Destinasi Wajib Dikunjungi di Bulan Mei: Yogyakarta

Yogyakarta

Tak mengherankan jika Yogyakarta menjadi favorit banyak traveler, kota ini memang punya banyak hal yang membuatnya tak pernah kehabisan pesona. Yogyakarta memiliki topografi yang unik karena di bagian selatan merupakan kawasan pesisir dan di utaranya terdapat deretan pegunungan berapi yang masih aktif. Ini sebabnya, Yogyakarta menawarkan banyak tempat wisata alam yang menjanjikan dan terlalu indah jika dilewatkan begitu saja.

Selain diberkahi dengan keindahan alam yang luar biasa, hal lain yang membuat Yogyakarta banyak dicintai adalah kearifan budaya lokal yang dimilikinya. Tak seperti kebanyakan daerah lain di Indonesia, Yogyakarta masih menjadi salah satu daerah yang menganut sistem kesultanan dan menjadikan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai ikon serta pusat pemerintahan daerah.

Apa saja yang bisa dilakukan di Yogyakarta?

Selama berada di Yogyakarta, kamu punya banyak pilihan kegiatan yang bisa dilakukan, berikut di antaranya:

Menikmati sejuknya dataran tinggi Yogyakarta

Pemandangan yang bisa didapatkan dari Kalibiru. (Sumber: Pandora Voon/Flickr)

Mendaki perbukitan dan pegunungan, berkeliling hutan asri, sampai berendam di bawah guyuran air terjun yang sejuk bisa kamu lakukan di Yogyakarta. Cobalah mampir ke Kalibiru untuk menikmati pemandangan dari Pegunungan Manoreh yang mengagumkan. Jika kamu sering melihat foto traveler berada di atas papan kayu yang menempel di pepohonan dengan pemandangan hijau di sekitarnya, itu adalah kawasan Kalibiru.

Pemandangan di Hutan Pinus Mangunan. (Sumber: Cahya Legawa/Flickr)

Hutan Pinus Mangunan layak menjadi pilihan berikutnya. Berada di sini, kamu akan merasa sedang berpetualang di negeri asing. Daun-daun pinus yang berguguran dan berwarna kecokelatan membuatmu serasa berdiri di atas permadani. Selain itu, tingginya pohon pinus menghindarkanmu dari sengatan sinar matahari sehingga kamu bisa bersantai duduk di atas kain ayunan warna-warni yang dipasang di antara dua pohon.

Kamu juga bisa menyegarkan diri dengan membenamkan tubuh di bawah guyuran air terjun yang terasa sejuk. Air Terjun Lepo yang berada di Dlingo bisa jadi pilihan yang tepat. Terdapat empat kolam alami yang terhubung oleh tiga air terjun dan memiliki tingkat kedalaman yang berbeda. Air di kolam berwarna jernih kehijauan, dan begitu mencelupkan kaki ke dalamnya, kamu bisa merasakan sensasi sejuk yang menyenangkan.

Menyusuri setiap pantai di pesisir Yogyakarta

Pantai Indrayanti. (Sumber: Shutterstock)

Jika kamu berpikir bahwa pantai paling indah di Yogyakarta adalah Pantai Parangtritis, bisa jadi kamu salah. Yogyakarta punya banyak sekali pantai cantik yang tak kalah menakjubkan dari Pantai Parangtritis. Beberapa di antaranya yang patut diperhitungkan antara lain Pantai Indrayanti dan Pantai Kesirat.

Pantai Indrayanti memiliki hamparan pasir putih dengan bukit batu yang menjorok ke bibir pantai. Tak jauh dari bibir pantai, terdapat deretan gazebo untuk beristirahat sambil menyantap makan siang. Di sinilah kamu bisa menikmati sajian makan siangmu dengan pemandangan cantik dan semilir angin khas pantai. Jangan lupa memesan es kelapa muda segar yang diambilkan langsung dari pohonnya.

Pantai Kesirat. (Sumber: Shutterstock)

Beralih ke Pantai Kesirat, pantai tanpa pasir yang menghadirkan pemandangan matahari terbenam terbaik. Pantai ini dikelilingi oleh tebing bebatuan yang menimbulkan suara khas setiap kali ombak menabraknya. Jika di pantai lain kamu bisa berjemur di atas pasirnya, di sini kamu bisa menggelar tikar di atas rumput sambil menikmati camilan yang dibawa sebagai bekal.

Mengunjungi museum dan galeri seni

Salah satu acara yang digelar di Taman Budaya Yogyakarta. (Sumber: Wikipedia)

Selalu ada tempat bagi pencinta seni yang traveling ke Yogyakarta. Menariknya, sekarang ini di Yogyakarta muncul banyak museum dan galeri yang tak hanya memamerkan benda kuno sebagai koleksi, tapi juga kreasi dan pertunjukan seni yang modern dan unik. Beberapa museum dan galeri seni yang bisa kamu kunjungi selama di Yogyakarta antara lain Taman Budaya Yogyakarta, Museum Affandi, De Mata Trick Eye 3D Museum, dan Langgeng Art Foundation.

Taman Budaya Yogyakarta tentunya sudah tak asing lagi bagi penikmat seni di Yogyakarta. Tempat ini seringkali dijadikan lokasi pertunjukan berbagai kegiatan seni mulai dari teater hingga pameran lukisan. Beralih ke Museum Affandi, kamu akan melihat secara langsung karya seni sang maestro. Tak hanya itu, kamu juga bisa mengikuti sejumlah kegiatan seru seperti kelas melukis yang tersedia untuk dewasa dan anak-anak, juga melihat langsung bagaimana para seniman beraksi melukis di atas kanvas.

Salah satu atraksi di De Mata Trick Eye 3D Museum. (Sumber: De Mata De Arca/Facebook)

Dua tempat lain yang tak boleh dilewatkan adalah Langgeng Art Fondation dan De Mata Trick Eye 3D Museum. Langgeng Art Foundation adalah tempat gaulnya seniman dan penikmat seni kontemporer di Yogyakarta di mana berbagai macam pameran dan pertunjukan seni diselenggarakan. Seperti halnya museum 3 dimensi di belahan dunia lain, De Mata Trick Eye 3D Museum juga menyajikan beragam lukisan yang dibuat sedemikian rupa hingga menciptakan ilusi optik yang memukau dan membuat semua lukisan tampak hidup.

Belanja di pasar tradisional

Penjual sate di pelataran Pasar Malioboro. (Sumber: Shutterstock)

Bagi kamu, Pasar Malioboro dan Beringharjo barangkali sering muncul di kepala saat mengunjungi Yogyakarta. Memang, kedua pasar yang letaknya berdekatan ini selalu menjadi primadona para turis kala mencari oleh-oleh. Di sini, kamu bisa menemukan beragam benda yang bisa dijadikan oleh-oleh mulai dari pakaian, sandal, tas, hingga jajanan seperti bakpia dan yangko.

Suasana di satu sisi Pasar Kotagede. (Sumber: Debbs/Flickr)

Tapi, tahukah kamu jika Yogyakarta punya pasar tradisional lain yang patut dikunjungi? Coba sempatkan waktu mampir ke Pasar Kotagede. Konon, pasar tradisional ini adalah yang tertua di Yogyakarta, mulai beroperasi di abad ke-16. Pasar ini populer dengan aneka jajanan pasar yang murah dan enak seperti bubur sumsum, cenil, gethuk, jenang, dan lain-lain.

Ingin hal yang berbeda? Pasar Senthir bisa menjadi pilihan. Tak seperti pasar lain di Yogyakarta yang ramai di kala pagi dan siang, pasar ini baru memulai aktivitasnya di jam tujuh malam. Nama “senthir” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti lentera. Karena baru buka saat petang, pedagang dan pembeli butuh cahaya untuk bertransaksi dengan nyaman, untuk itu mereka memakai senthir. Tapi saat ini, penerangan di Pasar Senthir sudah beralih ke lampu listrik yang lebih terang. Pasar ini menjual berbagai barang bekas seperti radio, telepon genggam, uang kuno, onderdil kendaraan, majalah dan komik, dan lain-lain.

Tips traveling ke Yogyakarta

  • Ketahui istilah arah mata angin dalam bahasa Jawa karena penduduk lokal selalu menggunakan istilah tersebut jika kamu bertanya arah.
  • Saat ini, kebanyakan traveler lebih memilih menggunakan ojek atau mobil yang bisa dipesan secara online karena dianggap lebih murah dan efektif untuk mencapai tujuan.
  • Kuliner Yogyakarta memiliki cita rasa manis, jadi jika kamu tak menyukai cita rasa manis, kamu bisa memilih makan di tempat yang lebih umum seperti restoran waralaba atau menu selain masakan khas Yogyakarta.
  • Coba uji keberuntungan di Alun-alun Kidul Yogyakarta. Di sini, terdapat dua pohon beringin besar yang, konon, jika kamu berhasil melewati celah antara keduanya dengan kedua mata tertutup, maka segala keinginanmu akan terwujud.

Perayaan Waisak di bulan Mei

Para biksu berkumpul di pelataran Candi Borobudur. (Sumber: Shutterstock)

Setiap tahunnya, perayaan Waisak diselenggarakan di Candi Borobudur dan menarik perhatian umat Buddha dan banyak traveler dunia. Di tahun 2017 ini, perayaan Waisak jatuh di tanggal 11 Mei. Bisa dipastikan bahwa umat Buddha perwakilan dari hampir seluruh negara di Asia hadir di dalam perayaan ini, di antaranya Tibet, Thailand, Kamboja, dan Myanmar.

Meskipun secara geografis candi ini berada di Magelang, Jawa Tengah, tapi sebagian orang menganggapnya terletak di kawasan Yogyakarta. Terlebih, jarak antara Yogyakarta dan Magelang tidak begitu jauh, bisa ditempuh dalam waktu 1 – 2 jam perjalanan darat.

Ilustrasi biksu melakukan pindapata. (Sumber: David Davies/Flickr)

Rangkaian acara perayaan Waisak sudah dimulai sejak pagi hari. Prosesi dimulai dengan Pindapata di Magelang. Dalam melakukan Pindapata, para biksu akan berjalan dengan membawa mangkuk untuk menerima pemberian dari umat berupa bahan makanan. Para biksu tidak boleh mengucapkan kata meminta, karena umat yang memberi harus berdasarkan keinginan sendiri.

Selanjutnya, para biksu akan berjalan dari Candi Mendut ke Candi Borobudur dan berkumpul di sekitar Taman Lumbini. Sambil menunggu acara inti dilaksanakan saat petang, biksu-biksu akan berdoa di dalam tenda yang telah disediakan. Menjelang petang, barulah pa ra biksu berpindah tempat ke pelataran Candi Borobudur dan mulai melakukan meditasi.

Penerbangan lampion di Candi Borobudur. (Sumber: Shutterstock)

Dari rangkaian perayaan Waisak ini, yang paling ditunggu oleh para traveler adalah pelepasan lampion. Biasanya, panitia membuka kesempatan untuk para pengunjung yang ingin menerbangkan lampion dengan menyediakan loket di Candi Mendut mulai pagi hari. Pengunjung bisa membayar sekitar Rp100.000 untuk satu buah lampion.

Penerbangan lampion biasa dilakukan di atas jam 10 malam. Bagi para pengunjung yang datang, prosesi ini menjadi pertunjukan yang dinantikan karena cantiknya pemandangan lampion bercahaya. Namun bagi para biksu dan umat Buddha, prosesi ini sangat sakral karena merupakan pelepasan doa untuk keluarga dan kerabat yang dicintainya.

Bagaimana cara ke Yogyakarta?

Untuk menuju ke Yogyakarta, kamu bisa memilih satu dari banyak moda transportasi yang ada. Dari sekian pilihan transportasi, yang paling favorit adalah pesawat dan kereta api.

Naik pesawat ke Yogyakarta

Bandara Internasional Adisucipto. (Sumber: Shutterstock)

Tersedia banyak sekali penerbangan dari berbagai kota di Indonesia menuju Bandara Internasional Adisucipto Yogyakarta. Jika dari Jakarta, penerbangan ke Yogyakarta tanpa transit bisa ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam saja.

Naik kereta api ke Yogyakarta

Suasana dalam gerbong kereta menuju Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)

Perjalanan ke Yogyakarta dengan menggunakan kereta api bisa ditempuh dari sejumlah kota di Pulau Jawa. Kota ini memiliki lima stasiun, yaitu Stasiun Brambanan, Stasiun Sentolo, Stasiun Wates, Stasiun Lempuyangan, dan Stasiun Yogyakarta atau lebih populer dengan nama Stasiun Tugu. Di antara lima stasiun tersebut, dua yang disebut terakhir adalah paling populer.

Dengan apa keliling Yogyakarta?

Mencari transportasi untuk berkeliling Yogyakarta bukanlah hal yang sulit. Kamu bisa menemukan banyak moda transportasi umum di sini yang bisa digunakan untuk mengitari Yogyakarta sepuasnya.
Becak dan delman jadi dua moda transportasi andalan di Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)

Namun, ada tiga transportasi khas Yogyakarta yang wajib kamu coba, yaitu delman, becak dan Bus TransJogja. Delman dan becak sangat mudah ditemukan di titik-titik keramaian seperti kawasan keraton, pasar, dan alun-alun. Untuk tarif setiap perjalanan, kamu bisa melakukan tawar-menawar dengan penarik becak atau delman.

Berbeda dengan becak dan delman yang tarifnya bisa ditawar, kamu harus membayar tarif yang sudah ditetapkan jika naik Bus TransJogja, yaitu Rp3.600 untuk sekali jalan. Jika ingin lebih praktis, kamu bisa membeli tiket terusan dengan banyak pilihan nominal, mulai dari Rp15.000 hingga Rp100.000.

Makan apa di Yogyakarta?

Tak berlebihan jika Yogyakarta disebut sebagai salah satu kota dengan kuliner terenak di nusantara. Terbukti, kuliner khas Yogyakarta tak pernah kehilangan pesonanya bagi setiap turis yang datang, sebut saja gudeg.
Gudeg, opor ayam, dan krecek adalah perpaduan yang tepat untuk disantap bersama nasi hangat. (Sumber: Shutterstock)

Gudeg merupakan makanan yang terbuat dari nangka muda sebagai bahan utama yang diolah bersama gula merah dan santan serta rempah pilihan lainnya. Gudeg biasa disajikan dengan nasi hangat, telur pindang, ayam, tahu, tempe, dan krecek. Sejumlah tempat makan gudeg yang populer antara lain Gudeg Pawon, Gudeg Yu Djum, dan Gudeg Wijilan.

Bakpia lebih nikmat disajikan dengan teh hangat. (Sumber: Shutterstock)

Untuk oleh-oleh berupa kuliner, kamu tentu sudah akrab dengan bakpia dan yangko. Bakpia adalah jajanan semacam pastry yang berisi kacang hijau. Saat ini, ada banyak varian rasa isi bakpia seperti cokelat, keju, green tea, juga durian. Satu lagi jajanan khas Yogyakarta yang lazim dijadikan oleh-oleh adalah yangko, mochi khas Yogyakarta. Yangko berbentuk persegi warna-warni dengan tekstur kenyal dan terdapat isian kacang tanah bercampur gula.

Menginap di mana saat di Yogyakarta?

Di Yogyakarta, kamu bisa dengan mudah menemukan penginapan yang disesuaikan dengan kebutuhan mulai dari bujet hingga yang mewah. Berikut rekomendasinya:

Penginapan Bujet

Airy Eco Sleman Jembatan Merah
Bintang : –
Tarif per malam : mulai dari Rp200.000
Alamat : Jalan Jembatan Merah V No 61, Gejayan
Klik di sini untuk menginap

Bunk Bed & Breakfast
Bintang : 1
Tarif per malam : mulai dari Rp75.000
Alamat : Jalan K.H. Wachid Hasyim No 23, Ngampilan
Klik di sini untuk menginap

Airy Eco Malioboro Pathuk Ngadiwinatan
Bintang : –
Tarif per malam : mulai dari Rp177.000
Alamat : Jalan Ngadiwinatan NG 1/1289
Klik di sini untuk menginap

Cozy Room Syariah Omah Kaleva
Bintang : –
Tarif per malam : mulai dari Rp270.589
Alamat : Jalan Karya Utama No 118B, Sedan, Sariharjo
Klik di sini untuk menginap

Adhisthana Hotel
Bintang : 3
Tarif per malam : mulai dari Rp135.000
Alamat : Jalan Prawirotaman II No 613, Mergangsan
Klik di sini untuk menginap

Penginapan mid-range

Hotel Neo Malioboro
Bintang : 3
Tarif per malam : mulai dari Rp501.908
Alamat : Jalan Pasar Kembang No 21
Klik di sini untuk menginap

Premiere Inn Yogyakarta Adisucipto
Bintang : 3
Tarif per malam : mulai dari Rp486.036
Alamat : Jalan Laksda Adisucipto KM 8, Sleman
Klik di sini untuk menginap

Grand Zuri Malioboro Yogyakarta
Bintang : 3
Tarif per malam : mulai dari Rp639.375
Alamat : Jalan Margoutomo (P. Mangkubumi) No 18
Klik di sini untuk menginap

Tjokro Style
Bintang : 3
Tarif per malam : mulai dari Rp370.588
Alamat : Jalan Menteri Supeno No 48
Klik di sini untuk menginap

Fave Hotel Kotabaru
Bintang : 3
Tarif per malam : mulai dari Rp346.544
Alamat : Jalan I Dewa Nyoman Oka No 30, Kotabaru
Klik di sini untuk menginap

Penginapan mewah

Hotel Tentrem Yogyakarta
Bintang : 5
Tarif per malam : mulai dari Rp1.388.475
Alamat : Jalan AM Sangaji No 72A
Klik di sini untuk menginap

Lafayette Boutique Hotel
Bintang : 5
Tarif per malam : mulai dari Rp958.000
Alamat : Jalan Ring Road Utara No 409, Manggung, Catur Tunggal
Klik di sini untuk menginap

Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa
Bintang : 4,5
Tarif per malam : mulai dari Rp979.800
Alamat : Jalan Laksda Adisucipto KM 8,7
Klik di sini untuk menginap

Royal Ambarrukmo Yogyakarta
Bintang : 5
Tarif per malam : mulai dari Rp1.580.952
Alamat : Jalan Laksda No 81
Klik di sini untuk menginap

Jambuluwuk Malioboro Hotel
Bintang : 5
Tarif per malam : mulai dari Rp918.000
Alamat : Jalan Gajah Mada No 67
Klik di sini untuk menginap

(Tarif hotel berdasarkan hasil pencarian untuk menginap di tanggal 16 Mei 2017)

 

Tulis komentarmu di sini: