15 Tempat Wisata di Yogya Ini Bisa Perkaya Wawasan Budayamu

Untuk urusan vakansi, Yogyakarta merupakan destinasi yang selalu menarik untuk dikunjungi. Bagaimana tidak? Kota satu ini memiliki kekayaan budaya yang sangat kental dan menyimpan banyak sejarah. Siapa pun berlibur ke Yogya, pasti pulang dengan pengalaman baru yang selalu berkesan.

Oleh karena itu, tak ada salahnya jika kamu menjadikan perjalanan wisata ke Kota Gudeg kali ini untuk memperkaya wawasan budaya. Traveloka merekomendasi 15 tempat wisata di Yogya ini untuk kamu kunjungi! Berikut ulasannya:

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Keraton Yogyakarta
Keraton Yogyakarta (Sumber: Shutterstock)

Inilah pusat pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta. Istana kesultanan ini merupakan destinasi wajib untuk kamu yang ingin mengenali budaya dan sejarah Yogyakarta. Berada di Jalan Rotowijayan Blok No 1, kamu bisa menempuh perjalanan ke keraton ini sekitar 10 berkendara dari Jalan Malioboro. Sebagian besar area keraton berfungsi sebagai museum dengan koleksi mulai dari benda-benda milik kesultanan, replika pusaka, alat musik, hingga berbagai hadiah dari raja-raja Eropa yang pernah berkunjung. Selain mengenal benda-benda bersejarah, kamu juga bisa menonton pertunjukan seni dan upacara adat. Di sini,  kamu bisa mengagumi tampilan arsitektur istana Jawa terbaik, lho!

Rumah Budaya Tembi

Rumah budaya yang berada di Kabupaten Bantul ini merupakan tempat yang bisa kamu kunjungi untuk menikmati kisah sejarah dan budaya Jawa dalam suasana yang sangat asri. Di sini, banyak kegiatan seni masyarakat lokal ditampilkan untuk menghibur pengunjung. Agar mendapatkan pengalaman lebih, sebaiknya kamu bermalam dalam “bale inap” yang terdapat di dalam kawasan rumah budaya. Suasana penginapan tersebut sangat nyaman dan khas Jawa. Nikmati hari-harimu di sini dengan mengikuti program budaya, menyantap hidangan tradisional, membaca buku di perpustakaan, dan mengunjungi Desa Tembi.

Desa Wisata Krebet

Desa Krebet juga berada di kawasan Bantul. Desa satu ini terkenal sebagai sentra kerajinan batik kayu. Semua proses pembatikan kayu dilakukan secara manual oleh para pengrajin lokal. Hasil kerajinan tersebut biasanya tersedia untuk kebutuhan suvenir pesta dan dekorasi rumah. Ikutilah kelas membatik kayu langsung dari ahlinya, lalu dilanjutkan dengan menginap di homestay yang sudah disediakan pengelola. Kamu juga bisa menikmati makanan khas Yogya yang dimasak langsung oleh penduduk desa di sini. Cita rasanya terjamin sedhep!

Desa Wisata Kasongan

Masih di kawasan Bantul, kamu juga bisa pelesir ke Desa Kasongan. Desa satu ini secara khusus terkenal sebagai sentra gerabah di Yogyakarta. Selepas memasuki gapura merah besar sebagai pintu masuk desa, kamu akan melihat toko-toko penjual gerabah di sepanjang kanan dan kiri jalan. Di beberapa toko, kamu bisa turut singgah dan melihat langsung proses para pengrajin lokal menciptakan gerabah-gerabah cantik. Desa yang sudah ada sejak kurang lebih abad ke-17 ini selalu menyediakan program wisata budaya bagi wisatawan. Kamu bahkan bisa mengajukan kursus membuat gerabah eksklusif dengan jangka waktu mulai dari satu bulan. Menarik, bukan?

Desa Wisata Kebon Agung

(Instagram @jogjamuseumsociety. Link https://www.instagram.com/p/BCeNZAnk0Bg/?taken-by=jogjamuseumsociety)

Desa Wisata Kebon Agung adalah tempat terbaik untuk mengenal sejarah dan budaya agraris tanah air. Di desa ini, terdapat Museum Tani Jawa Indonesia yang menyimpan koleksi beraneka alat pertanian dari era tahun 1930an. Sebagai sebuah desa wisata, Kebon Agung tak hanya menawarkan kunjungan museum bagi para wisatawan. Di sini, kamu juga bisa langsung belajar bertani di sawah setempat bersama para petani lokal. Selepas bertani, coba juga belajar membatik, belajar seni musik karawitan atau gamelan, dan mbuntel tempe. Malam harinya, jangan sampai kamu melewatkan kesempatan untuk menonton langsung pertunjukan musik Gejog Lesung dan Nini Thowong, ya.

Desa Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran

Desa Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran (Sumber: Gunungapipurba.com)

Bicara soal desa wisata Yogyakarta, tentunya desa yang berada di kabupaten Gunung Kidul ini harus kamu singgahi. Desa Nglanggeran merupakan “Desa Wisata Terbaik di Indonesia” versi ASEAN CBT Award 2017. Desa ini menawarkan program live-in, di mana peserta dapat menginap di rumah warga dan melakukan aktivitas selayaknya penduduk lokal. Selama program ini berlangsung, kamu bisa belajar bertani dan berkebun kakao, juga belajar membudidayakan bunga krisan. Selain itu, kamu juga akan diajak untuk mengunjungi tiga destinasi unggulan desa, yakni kawasan ekowisata Gunung Api Purba, Air Terjun Talang Purba dan Kedung Kandang, serta Embung Nglanggeran. Puas!

Museum Affandi

Mengenali seni budaya di Yogya tentu tak sempurna jika kamu belum mengetahui maestro seni lukisnya. Bertempat di Jalan Laksda Adisucipto, maestro seni lukis Indonesia, Affandi, mendirikan studio lukis yang kini dinamakan Museum Affandi. Museum lukisan ini merupakan rumah untuk 300 lebih lukisan karya Affandi, ditambah dengan beragam lukisan dari maestro Indonesia lainnya, termasuk keluarga Affandi sendiri. Selain lukisan penuh warna, arsitektur museum yang unik hingga lokakarya melukis adalah hal menarik yang siap memanjakanmu di sini. Kamu juga bisa booking waktu untuk menonton keluarga Affandi melukis secara langsung.

Museum Ullen Sentalu

 

Museum Ullen Sentalu adalah tempat yang tepat untuk kamu mengenali kebudayaan Jawa sembari menikmati kesegaran kota. Museum yang berdiri di area seluas 1,2 hektar ini memiliki ruang pameran, toko kerajinan, dan restoran. Arsitektur museum pun dibuat sedemikian rupa agar para tamu dapat merasakan aura kemegahan kebudayaan leluhur. Koleksi benda seni di sini berupa lukisan, foto-foto sejarah kebudayaan Mataram, arca era Kerajaan Hindu-Buddha, karya sastra, hingga kain batik Belanda dan koleksi etnografi era Mataram Islam. Pastikan kamu mengikuti tur wisata di museum untuk mendapatkan informasi lebih lengkap terkait kebudayaan, ya!

Museum Sisa Hartaku Merapi

Museum Merapi Jogja
Museum sisa hartaku setelah erupsi Merapi (Sumber: Shutterstock)

(Instagram @desdentado_lavatour. Link https://www.instagram.com/p/BXZIkjjgE2H/)  

Destinasi satu ini terbilang sangat unik. Bukan hanya mengetahui sejarah dan budaya tempo dulu, di sini kamu bisa menyaksikan memorabilia dari peristiwa kelam Yogya akibat bencana alam. Museum Sisa Hartaku Merapi adalah tempat sederhana di sisi selatan Lereng Merapi yang menampilkan sisa-sisa harta penduduk lokal yang dilalap letusan Gunung Merapi. Selain itu, kamu juga bisa melihat berbagai barang yang kini tinggal kerangka, mulai dari perabotan rumah tangga, jam dinding, sepeda motor, hingga dua ekor sapi.

Malioboro

Malioboro Yogyakarta
Jalan Malioboro (Sumber: Shutterstock)

Untuk melihat kehidupan masyarakat Jogja di perkotaan, Jalan Malioboro adalah destinasi selanjutnya yang wajib kamu kunjungi. Kawasan wisata unggulan satu ini adalah pusat keramaian, di mana kamu bisa melihat langsung kesibukan masyarakat setempat. Di sini, terdapat pusat penjualan dan kerajinan batik, mulai dari yang tradisional sampai yang modern. Hal-hal lain yang dapat kamu lakukan di Jalan Malioboro adalah mengenali kekayaan kuliner khas pinggiran jalan, berkeliling naik becak, membatik dengan pengrajin lokal, bahkan menghampiri pusat pembuatan Bakpia Pathuk.

Museum Batik dan Sulaman Yogya

Batik adalah kekayaan budaya (berupa benda) yang paling khas. Untuk itu, kamu harus mengenali kebudayaan ini apabila mengunjungi Yogyakarta. Tempat terbaik untuk melakukannya adalah di Museum Batik dan Sulaman Yogyakarta yang berada di Jalan Dr. Sutomo. Museum yang sudah berdiri sejak tahun 1977 ini adalah rumah penyimpanan beragam kain batik dan sulaman khas Yogya maupun daerah lain di tanah air. Selain kain batik, koleksi museum ini juga termasuk pada peralatan membatik dan sulaman. Saat kamu di sini, jangan lupa untuk ikut dalam workshop membatiknya, ya!

Desa Wisata Banyusumurup

(Instagram @mekarcommunity. Link https://www.instagram.com/p/BOEo_3YBTtb/)

Puas mengenali batik, kini saatnya kamu menggali pengetahuan tentang kerajinan keris di Desa Banyusumurup. Desa yang berada di kawasan Imogiri, Bantul ini adalah sentra kerajinan keris yang cukup populer. Di desa ini, kamu bisa bertemu dengan Empu (pembuat keris kramat) yang konon mewariskan ilmu membuat keris dari Empu era Kerajaan Majapahit. Pastikan kamu berkesempatan mengobrol dengan Empu tersebut untuk mengikuti kisah sejarah dan memahami filosofi keris. Usai berbincang dengan Empu, saksikanlah para pengrajin menempa dan membentuk kerisnya. Kamu pun boleh mengajukan diri untuk membuat keris jika memiliki nyali besar. Pastinya, kamu akan mendapatkan pengalaman lebih berkesan!

Kampung Ketandan

#kampungketandan #kampungketandanjogja #chinesefestival #yogyakarta #jogjakarta

A post shared by Yuyunt (@yuyuntgram) on

(Instagram @yuyuntgram. Link https://www.instagram.com/p/BQP8XW0j4OD/)

Kampung ini adalah Pecinan bagi masyarakat lokal. Berada di sekitar kawasan Malioboro, Kampung China ini tentu menjadi destinasi tepat bagi kamu yang ingin memahami kebudayaan Tiongkok di Yogyakarta. Selain mengagumi kekhasan arsitektur dan kehidupan sosial masyarakat etnis Tionghoa, kamu pun bisa berwisata belanja sembari mengenali kisah sejarah perekonomian kota ini. Di sini, kamu juga akan melihat langsung contoh nyata dari toleransi multietnik.

Museum Sonobudoyo

Museum Sonobudoyo Jogja
Museum Sonobudoyo (Sumber: Shutterstock)

Berdiri di pusat kota, museum yang menampilkan arsitektur khas rumah Joglo ini menyimpan koleksi khusus pengembangan dan bimbingan edukasi budaya. Kamu bisa mengeksplorasi berbagai bidang pengetahuan melalui koleksi yang ada. Berbagai koleksi tersebut mewakili banyak bidang ilmu, mulai dari geologi, biologi, etnografi, historika, filologika, seni rupa, numismatika, keramologika, hingga teknologi. Setelah puas menyaksikan koleksi yang ada, jangan lewatkan Pagelaran Wayang yang diselenggarakan setiap malam (Senin-Sabtu) pukul 20:00.

Desa Wisata Manding

Desa Wisata Manding Jogja
Desa Wisata Manding (Sumber: PanchoNgaco)

Berada di kawasan Bantul, Desa Manding merupakan sentra kerajinan kulit yang populer sejak tahun 1957. Jika ingin menikmati pengalaman budaya yang autentik, kamu perlu menelusuri jalan-jalan kecil perdesaan. Di sana, kamu bisa melihat banyak rumah produksi, di mana seniman kulit lokal tengah asyik mengerjakan berbagai kerajinan. Kamu bisa memesan produk kulit apa pun, bahkan mengajukan permintaan khusus (custom). Sembari menunggu pesanan diselesaikan, kamu bisa memotret para pengrajin yang sedang memotong, membentuk pola, menjahit, dan mengukir kulit sapi menjadi sebuah produk lokal berkualitas.

Tentu akan terasa menarik dan menyenangkan jika kamu bisa mendapatkan pengalaman baru tentang beragam budaya tanah air dalam satu kota saja. Apalagi, perjalanan wisata di Yogyakarta saat ini sudah semakin mudah dengan adanya dukungan Traveloka. Tak hanya menyediakan tiket transportasi dan akomodasi termurah, Traveloka saat ini turut menyediakan beragam tiket rekreasi dan aktivitas wisata di Yogya. Yuk, jelajahi budaya negeri sendiri! Jangan lupa ajak juga orang sekitarmu agar  berwisata budaya ke Yogya semakin ramai dan seru!

10 Shares
Share10
Pin
Share
Tweet
+1