Diminta Matikan Handphone, Pejabat Pukul Pramugari

Bukan hanya selebriti Amrik yang kena getahnya akibat kasus handphone di pesawat. Baru-baru ini, dunia penerbangan Indonesia dihebohkan oleh kejadian serupa tapi tak sama. Kali ini, pramugari lah yang harus mengalami kejadian naas akibat menegur penumpang untuk mematikan handphone.

Nur Febriani, pramugari pesawat Sriwijaya Air SJ 078 sedang berdinas pada Rabu malam, 5 Juni 2013. Saat pesawat hendak lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Febriani menegur dengan sopan Kepala Dinas BKPMD Bangka Belitung Zakaria Umar Hadi untuk mematikan handphonenya. Zakaria lantas marah-marah dan sempat memaki Febriani dengan kasar.

Saat pesawat mendarat di Bandara Depati Amir Pangkalpinang 1 jam kemudian, Zakaria menghampiri Febriani dan memukulnya dengan lipatan koran sebanyak dua kali, sekali di bagian pipi kiri dan sekali di bagian belakang kepala.

Febriani melaporkan kejadian ini ke Polsek Pangkalanbaru Pangkalpinang dan akhirnya Zakaria dijerat Pasal 351 KUHP Ayat 1 dan Pasal 335 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 2 tahun 8 bulan. Zakaria mengaku khilaf dan meminta maaf kepada Febriani, namun pramugari Sriwijaya Air itu memilih untuk tetap menempuh jalur hukum.

Agus Soedjono selaku juru bicara Sriwijaya Air menegaskan bahwa cara Febriani menegur tidak menyalahi aturan. Sesuai prosedur, teguran dilakukan dengan baik dan sopan. Sinyal handphone yang menyala (dipakai maupun tidak) dapat mengganggu sistem kokpit pesawat dan keselamatan seluruh isi pesawat bisa terancam. Sayangnya, niat baik prosedur ini malah disalah tanggapi sebagai pelanggaran hak penumpang.

0 Shares
Share
Pin
Share
Tweet
+1