Jogja. Jogja Scrummy, salah satu bisnis kuliner milik aktor Dude Harlino ini sudah memiliki beberapa gerai yang selalu ramai pembeli. Jogja Scrummy merupakan perpaduan antara brownies, krim, dan lapisan pastri berbentuk persegi panjang.

Ada berbagai pilihan rasa yang ditawarkan, mulai dari cokelat, keju, talas, srikaya, karamel, hingga mangga. Kue yang memiliki masa kedaluwarsa selama seminggu ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp45.000 per kotak.

Mamahke Jogja

Selain Jogja Scrummy, ada pula oleh-oleh serupa bernama Mamahke Jogja milik pasangan selebriti Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo. Mamahke memiliki bentuk, tekstur, dan komposisi yang tak jauh berbeda dengan Jogja Scrummy. Adapun varian rasa yang ditawarkan, antara lain tiramisu, red velvet, green tea, cokelat, cokelat pisang, cokelat keju, dan kacang hijau. Harga satu kotak Mamahke Jogja sekitar Rp50.000. Cukup terjangkau, bukan?

Batik Jogja

Batik Jogja
Batik Jogja (Sumber: Shutterstock)

Memborong batik tetap menjadi aktivitas yang tidak boleh dilewatkan. Ada banyak pilihan tempat yang bisa kamu jelajahi untuk berbelanja batik di Jogja dengan harga yang cukup beragam. Ada Pasar Beringharjo, Malioboro, juga perkampungan batik Ngasem dan Giriloyo. Selain dalam bentuk lembaran kain, di lokasi-lokasi tersebut kamu juga bisa membeli batik yang sudah dihasilkan menjadi kemeja, daster, gaun, bahkan tas dengan motif unik.

Pernak-pernik kerajinan Malioboro

Kerajinan Tangan Jogja
Kerajinan Tangan Jogja (Sumber: Shutterstock)

Sebagai salah satu ikon kota, Jalan Malioboro menjadi “surga” segala jenis barang, hidangan, dan kerajinan unik. Berbagai benda yang paling banyak ditemukan di sepanjang jalan ini adalah mainan-mainan berbahan dasar kayu yang dihasilkan menjadi bentuk mobil, perahu, alat musik, gantungan kunci, dan masih banyak lagi.

Pernak-pernik tersebut sangat cocok dijadikan sebagai oleh-oleh untuk kerabat terdekat. Agar lebih leluasa mencari oleh-oleh di sini, sebaiknya kamu berjalan kaki saja. Jika enggan berjalan kaki, alternatif kendaraan yang bisa kamu pilih adalah becak dan delman.

Gerabah Kasongan

Gerabah Jogja
Gerabah (Sumber: Wikipedia)

Tak melulu soal batik dan kuliner, Jogja juga bisa menjadi tempat yang menyenangkan bagi para pemburu barang antik. Berbagai barang berupa guci, vas bunga, patung, serta kerajinan tanah liat lainnya bisa dengan mudah kamu temui di Jalan Raya Kasongan (Desa Wisata Kasongan). Selain bisa memborong pernak-pernik untuk dijadikan oleh-oleh, kamu juga bisa melihat proses pembuatan gerabah atau tembikar langsung oleh sang pengrajin.

Suvenir perak Kotagede

Souvenir Perak
Souvenir Perak (Sumber: Shutterstock)

Jika Kasongan dikenal dengan seni gerabah, maka Kotagede populer karena kerajinan seni peraknya. Seni mengukir, mengolah, dan menempa perak sudah dikuasai penduduk secara turun temurun sejak lama di wilayah ini. Dari kegiatan tersebut, berbagai barang berupa anting, cincin, kalung, serta miniatur patung berbahan perak dihasilkan dengan sangat apik.

Harga yang ditawarkan bervariasi, tergantung pada ukuran, motif, serta tingkat kerumitan pembuatan. Karena kualitas yang baik, berbagai kerajinan perak asal Kotagede pun sudah banyak diekspor ke mancanegara.

Barang antik Pasar Beringharjo

Beringharjo
Barang Antik Pasar Beringharjo

Selain menjadi tempat yang pas untuk berburu kuliner dan berbelanja batik, kamu juga bisa menemukan beberapa tempat yang khusus menjual barang-barang antik di Pasar Beringharjo. Bagi penggemar benda-benda antik, kamu bisa membeli porselen, patung-patung dewa, arca, juga perabot rumah tangga tempo dulu berupa lampu gantung dan setrika uap di sini. Jika sudah yakin ingin membeli barang tersebut, jangan lupa menawar harga, ya.

Kaus Dagadu

Kamu pasti sudah tidak asing dengan kaus dan benda-benda unik dari Dagadu, bukan? Dengan ragam gambar dan kata-kata yang kreatif, tak berlebihan kalau Dagadu disebut sebagai cenderamata utama khas Jogja. Sebelum pulang ke kota asalmu, sempatkan untuk mampir dan membeli kaus, sandal, gantungan, juga stiker dijadikan oleh-oleh. Siap-siap jika kamu akan kalap memilih banyak barang unik di sini, ya!

***

Selain banyaknya pengalaman berkesan, ada beberapa oleh-oleh khas bisa kamu bagikan ke teman-teman terdekat saat pulang berlibur dari Jogja, seperti kuliner, kerajinan tangan, dan pernak-pernik unik lainnya. Lalu, tunggu apa lagi? Segera masukkan Jogja sebagai destinasi wisata kamu selanjutnya! Jangan lupa pula ikuti terus tulisan di Blog Traveloka untuk mendapatkan rekomendasi wisata terlengkap dari berbagai daerah tujuan lainnya!

1 Shares
Share1
Pin
Share
Tweet
+1