Mengenal Asoka Remadja di Ask Me Anything

Pernahkah kamu merasa begitu ingin berangkat traveling setelah melihat gambar dan video yang menakjubkan? Jika belum, cobalah mengintip Instagram dari Asoka Remadja yang berhasil mengabadikan perjalanannya dalam foto dan video ciamik. Dijamin, setelahnya kamu punya keinginan yang kuat untuk mengangkat ransel dan pergi traveling ke destinasi serupa.

Siapa sebenarnya Asoka Remadja? Yuk, mengenal lebih dekat traveler yang satu ini agar kamu bisa semakin terinspirasi.

Pengalaman traveling pertamanya sangat mengesankan

(Sumber: Dok. Pribadi)

Pria kelahiran tahun 1988 ini telah mengunjungi banyak sekali destinasi terbaik di Indonesia. Semua perjalanannya terangkum dalam halaman blog dan Instagram yang akan membuatmu berdecak kagum dan ingin mengikuti langkahnya.

Semua dimulai  di bangku SMP, saat Asoka mengikuti perjalanan seorang penjual ikan di Pasar Muara Angke menuju Kepulauan Seribu. Selama dua minggu, ia bergabung dengan pedagang ikan mulai dari mengarungi lautan hingga lokasi tempat mereka berjualan. Berbagai pengalaman unik dan menarik berhasil didapatkannya. Ia harus rela tidak mandi dengan air bersih dan buang hajat di tengah laut karena tidak mungkin untuk menepi ke sebuah pulau tertentu. Baginya, pengalaman ini sangat luar biasa dan tak terlupakan.

Di antara banyak perjalanan yang telah ditempuh,  Bromo, yang ia kunjungi pada Maret 2014, adalah salah satu yang berhasil membuka matanya. Setelah menyaksikan keindahan Bromo, ia pun bertekad untuk mengenal Indonesia lebih dekat karena negeri ini lebih dari kaya.

Berbagai hal menarik ditemui dan membuatnya semakin ingin pergi lebih jauh lagi

(Sumber: Dok. Pribadi)

Semakin jauh kaki melangkah, semakin banyak pelajaran yang bisa diambil. Barangkali, hal ini juga yang dialami oleh Asoka Remadja. Keputusannya menjelajah nusantara ternyata membawanya kepada banyak hal baru yang seru dan menantang.

Saat berkunjung ke Ternate, ia tahu bahwa ada sajian lezat yang mirip dengan sashimi dari Jepang. Kuliner khas Ternate bernama gohu ikan terbuat dari ikan cakalang atau tuna segar. Tanpa dimasak dengan api, daging ikan yang sudah dipotong dadu dan dicuci, selanjutnya dilumuri dengan daun kemangi untuk penambah aroma, juga garam plus air lemon.

Setelahnya, daging ikan didiamkan beberapa saat sambil menyiapkan tumisan bawang merah dan cabai yang sudah dirajang. Langkah terakhir adalah menuangkan tumisan tersebut beserta minyaknya yang masih panas ke atas potongan daging. Menurut Asoka, sensasi rasa asin, asam, dan pedas membuat gohu ikan ini jadi salah satu kuliner favorit yang tak terlupa.

Selain makanan khas daerah lain, Asoka juga memiliki kalimat favorit yang didapatnya selama traveling. Kalimat dari Sumba Timur yang berbunyi “Laku Nduta Hada Pera” ternyata begitu membekas di benaknya. Tak mengherankan karena memang kalimat tersebut memiliki makna yang cukup dalam, yaitu “berbuat bersama untuk kebaikan bersama”, yang mengingatkannya tentang betapa penting bergotong royong di masyarakat.

Traveling mampu mengubah pandangan hidupnya

(Sumber: Dok. Pribadi)

Tak hanya memenuhi kameranya dengan gambar dan video menakjubkan, traveling juga memenuhi hati dan pikiran Asoka dengan banyak kebaikan. Semuanya bermula dari kunjungannya ke Flores.

Sebelum berangkat, pikirannya dipenuhi dengan berbagai prasangka tentang masyarakat di sana. Di benaknya, orang Flores mungkin tak jauh dari stereotip tukang palak dan kasar. Namun, ia harus menarik kembali dugaannya karena masyarakat Flores ternyata bersikap sangat hangat dan menyambutnya dengan baik.

Sejak itu, ia tak ingin percaya pada stereotip semata. Ia ingin menjelajah nusantara lebih jauh lagi agar bisa mengenal setiap orang berdasarkan pengalaman secara langsung dan tidak mengandalkan prasangka.

Tips dari Asoka untuk para traveler lainnya

(Sumber: Dok. Pribadi)

Tak ingin menikmati keindahan Indonesia sendiri saja, Asoka berharap semakin banyak traveler yang mengikuti jejaknya dengan menjelajah nusantara.

Dalam hal frekuensi traveling, ia diuntungkan dengan waktu kerja yang cukup fleksibel di kantornya, sehingga bisa berangkat kapan saja.

Selain itu, perencanaan di awal tahun juga penting. Ia menyarankan agar para pekerja kantoran selalu mengecek jumlah tanggal merah di awal tahun. Dengan begitu, kamu bisa tahu kapan harus berangkat traveling dan mengajukan cuti.

Mencari tiket pesawat dan penginapan murah juga tak boleh dikesampingkan. Kamu harus cerdas mengatur taktik agar bisa traveling sesuai keinginan dengan bujet yang ramah di kantong. Untuk hal ini, Asoka rajin mengecek promo yang ada di OTA agar tak ketinggalan informasi penting.

Promo dari Traveloka yang diberikan setiap akhir bulan dan bebarengan dengan tanggal gajian adalah salah satu yang paling ia nantikan. Selain karena potongan harga yang tak main-main, momennya juga pas karena jatuh di saat ia baru saja menerima gaji.

Mengenal Asoka lebih dekat di sesi Ask Me Anything

Kamu yang masih ingin bertanya lebih banyak tentang traveling, ada kesempatan untuk “berbincang” dengan Asoka di tanggal 25 Agustus 2017. Nantinya, kamu bisa bertanya melalui Facebook resmi Traveloka mulai jam 16:00 – 20:00, dan akan dijawab Asoka secara langsung.

Ini kesempatan bagus untuk menggali lebih banyak tips bermanfaat dan seorang traveler andal. Siapkan pertanyaanmu dari sekarang, ya!

10 Shares
Share10
Pin
Share
Tweet
+1