Gunung Butak, Pendakian Menantang di Timur Jawa

Gunung Butak, Pendakian Menantang di Timur Jawa

Bagi yang suka mendaki gunung atau trekking di alam bebas, tidak ada salahnya kamu berkunjung ke Gunung Butak. Gunung ini mungkin belum populer di kalangan pendaki. Namun jangan salah, pemandangan alam yang ditawarkan Gunung Butak akan membuat siapa saja terpikat.

Terletak di Jawa Timur, gunung tipe stratovolcano (gunung berapi komposit) ini cocok bagi pendaki pemula karena memiliki rute pendakian dengan tingkat kesulitan sedang. Gunung Butak pun memiliki ketinggian 2.868 mdpl, cukup rendah dibanding gunung-gunung lain di Jawa Timur seperti Gunung Semeru dan Gunung Raung.

Untuk mengetahui informasi lengkap tentang Gunung Butak, yuk simak ulasan berikut ini!

Keistimewaan Gunung Butak

Siapa pun dijamin tak akan menyesal setelah mendaki Gunung Butak. Keindahan pemandangan yang ditawarkan pada jalur dan puncaknya akan membuatmu langsung terpesona. Tak percaya? Berikut daya tarik yang dimiliki Gunung Butak:

Memiliki sabana yang luas

(Sumber: @negwandini)

Jika kamu mencari panorama padang rumput yang luas, mendaki Gunung Butak adalah pilihan yang tepat. Gunung di Jawa Timur ini memiliki sabana yang dipenuhi hamparan bunga edelweiss. Datanglah sekitar bulan Juli Agustus untuk menikmati bunga edelweiss yang sedang bermekaran.   

Sabana yang terletak di puncak Gunung Butak ini sangatlah luas, kamu pun bisa menikmati panorama perbukitan di sekelilingnya. Kontur tanah yang datar juga membuat sabana ini kerap digunakan area kemah dan istirahat para pendaki. Ada pula sumber air bersih yang bisa digunakan para pengunjung.

Pemandangan puncak yang indah

(Sumber: @santanagilang)

Jalur menuju Gunung Butak memang dikenal sulit. Akan tetapi semua lelah kamu akan terbayar saat berhasil sampai di puncak gunung. Pemandangan alam yang indah akan muncul di hadapanmu. Dari sini, kamu dapat melihat pemandangan Gunung Arjuno yang tampak jelas berdiri gagah dan berselimut awan putih saat cuaca cerah.

Di pagi hari, puncak Gunung Butak adalah spot terbaik untuk menikmati matahari terbit. Adanya samudera awan pun seolah menambah pesona matahari terbit. Panorama tersebut tentu akan menjadi objek foto menarik untukmu dan kerabat.

Lokasi dan akses menuju Gunung Butak

(Sumber: @erni.isaan)

Gunung yang masuk gugusan Gunung Putri ini berada di perbatasan Kabupaten Blitar dan Malang. Meskipun tergolong cukup rendah di antara gunung lainnya di Jawa Timur, Gunung Butak juga menawarkan trek yang menantang. Tersedia beberapa jalur resmi pendakian Gunung Butak, yaitu jalur pendakian via Panderman dan Sirah Kencong.

Jalur Panderman adalah rute yang kerap dipilih pendaki karena memiliki medan yang cukup landai, meski tergolong jauh. Sementara jalur Sirah Kencong yang dapat ditempuh lebih cepat, justru memiliki karakteristik jalur yang lebih ekstrem. Tak hanya itu, jalur Sirah Kencong juga tidak memiliki sumber mata air sehingga kamu harus menyiapkan logistik dengan baik.

Jalur naik via Panderman

Panderman berada di Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Batu, Malang. Jalur ini merupakan rute favorit kalangan pendaki karena memiliki medan yang landai. Jalur ini juga menawarkan beragam panorama indah yang bisa kamu nikmati.

Jalur Panderman diawali dengan rute yang sama seperti menuju Gunung Panderman. Setelah melalui jalan paving block dan jalur berbatu, kamu akan menemukan persimpangan menuju Gunung Panderman dan Gunung Butak. Ambillah jalur kanan kanan untuk meneruskan perjalanan menuju puncak Gunung Butak.

Setelah itu, pendakian akan melewati trek yang bervariasi seperti jalan tanah yang landai hingga menanjak dan menyusuri ladang penduduk. Kamu juga akan masuk ke area hutan yang rimbun hingga sampai di Pos 1. Selama perjalanan, pastikan kamu memperhatikan petunjuk jalan karena banyaknya jalan bercabang. Ikuti saja petunjuk berupa tali atau pita yang dipasang di pohon pada beberapa titik jalur pendakian.

Jalur menuju Pos 2 merupakan jalur tanah yang berkelok, landai, serta sesekali tanjakan dan turunan. Trek pendakian seperti ini akan terus kamu lewati hingga sampai di Pos 3. Setelah itu, kamu bisa melanjutkan perjalanan menuju Pos 4 yang didominasi jalur menanjak.

Perjalanan menuju puncak akan semakin dekat setelah melewati Pos 5. Kamu harus terlebih dulu melalui jalanan menanjak untuk sampai di sabana. Sabana tersebut juga bisa menjadi lokasi berkemah ataupun beristirahat sebelum tiba di puncak Gunung Butak.

Jalur naik via Sirah Kencong

Sirah Kencong adalah area perkebunan teh milik Persero Perkebunan Bantaran PTPN XII yang terletak di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Blitar. Karenanya, kamu harus melalui perkebunan teh saat mengambil jalur pendakian via Sirah Kencong. Di ujung perkebunan teh, kamu akan menemukan area tanah lapang yang menjadi gerbang utama masuk ke hutan. Daerah yang dikenal bernama Wukir ini merupakan gerbang awal pendakian Gunung Butak.

Mulai dari sini, kamu akan menghadapi rintangan pendakian yang sesungguhnya. Kamu akan segera menemui tanjakan curam selama melewati hutan. Nantinya, kamu akan sampai di Pos 1 yang ditandai oleh plang petunjuk lokasi di batang pohon. Lokasi pos yang berada di area datar membuat Pos 1 cocok dijadikan sebagai area kemah atau beristirahat.

Untuk sampai di puncak, kamu harus melalui 5 pos yang tersedia. Seluruh jalur di sini, didominasi oleh tanjakan dengan pemandangan pepohonan pinus. Pastikan untuk mengatur energi dan napas kamu agar perjalanan bisa tetap aman dan lancar.

Pos 5 adalah pos terakhir dari pendakian via Sirah Kencong. Dari sini, puncak Gunung Butak sudah mulai terlihat. Perjalanan menuju puncak pun tak seberat sebelumnya hingga kamu sampai di sabana. Selain menjadi area kemah, sabana di sana juga menjadi habitat bunga edelweiss. Dari sabana, kamu hanya perlu melanjutkan perjalanan sebentar untuk sampai di pundak Gunung Butak.

Fasilitas dan akomodasi di Gunung Butak

(Sumber: @tropis_nusantara)

Di Gunung Batak fasilitas yang tersedia tergolong minim. Di Pos Panderman, kamu hanya akan menemukan sarana informasi pendakian dan lahan parkir kendaraan bermotor. Begitu pula sarana di Pos Sirah Kencong yang hanya ada informasi pendakian, lahan parkir, dan beberapa warung penjual makanan.  

Harga tiket masuk dan jam operasional

(Sumber: @erni.isaan)

Saat akan memulai pendakian di Gunung Butak, kamu harus melakukan registrasi dan membayar tiket masuk sebesar Rp10.000 per orang. Ada pula biaya tambahan bagi yang membawa kendaraan, yakni Rp5.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil.

Mengenai jam operasional, Gunung Butak buka selama 24 jam setiap harinya sehingga kamu bebas mendaki kapan pun. Meski begitu, waktu yang disarankan untuk mendaki adalah pada pukul 10:00 – 13:00 dan 18:00 – 19:00.

Menantang tapi mempesona, itulah Gunung Butak. Mengingat keindahan alam yang ditawarkan, rasanya setimpal dengan rintangan yang kamu temukan selama perjalanan menuju puncak. Jika kamu ingin membuktikan keindahan alam dan sensasi jalur pendakiannya, segeralah mendaki Gunung Butak. Liburan akhir tahun sebentar lagi, yuk jadikan Gunung Butak sebagai destinasi wisata kamu!

 

2 Shares
Share2
Pin
Share
Tweet
+1