Rekomendasi Tempat Wisata di Garut yang Tak Boleh Dilewatkan

Rekomendasi Tempat Wisata di Garut yang Tak Boleh Dilewatkan

Dikenal sebagai sentra industri kulit dan dodol, Garut ternyata menyimpan banyak kekayaan lainnya. Kota yang dikelilingi pengunungan ini menyimpan beragam keindahan alam yang patut dikunjungi. Selain itu, masih ada berbagai sektor yang tak kalah menarik untuk disambangi mulai dari kuliner, wisata budaya, hingga beragam sentra kerajinan tangan.

Meski belum menjadi primadona wisata di Jawa Barat, tak ada salahnya untuk berkunjung ke kota di selatan Jawa Barat ini. Kamu akan disuguhkan cuaca sejuk serta keramahan para warganya. Yuk, simak beberapa rekomendasi aktivitas yang bisa kamu lakukan di Garut!

Wisata kuliner

Ke mana pun perginya, kuliner tentu menjadi salah satu target utama para wisatawan. Selain untuk mengisi perut, jelajah kuliner di suatu daerah pasti akan membawa pengalaman baru untukmu. Rasa, bahan, serta tampilan kuliner yang unik di masing-masing daerah tak pernah gagal untuk menarik para wisatawan.

Berbelanja produk industri makanan

(Sumber: @handoko_aan)

Industri makanan yang paling terkenal di Garut adalah Chocodot. Chocodot merupakan campuran cokelat dan dodol yang dikombinasi dengan bahan-bahan seperti buah, kacang, dan cabai. Sampai saat ini, Chocodot memiliki empat gerai resmi yang bisa kamu kunjungi yaitu D’jieun Tjoklat, Gedoeng Cokelat, Bunderan, dan Campernik.

Ada pula burayot, jajanan khas Garut berbahan dasar adonan tepung beras dan gula merah. Sekilas bentuk burayot menyerupai pangsit goreng, pasalnya makanan ini di goreng dengan menggunakan pangsit sehingga membentuk layaknya kerucut. Rasa burayot manis dan renyah dengan tekstur legit.

Kamu bisa mencicipi jajanan ini di Rumah Industri Burayot yang terletak di daerah Leles, sekitar 1 jam perjalanan dari pusat Kota Garut. Dikenal sebagai kawasan penghasil utama bahan dasar burayot, kamu bisa dengan mudah menemukannya di setiap sudut jalan.

Selain itu, kamu perlu mencicipi jajanan khas Garut, dorokdok (kerupuk kulit). Salah satu penggagasnya adalah Megarasa Kerupuk Kulit yang berdiri sejak tahun 1994. Di industri rumahan ini, kamu bisa melihat proses pembuatan, mencicipi, hingga memborongnya sebagai oleh-oleh. Dorokdok sendiri terbuat dari kulit sapi dan kerbau. Harga yang ditawarkan setiap porsi mulai dari Rp700 hingga Rp5.000. Kamu bisa mengunjunginya di daerah Leles, 45 menit perjalanan dari pusat kota.

Menyantap hidangan khas

(Sumber: @hendry_071178)

Selain berkunjung ke industri rumahan, kamu tentu tak boleh melewatkan wisata kuliner di Garut. Indonesia memang dikenal dengan keberagamannya, begitu pula dengan kulinernya. Salah satunya Garut, yang menawarkan ciri khas kuliner yang patut kamu coba. Soto garut, awug, dan ladu malangbong adalah beberapa menu yang perlu kamu cicipi.

Awug merupakan perpaduan antara tepung beras, gula arena, dan kelapa garut. Makanan ini disajikan dalam bentuk layaknya tumpeng dengan rasa yang manis. Untuk menemukan kuliner ini, kamu bisa mengunjungi daerah Panuwan. Sedangkan, ladu malangbong merupakan makanan berbentuk kue bulat yang terbuat dari gula aren, gula putih, dan kelapa. Tekstur yang dihasilkan ladu cukup kenyal, namun lebih kasar dibanding dodol.

Bagi yang gemar wisata kuliner di malam hari, kamu bisa mengunjungi Pasar Ceplak. Kamu bisa datang pukul 16:00 – 22:00 ke Jalan Siliwangi. Puluhan kedai kuliner bisa kamu temui di sini, mulai dari soto, sate, martabak, hingga gado-gado.

Mencicipi jajanan khas

(Sumber: @vincentiusp)

Satu hal yang tak boleh kamu lupakan dalam daftar wisata kuliner adalah mencoba jajanan asli Garut! Kamu dijamin akan ketagihan dengan segala keunikan dalam camilan yang tersedia. Salah satunya serabi, makanan berbahan dasar tepung beras dan kelapa yang memiliki rasa manis. Untuk mencobanya, kamu bisa mengunjungi kedai serabi di Jalan Raya Rancaekek No 70.

Selain serabi, ada pula dodol, emplod, dan es goyobod yang bisa kamu coba selama di sana. Ragam rasa asin, manis, hingga asam bisa kamu nikmati di tiap sajian yang kamu coba.  

Wisata alam

Salah satu tujuan berlibur tentu untuk melepas penat dengan kesibukan kota. Karenanya, banyak wisatawan memilih untuk mengunjungi wisata alam. Di Garut, kamu bisa dengan mudah menemui objek wisata alam. Dengan wilayah yang dikelilingi pengunungan, membuat Garut kaya akan pesona alam. Simak beberapa tempatnya di sini:

Mandi air panas di Gunung Papandayan

(Sumber: @dnhombing)

Selain Cipanas dan Puncak Darajat, kamu juga bisa menikmati pemandian air panas di kaki Gunung Papandayan, Kecamatan Cisurupan. Belerang yang berasal dari kawah gunung menghasilkan sumber air panas yang bisa dinikmati para pengunjung. Pengelola pun sengaja membuat dua kolam renang air hangat yang aman dinikmati wisatawan.

Sembari merasakan kehangatan di kolam, kamu pun akan disajikan pemandangan yang indah. Mulai dari lembah gunung, hingga tebing batu kapur adalah beberapa pesona alam yang akan membuat pengalamanmu tak terlupakan. Jika berminat untuk berkunjung, bawalah jaket karena suhu di sini cukup rendah. Tak lupa, siapkan uang sebesar Rp25.000 untuk tiket masuk.  

Mendaki Gunung Cikuray dan Gunung Guntur

(Sumber: @gunungcikuraygarut)

Jika kamu gemar mendaki, Gunung Cikuray dan Gunung Guntur patut dijadikan destinasi selanjutnya! Gunung Cikuray sendiri terletak di Dayeuhmanggung, 17 km dari pusat kota atau sekitar 48 menit berkendara. Gunung berketinggian 2.821 mdpl ini memiliki rute yang cukup terjal, sehingga dibutuhkan pendamping saat mendakinya. Meski begitu, pesona matahari terbit di sana dikenal amat sempurna dan tak boleh dilewatkan.

Sedangkan Gunung Guntur merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Jawa, tepatnya di Sinarjaya, Tarogong Kaler. Meski hanya memiliki tinggi 2.249 mdpl medan di gunung ini cukup menantang, yakni berupa pasir. Jika kamu berminat, kamu juga bisa memanfaatkan fasilitas di sekitar, seperti penginapan dan pemandian air panas.

Berburu foto di Karacak Valley

(Sumber: @karacakvalley)

Jika pendakian terlalu sulit, kamu masih bisa menikmati pesona alam lainnya di Karacak Valley. Selain lebih mudah dijangkau, wisata satu ini juga dikenal ramah kantong. Di sini, kamu bisa melihat hutan pinus dan perkebunan kopi milik Perhutani.

Untuk mencapai lokasi ini cukup mudah, kamu hanya perlu menuju Kampung Pakuwon, Cisurupan. Selain menggunakan kendaraan pribadi, ada pula kendaraan umum dari Terminal Guntur yang bisa kamu gunakan. Kamu bisa memilih angkot 01 atau 02 jurusan Sukaregang dan Sukadana untuk sampai di Margawati. Dari sana, kamu bisa menggunakan jasa ojek untuk sampai ke lokasi Karacak Valley.  

Menikmati pesona curug

(Sumber: @aminmntng2)

Selain dikelilingi pegunungan, Garut juga memiliki banyak pesona air terjun kecil atau kerap disebut curug dalam bahasa Sunda. Salah satunya Curug Sanghyang Taraje yang berada di Kampung Kombongan, Desa Pekenjeng. Curug ini memiliki dua aliran air terjun dengan ketinggian 82 meter. Cukup menakjubkan, bukan?

Curug Sanghyang Taraje juga memiliki legenda mistis. Konon, di bawah curug terdapat sebuah batu yang menyimpan binatang Sangkuriang yang dijaga oleh belut raksasa. Sedangkan di sekitar curug, terdapat batu raksasa yang juga dipercaya sebagai tapak Sangkuriang. Terlepas dari benar atau tidaknya legenda tersebut, panorama yang dihasilkan curug tentu bisa membantumu melepas penat akan kesibukan di kota.

Berenang di Leuwi

(Sumber: @rivertubinggarut)

Leuwi merupakan sebutan bagi lubuk dalam bahasa Sunda. Di Garut, ada beberapa leuwi yang wajib dikunjungi yakni Leuwi Tonjong, Leuwi Jurig, dan Leuwi Jubleg. Leuwi Jurig, dan Leuwi Jubleg berada di Desa Bojong, Kecamatan Bungbulang, sedangkan Leuwi Tonjong bisa ditemukan di Desa Jayamukti, Kecamatan Cihurip.

Leuwi Jurig dan Leuwi Jubleg sendiri mulai dikenal di kalangan anak muda melalui sosial media. Jika dilihat berdasarkan ukuran, Lewui Jubleg memiliki ukuran lebih kecil dibanding Leuwi Jurig. Kedua leuwi tersebut dihiasi batu di pinggiran yang terlihat seperti kolam pribadi. Sedangkan, Leuwi Tonjong berada di antara tebing setinggi 210 meter dan 90 meter yang berukuran cukup besar dibanding Leuwi Jurig dan Jubleg.

Di Leuwi Tonjong, terdapat air mancur kecil dan kolam yang dangkal. Pengunjung bisa menyewa perahu rakit untuk mengelilingi leuwi ini. Jarak pusat Kota Garut ke Leuwi Tonjong sekitar 2 jam perjalanan. Akan tetapi, kamu belum bisa menemukan lokasi leuwi ini dalam peta. Dengan begitu, pengunjung harus bertanya kepada warga setempat.

Bermain arung jeram di Leuwi Paranje

(Sumber: @bahaxew)

Jika di tiga leuwi sebelumnya pengunjung hanya bisa menikmati udara, air sungai, dan berfoto, di Leuwi Paranje kamu justru bisa menikmati permainan river tubing atau meluncur di permukaan air dengan ban. Pengunjung yang bermain tubing bisa menikmati pemandangan indah seperti hamparan sawah dan rumah-rumah warga. Kamu akan menempuh jarak 1.000 meter selama 1 – 2 jam.

Mengunjungi Situ Bagendit

(Sumber: @aulia_ferdiana91)

Di Garut juga terdapat danau indah yang sayang jika dilewatkan, yaitu Situ Bagendit. Situ Bagendit terletak di pinggir Jalan Raya Banyuresmi atau sekitar 10 menit berkendara dari pusat kota.

Di sini, pengunjung bisa melakukan beragam aktivitas, seperti berkeliling dengan perahu rakit, memancing, atau mengunjungi restoran terapung di tengah danau. Selain banyaknya aktivitas yang ditawarkan, Situ Bagendit juga memiliki legenda tersendiri. Konon, nama “Bagendit” diambil dari nama julukan warga untuk janda kaya raya yang pelit, Bagenda Endit.

Mengelilingi Telaga Bodas dengan perahu rakit

(Sumber: @hilmawan__)

Ingin mencari spot foto yang keren? Cobalah berkunjung ke Telaga Bodas. Kawasan yang dikelilingi hutan, lembah, dan tebing ini menghasilkan perpaduan alam yang sempurna. Air yang dihasilkan telaga pun cukup unik, yakni berwarna biru kehijauan. Meski begitu, kamu harus berhati-hati saat ke sini karena telaga masih menghasilkan belerang. Selain menikmati alam, ada pula pemandian air panas yang bisa kamu coba.

Untuk mengunjungi kawasan ini, kamu bisa menuju Desa Sukamenak, Wanaraja. Nantinya, kamu akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp5.000 pada hari biasa dan Rp7.500 saat hari libur.  

Mengenal budaya di Candi Cangkuang

(Sumber: @aburizalf14_)

Wisata perpaduan alam dan budaya juga bisa kamu temukan di Garut, salah satunya Candi Cangkuang. Candi kerajaan Hindu ini berada di Kampung Pulo, tepatnya di samping makam embah Dalem Arief Muhammad, seorang penyebar agama Islam. Meski begitu, candi berada di tengah danau, sehingga dibutuhkan rakit untuk mencapainya.

Candi Cangkuang ditemukan oleh seorang arkeolog, Uka Tjandrasasmita pada 1966. Menurutnya, candi telah berdiri sejak abad ke-8 Masehi. Ketika ditemukan, batu candi hanya sisa 40%. Bagian atas candi tidak ditemukan sehingga tidak diketahui bentuk relief candi tersebut. Ditemukan pula Patung Dewa Siwa yang diletakkan di dalam candi untuk menutup lubang sedalam 7 meter.

Jika penasaran dengan candi ini, kamu bisa berkunjung ke Kampung Pulo setiap hari kecuali Rabu. Pasalnya, hari Rabu dianggap hari terbaik untuk memuja Dewa Siwa, sehingga masyarakat setempat pun melakukan pengajian.

Mengelilingi telaga di Kampung Sampireun

(Sumber: @bandar_wisata)

Kampung Sampireun merupakan perpaduan resor mewah dan telaga. Resor yang dibangun dengan nuansa perkampungan Sunda terletak di Kampung Ciparay, Desa Sukakarya. Keberadaan telaga di dalam resor dijadikan kegiatan menarik bagi para tamu, salah satunya berkeliling telaga dengan perahu.   

Selain itu, pengunjung juga bisa bermain arung jeram, memancing di telaga, belanja di pasar apung Sampireun, dan bersepeda di sekitar Kampung Sampireum. Harga sewa vila atau bungalo mulai dari Rp400.000 per malam, tergantung pada tipe penginapan yang kamu pilih.

Eksplorasi kebun mawar Situhapa

(Sumber: @pritha_pitha)

Bagi penikmat flora, kebun mawar Situhapa bisa menjadi pilihan yang tepat. Jika ingin berkunjung, datanglah pada bulan Juni dan Juli, di mana bunga sedang bermekaran dengan indah. Meski disebut kebun mawar, kamu tetap bisa melihat jenis bunga lainnya, seperti, bugenvil, melati, hingga kaktus.

Tak hanya itu, objek wisata ini juga dilengkapi dengan fasilitas penginapan dan kafe. Tak lupa, ada sebuah labirin yang bisa menjadi lokasi menarik untuk dikunjungi. Untuk mengunjunginya, kamu bisa menuju Jalan Raya Kamojang KM 5, Samarang. Nantinya, kamu akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp20.000 per orang.

Oleh-oleh khas

Usai berjelajah, kamu tentu ingin membawa sesuatu untuk dijadikan buah tangan bagi orang terdekat. Di kota selatan Jawa Barat ini, kamu memiliki banyak pilihan untuk dijadikan cendera mata. Berikut di antaranya:

Belanja produk kulit di sentra industri Sukaregang

(Sumber: @aribaretto)

Salah satu produk dalam negeri yang tak diragukan lagi kualitasnya bisa kamu temukan di sentra industri Sukaregang. Di jalan sepanjang 500 meter ini, kamu bisa menemukan berbagai produk berbahan kulit seperti jaket, sepatu, dompet, hingga tas. Selain menyediakan barang jadi, kamu juga bisa memesan barang sesuai kebutuhan. Harga yang ditawarkan beragam, tergantung pada jenis dan ukuran yang dibuat.

Kulit domba, sapi, dan kerbau adalah bahas dasar yang digunakan para pengrajin. Karena itulah, kualitas yang dihasilkan masing-masing produk adalah yang terbaik. Tak jarang, beberapa produk hasil industri Sukaregang juga telah sampai di mancanegara, seperti Korea, Hong Kong, dan Jepang.

Berburu batik di Kampung Sisir

(Sumber: @ontohod24)

Sebagai warisan Indonesia, batik memang menjadi buruan banyak wisatawan. Salah satunya bisa kamu temui di Kampung Sisir, sekitar 15 menit dari pusat Kota Garut. Batik yang dihasilkan cukup unik dan mencolok karena memiliki warna-warna cerah dengan motif dinamis. Beberapa motif unggulannya adalah Rereng Merak Ngibing, Rereng Kembang Corong, dan Rereng Pacul.

Batik Garut Tulen adalah salah satu toko yang perlu kamu kunjungi. Penghasil batik yang berdiri sejak tahun 1950 ini merupakan toko batik pertama di Garut. Toko ini berada di Jalan Ciledug, Gang Kampung Sisir No 528.

Belanja oleh-oleh akar wangi

(Sumber: @akarwangizocha)

Produk khas lain yang bisa kamu beli adalah akar wangi Zocha, industri rumahan yang memproduksi aneka suvenir berbahan dasar akar wangi. Ada banyak produk yang dihasilkan, mulai dari gantungan kunci, boneka, pajangan, hingga lukisan. Di sini, kamu juga bisa melihat dan merasakan langsung pembuatan produk-produk Zocha. Untuk mengunjunginya kamu perlu berkendara sekitar 20 menit dari pusat kota ke Jalan Pakuwon No 10.

Itu dia beberapa lokasi wisata yang bisa kamu kunjungi selama di Garut. Kondisi geografis di sana membuatnya kaya akan wisata alam, karenanya kota penghasil dodol ini kerap menjadi tujuan utama para pencinta alam. Jika kamu tertarik, mulailah untuk mengatur daftar perjalananmu. Dengan begitu kegiatan wisatamu bisa berjalan lancar dan menjadi tak terlupakan!

0 Shares
Share
Pin
Share
Tweet
+1