Ho Chi Minh City: Tips Setibanya di Bandara untuk “Backpacker”

rizkidwika
By rizkidwika 27 March 2017

Artikel ini merupakan kontribusi dari pembaca*

Maret 2017 menjadi momen pertama kalinya saya melakukan perjalanan backpacking ke luar negeri, setelah selama 22 tahun ini hanya berkesempatan mengunjungi 14 provinsi berbeda di Indonesia. Di antara banyaknya destinasi populer di Asia, saya memilih yang bisa dibilang lebih sepi pengunjung, yaitu Saigon. Ah, maksud saya Ho Chi Minh City (nama populernya sekarang).

Berbekal tiket promo dengan harga sekitar Rp1.000.000 untuk perjalanan pulang pergi, saya memulai petualangan ini. Perjalanan ke Ho Chi Minh City ditempuh dalam waktu empat jam, dua jam JakartaKuala Lumpur, dan dua jam Kuala Lumpur – Ho Chi Minh City.

Momen saat baru tiba di bandara menjadi krusial bagi backpacker seperti saya karena harus melakukan beberapa hal seperti menukarkan uang, beli kartu SIM, dan lain-lain.


1. Menukar mata uang

Terminal kedatangan bandara. (Sumber: Dok. Pribadi)

Hal pertama yang langsung saya lakukan begitu selesai mengurus formulir kedatangan di imigrasi bandara adalah segera menukar uang ke mata uang setempat, yaitu dong, secara internasional disebut VND. Di Tan Son Nhat International Airport, ada banyak loket penukaran uang yang tersebar di lantai dua dan dasar lobi kedatangan bandara. Jangan khawatir, nilai tukar yang ditawarkan setiap counter pun relatif tidak berbeda jauh.

Sebagai informasi, dong memiliki nilai tukar yang lebih rendah dibanding dolar dan rupiah. Bila dikonversi, 1 USD setara dengan VND 22.270 (per 1 Maret 2017), hampir dua kali lipat nilai tukar rupiah. Meski begitu, perlu diingat bahwa mereka tidak menerima penukaran langsung dari rupiah. Ada baiknya kita menukar dolar dahulu di tanah air, baru menukarkannya lagi ke dalam bentuk dong di bandara.


TIPS:
(+) Membawa cukup uang dalam bentuk dolar.
(+) Meminta pecahan uang yang beragam (mayoritas uang yang beredar di Vietnam adalah uang kertas, nominalnya mulai dari pecahan VND 1000 hingga yang terbesar, VND 500.000).
(-) Hindari menukarkan mata uang selain dolar (di beberapa lokasi, penukaran ringgit Malaysia masih memungkinkan, sedangkan hampir mustahil untuk penukaran langsung dari mata uang rupiah).
(-) Hindari menukarkan uang tidak dalam bentuk tunai (selain penarikan uang di bank internasional lewat mesin ATM yang biayanya cukup besar, beberapa mesin juga memiliki sistem PIN empat digit yang berbeda dengan yang ada di negara kita).

2. Membeli kartu SIM setempat

Suasana ramai di Tan Son Nhat International Airport. (Sumber: Dok. Pribadi)

Agar tetap bisa eksis dan terhubung dengan teman-teman melalui media sosial, jangan lupa membeli kartu SIM setempat untuk dipasang di smartphone-mu. Ada banyak pilihan operator lokal dengan paket beragam, mulai dari paket internet dengan kuota, unlimited, hingga bonus menelpon internasional, beberapa di antaranya adalah Viettel, Vinaphone, maupun Mobifone. Harga yang ditawarkan pun berbeda-beda, berkisar dari VND 180.000 hingga VND 400.000 untuk paket yang paling mahal, tergantung seberapa lama masa liburanmu di sana.

Masalah koneksi, jangan khawatir. Hampir seluruh pusat kota Ho Chi Minh City sudah terhubung dengan jaringan 4G dengan koneksi yang stabil, begitu pula beberapa kota yang sudah biasa menjadi destinasi wisata dan gerbang masuk lainnya untuk masuk ke Vietnam, seperti Hanoi, Da Nang, maupun Nha Trang. Meski demikian, jangan lupa untuk selalu memanfaatkan fasilitas WiFi gratis di hotel maupun hostel untuk mencegah habisnya kuota saat bepergian ke pelosok negeri lainnya.


TIPS:
(+) Membandingkan harga tidak hanya dari satu konter saja. Ada banyak kios di terminal kedatangan internasional bandara yang menawarkan paket beragam pilihan.
(+) Menanyakan dengan jelas mengenai kuota yang ditawarkan. Dari pengalaman saya, ada konter yang mengaku menjual paket unlimited, tapi habis di pemakaian hari ketiga.
(+) Membawa pinset agar lebih mudah mengeluarkan kartu SIM micro maupun nano dari tanah air.
(-) Hindari terburu-buru memilih paket internet. Demi menghemat, ada baiknya untuk mengecek harga dari beberapa kios dan operator, baru kemudian memutuskan akan membeli paket yang sesuai kebutuhanmu.

3. Makan-makan di Bandara

Penampakan pho yang saya nikmati di bandara. (Sumber: Dok. Pribadi)

Saatnya mengisi perut! Makan di bandara, kamu tak perlu khawatir akan mengeluarkan banyak uang karena nilai tukar dong lebih rendah dari rupiah. Di terminal kedatangan, tersedia sejumlah restoran untuk mengisi perut, mulai dari berbagai toko roti dan kafe, gerai makanan cepat saji, hingga restoran khusus pho (dibaca: fuh).

Pho ini adalah makanan khas Vietnam mirip soto yang berisi bihun, daun bawang, daun mint, tauge, dan irisan daging yang disiram kaldu bening dengan aroma rempah, jahe, juga serai. Bagi kamu yang muslim tidak perlu khawatir, jenis pho yang dijual di restoran ini pun hanya tersedia daging ayam dan sapi. Apabila masih merasa kurang yakin dengan campurannya, sepaket ayam goreng yang disajikan di sejumlah restoran di bandara pun bisa menjadi teman pelepas lapar setelah menghabiskan waktu empat jam di perjalanan.

TIPS:
(+) Mencicipi semangkuk pho hangat. Meski dijajakannya di bandara, tapi harga per porsi yang ditawarkan setiap restoran berkisar hanya VND 50.000 atau sekitar Rp30.000 saja!
(+) Bagi traveler yang mencari makanan yang lebih jelas keterangan halalnya, kamu bisa berjalan kaki sedikit ke arah pusat perbelanjaan bandara di seberang terminal kedatangan, di mana terdapat berbagai pilihan gerai restoran cepat saji yang menjual menu khusus ayam.
(-) Bagi traveler muslim, sebaiknya tidak membeli makanan di restoran yang menjual menu ayam dan daging-daging lainnya sekaligus (misalnya gerai burger cepat saji) karena bisa jadi ada alat maupun bahan yang tercampur pada saat proses penyajiannya.

4. Berkendara ke pusat kota

Antrean taksi di luar terminal kedatangan bandara. (Sumber: Dok. Pribadi)

Kelar mengisi perut, kini saatnya untuk check-in ke penginapan yang sudah dipesan melalui Traveloka. Sebagai informasi tambahan, lokasi menginap paling strategis di Ho Chi Minh City adalah kawasan Distrik 1, karena dekat dengan berbagai objek wisata yang ada di Kota Sungai itu. Dari Tanh Son Nhat Internasional Airport sendiri, sedikitnya terdapat tiga pilihan transportasi yang bisa digunakan untuk sampai ke pusat kota Ho Chi Minh City.

Pilihan pertama adalah bus kota. Cukup dengan VND 10.000, kita dapat menuju Distrik 1 dengan murah meriah—tapi, pastikan kita berada di rute bus yang benar dengan menunjukkan alamat ke sopir maupun kondektur bus yang lumayan paham berbahasa Inggris. Biasanya, bus yang menjadi andalan para backpacker adalah bus nomor 152, bus ini akan melewati beberapa jalan besar yang menjadi pusat wisatawan asing, seperti Duong Pham Ngu Lao. Selain itu, bus ini juga cukup nyaman karena sudah ber-AC.

Pilihan kedua yang lebih cepat adalah taksi. Sebelum naik, pertama-tama pilihlah taksi yang menggunakan meteran atau argo karena banyak juga taksi ‘nakal’ yang beroperasi di kota ini. Dengan menggunakan taksi dari bandara ke Distrik 1, biasanya akan menghabiskan sekitar VND 150.000 plus biaya tambahan masuk bandara sebesar VND 10.000, dengan catatan kemungkinan kamu akan menggunakan ‘bahasa Tarzan’ karena tidak semua pengemudi paham bahasa Inggris. Tak apa, justru di sinilah serunya traveling!

Terakhir, jika kamu ditemani orang setempat, taksi online berbasis aplikasi juga bisa dipesan dari bandara, sama halnya dengan di Indonesia. Dengan taksi online, kamu bisa berhemat VND 50.000 dari tarif taksi biasanya, hanya saja kamu harus bisa berbahasa lokal untuk memesan dan menentukan lokasi penjemputannya.

TIPS:
(+) Menggunakan operator taksi terpercaya seperti VINASUN dan MAILINH. Pastikan taksimu menggunakan argometer supaya kamu tidak jadi korban taksi ‘nakal’!
(+) Tunjukkan alamat yang jelas, bisa gunakan alamat hotel yang ada di aplikasi Traveloka kamu, atau bila perlu, bisa sekalian tunjukkan peta ke sopirnya.
(+) Menikmati pemandangan sepanjang bandara menuju kota. Jangan heran karena posisi kemudi dan jalannya kendaraan di Vietnam ada di kanan, kebalikan dari Indonesia!

***

Itulah empat hal yang harus kamu lakukan setibanya di Saigon, bekas ibu kota Vietnam Selatan yang kini berganti nama menjadi Ho Chi Minh City. Setelah melakukan empat hal mendasar tadi, kini kamu kamu resmi menjadi turis di negeri Paman Ho dan siap untuk menjelajahi setiap penjuru negeri pantai timur Indochina ini!

Tulis komentarmu di sini:

Dapatkan Tips dan Informasi Wisata, GRATIS !