Mengapa CEO Garuda Indonesia Emirsyah Satar Mengundurkan Diri?

Mengapa CEO Garuda Indonesia Emirsyah Satar Mengundurkan Diri?

Blog_Emirsyah Satar

Masa jabatannya baru berakhir 3 bulan lagi, tapi Emirsyah Satar memutuskan untuk resmi mundur dari posisinya sebagai CEO PT. Garuda Indonesia (Persero) pada hari Kamis, 11 Desember 2014. Ada apakah gerangan?

Dengan banyaknya prestasi yang berhasil diraih, mengapa Emirsyah Satar ingin turun jabatan lebih awal? Menurutnya, akan lebih baik jika penggantinya nanti bisa menyiapkan program kerja mulai dari awal tahun, tanpa harus menunggu hingga bulan Maret. Ia berharap, penggantinya nanti paham mengenai industri penerbangan dan mampu bekerja keras sehingga pencapaian Garuda Indonesia bisa lebih baik dari apa yang telah diraihnya selama ini.

Prestasi Garuda Indonesia berkat Emirsyah Satar
Apa saja prestasi Garuda Indonesia di bawah kepemimpinan Emirsyah Satar? Maskapai andalan Indonesia ini sekarang menempati posisi maskapai terbaik ketujuh di dunia menurut Skytrax.

Garuda Indonesia terus membenahi diri di bawah kepemimpinan Emirsyah Satar. Dua program andalannya antara lain Quantum Leap dan Garuda Indonesia Experience. Quantum Leap merupakan upaya peningkatan jumlah armada dan penumpang, sedangkan Garuda Indonesia Experience adalah peningkatan kualitas pelayanan.

Satu lagi pencapaian Garuda Indonesia adalah maskapai ini resmi tergabung menjadi anggota ke-20 Sky Team. Sky Team merupakan aliansi maskapai global yang melayani lebih dari 1.064 destinasi di seluruh dunia. Selain mengokohkan reputasi Garuda Indonesia sebagai maskapai kelas dunia, penumpang juga bisa mengakses lebih dari 500 lounge terbaik di dunia.

Di bawah kepemimpinan Emirsyah Satar, Garuda Indonesia mampu memperluas jangkauan terbangnya dan meninggikan prestasinya. Siapakah sebenarnya Emirsyah Satar?

Profil singkat Emirsyah Satar
Pria berdarah Minangkabau kelahiran Jakarta, 28 Juni 1959 ini terpilih sebagai CEO PT. Garuda Indonesia untuk dua periode, yaitu 2005-2010 dan 2010-2015. Berkarya di bawah payung maskapai ini bukanlah hal baru bagi Emirsyah Satar, sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT. Garuda Indonesia pada periode 1998-2003.

Dua tahun lepas dari Garuda Indonesia, tahun 2005 ia dipanggil kembali untuk menjadi CEO dan bertugas memperbaiki masalah ekonomi perusahaan.

Mengawali masa jabatannya, Emirsyah Satar menentukan tiga rencana strategis berikut estimasi waktu yang dibutuhkan. yaitu ‘Survival’ (2006-2007), ‘Turn Around’ (2008-2009) dan ‘Growth’ (2010-sekarang). Dengan tiga tahapan cerdas ini, Garuda Indonesia mampu bangkit dari keterpurukannya. Kerugian yang dialami sebelumnya berganti menjadi peningkatan laba dan prestasi yang diraih.

Sukses untuk perjalanan karir selanjutnya, Emirsyah Satar! Semoga CEO PT. Garuda Indonesia selanjutnya mampu mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi maskapai ini.

Cari dan pesan tiket murah Garuda Indonesia di sini.

0 Shares
Share
Pin
Share
Tweet
+1