10 Oleh-oleh Khas Cirebon Paling Laris di Kalangan Wisatawan

10 Oleh-oleh Khas Cirebon Paling Laris di Kalangan Wisatawan

Cirebon merupakan salah satu kota di Jawa Barat yang memiliki berbagai objek wisata. Mulai dari wisata alam, wisata sejarah, hingga wisata kuliner bisa kamu temukan di Kota Udang ini. Adanya hal tersebut menjadikan Cirebon semakin menarik minat para wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung.

Usai menikmati liburan yang berkesan, alangkah baiknya kamu tak lupa membeli oleh-oleh khas Cirebon untuk keluarga atau teman-teman. Dengan pilihan buah tangan yang paling laris di kalangan wisatawan berikut ini, pastinya keluarga dan teman-teman kamu akan sangat senang mendapatkannya!

Sirup Tjampolay

(Sumber: @citraningputri)

Sirup Tjampolay menjadi salah satu kuliner andalan yang dimiliki oleh Kota Cirebon. Minuman ini telah diproduksi oleh Tan Tjek Tjiu sejak tahun 1936. Dengan cita rasa manis yang khas, tak heran jika sirup ini banyak digunakan sebagai salah satu sajian minuman di berbagai restoran hingga hotel setempat.

Oleh-oleh khas Cirebon yang satu ini tersedia dalam berbagai varian rasa, seperti pisang susu, stroberi, kopyor, moka, mangga, melon, cocopandan, dan leci. Untuk membawa pulang satu botol sirup Tjampolay ukuran besar, kamu cukup mengeluarkan uang sekitar Rp27.500.

Kerupuk kulit

(Sumber: @winduradityo)

Kerupuk kulit atau yang lebih dikenal dengan sebutan kerupuk rambak oleh masyarakat Indonesia ini merupakan salah satu camilan khas Cirebon yang cocok untuk dijadikan oleh-oleh. Kerupuk kulit khas Cirebon umumnya terbuat dari kulit sapi, kerbau, atau ikan dengan cita rasa gurih yang akan bikin kamu ketagihan.

Kamu bisa membeli kerupuk kulit Cirebon dalam kondisi matang ataupun mentah dengan harga yang berbeda. Biasanya, harga disesuaikan dengan jenis kulit dan ukuran kemasan. Jika ingin dijadikan sebagai oleh-oleh, sebaiknya kamu beli kerupuk yang masih mentah agar lebih tahan lama.

Kerupuk melarat

(Sumber: @nursyiahrs)

Mendengar namanya, tentu kamu penasaran dengan maksud kata “melarat” ini. Dinamakan demikian sebab masyarakat Cirebon belum mampu membeli minyak goreng pada awal pembuatan kerupuk ini (sekitar tahun 1920), sehingga digoreng hanya dengan menggunakan pasir.

Meski dibuat dengan cara unik dan sederhana, banyak warga lokal maupun wisatawan yang suka dengan kerupuk melarat. Saat menikmatinya, jangan lupa tambahkan sambal asam pada kerupuk melarat agar rasanya semakin nikmat. Kerupuk yang dibanderol dengan harga tak lebih dari Rp10.000 ini dijamin pas untuk menemani segala acara di rumah.

Terasi udang

(Sumber: @desifatmawati31)

Terasi udang khas Cirebon merupakan produk bumbu masak rumahan yang sudah terkenal hingga ke berbagai daerah di Indonesia. Buat kamu yang suka sambal terasi atau hidangan lain dengan olahan terasi udang sebagai tambahan, membeli oleh-oleh khas Cirebon yang satu ini adalah pilihan yang tepat.

Tidak jauh berbeda dari terasi di tempat lain, terasi Cirebon juga terbuat dari rebon atau udang yang berukuran sangat kecil. Bedanya, terasi udang di kota ini tidak menggunakan pengawet apa pun. Bentuknya yang ekonomis karena dibungkus dalam satu wadah siap saji tentu akan memudahkan kamu saat membawanya pulang ke rumah.

Tape ketan daun jambu

(Sumber: @kuninganrepost)

Jajanan tradisional yang satu ini terbuat dari hasil fermentasi ketan putih yang menggunakan ragi sebagai bahan campurannya. Memiliki cita rasa manis dan asam, tape ketan menjadi salah satu kuliner khas Cirebon yang wajib kamu cicipi.

Biasanya, tape ketan akan dibungkus dengan menggunakan daun jambu agar proses pematangan tape semakin sempurna. Selain itu, aroma khas tape ketan daun jambu juga berbeda dari kebanyakan tape ketan yang dibungkus menggunakan daun pisang.

Kamu tertarik membeli tape ketan daun jambu sebagai oleh-oleh khas Cirebon? Datang saja ke kawasan Cibeureum. Di sana, kamu bisa dengan mudah menemukan rumah produksi tape ketan yang berjajar di sepanjang jalan. Saat ingin membelinya, perlu kamu tahu bahwa oleh-oleh ini hanya bertahan hingga dua hari saja sehingga tidak bisa dibawa bepergian jarak jauh.

Rengginang

(Sumber: @paulustjia)

Berbeda dengan rengginang dari kota-kota lain di Indonesia, rengginang asal Cirebon tidak hanya menggunakan beras ketan yang dikeringkan sebagai bahan baku. Rengginang ini juga  dicampur dengan terasi udang untuk memberikan cita rasa gurih. Rengginang dijual dalam bentuk matang dan mentah. Kebanyakan wisatawan membeli yang sudah matang karena lebih praktis.

Seiring perkembangan zaman, kini rengginang khas Cirebon juga hadir dalam berbagai rasa seperti pedas, udang, dan keju. Untuk mendapatkan rengginang khas berbagai rasa ini, kamu bisa mengunjungi berbagai toko oleh-oleh khas Cirebon.

Serabi

(Sumber: @lautze007)

Serabi khas Cirebon menggunakan tepung beras yang dicampur parutan kelapa dan santan. Proses memasaknya masih tradisional, yaitu menggunakan tungku tanah liat dengan sumber pemanas yang berasal dari kayu bakar. Nantinya, adonan serabi akan dimasukkan ke wajan kecil dari tanah liat, lalu dibakar hingga matang. Kue serabi ini memiliki rasa gurih yang cocok untuk teman minum teh hangat di sore hari.

Untuk mengikuti tren kuliner yang menjual makanan dengan berbagai rasa, serabi di sini pun menawarkan topping beragam. Kalau serabi solo menggunakan nangka, cokelat, atau keju, maka serabi cirebon justru menggunakan orek tempe (tempe tumis) dan dage oncom (oncom tumis). Cita rasa manis dan gurihnya dijamin akan bikin kamu ketagihan!

Kue gapit

(Sumber: @mita_rosaline)

Kue gapit menjadi oleh-oleh khas Cirebon yang juga layak untuk kamu bawa pulang. Panganan ini dinamakan “gapit” sebab saat proses memasaknya, adonan makanan ringan sejenis kerupuk ini harus diapit dengan dua buah lempengan besi besar agar bentuknya menjadi pipih. Nah, lempengan besi inilah yang menghasilkan tekstur unik gapit menyerupai cone es krim.

Kue gapit tersedia dalam berbagai varian rasa, seperti bawang, keju, wijen, kencur, original, udang keju, dan masih banyak lagi. Kamu tak perlu khawatir soal harga, satu bungkus kue gapit hanya sekitar Rp15.000 – Rp28.000, tergantung dari berat kemasan. Cukup terjangkau, bukan?

Ikan asin

(Sumber: @bastian_as)

Tak hanya terkenal dengan terasi cirebon, di kota ini ada pula hasil ikan laut yang diasinkan dan sangat cocok untuk dijadikan oleh-oleh. Salah satu ikan asin yang paling digemari adalah ikan asin jambal roti. Harga jual olahan ikan ini lebih mahal dibanding harga daging sapi, yaitu berkisar Rp65.000 – Rp85.000 untuk ikan asin jambal roti kualitas super.

Ada dua cara pembuatan ikan asin jambal roti dengan menggunakan bahan baku ikan manyung. Pertama, isi perut ikan dikeluarkan lalu ditaburi garam. Kedua, memotong bagian kepala ikan lalu membuang isinya tanpa harus membelah perut ikan. Bersihkan bagian dalamnya, kemudian beri garam selama tiga hari. Sebelum dijemur, terlebih dahulu ikan dibersihkan serta badannya dibelah. Jika penasaran, kamu bisa membelinya di berbagai toko oleh-oleh khas Cirebon.

Jeniper

(Sumber: @fuatnurwansyah)

Jeniper merupakan singkatan dari “jeruk nipis peras”. Jadi, ini adalah jenis minuman yang terbuat dari 100% jeruk nipis dan dipadukan dengan madu. Tak heran kalau Jeniper kaya akan vitamin C. Biasanya, Jeniper dikemas dalam kemasan botol kaca untuk satu kali minum. Sangat cocok untuk menyegarkan dahaga, sekaligus mencegah sariawan dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Salah satu tempat terbaik membeli oleh-oleh khas Cirebon yang satu ini ada di kawasan Pasar Pagi Cirebon. Harganya hanya sekitar Rp6.000 untuk kemasan sekali minum dan Rp20.000 untuk kemasan seukuran botol sirup.

***

Liburan di Cirebon akan terasa lebih berkesan dengan membawa pulang oleh-oleh untuk keluarga dan teman-teman. Jadi, tunggu apa lagi? Segera masukkan Cirebon ke daftar destinasi liburanmu selanjutnya dan jangan lupa beli oleh-oleh khas yang paling laris seperti di atas!

4 Shares
Share4
Pin
Share
Tweet
+1