By: Traveloka

7 Perlombaan Khas Daerah di Hari Kemerdekaan Indonesia

16 Agustus 2017

Bulan Agustus identik dengan meriahnya perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Di momen berharga ini, biasanya semua orang  mulai merencanakan acara-acara seru agar hari kemerdekaan kian semarak. Beragam perlombaan seperti makan kerupuk, balap karung, dan panjat pinang pun dilakukan tiap tahun untuk mengingatkan makna persatuan dan kesatuan nusantara kepada generasi muda.

Uniknya, setiap daerah di tanah air memiliki tradisi berbeda dalam menyambut ulang tahun Indonesia. Dari banyaknya tradisi yang ada, ini dia tujuh perlombaan khas yang dilakukan di berbagai daerah saat hari kemerdekaan:

Lomba dayung di Banjarmasin

Bila kebanyakan daerah di Indonesia rutin mengadakan lomba balap karung untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI, masyarakat Banjarmasin justru mengadakan lomba dayung. Lomba yang diadakan di Sungai Martapura ini selalu diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai wilayah di Kalimantan Selatan. Perlombaan ini bahkan telah menjadi andalan Provinsi Kalimantan Selatan untuk menarik minat wisatawan.

Layaknya lomba lainnya, setiap tim harus beradu kecepatan menggunakan perahu khas berukuran panjang yang dihiasi ornamen naga. Pemenangnya tak hanya sekadar menjaga gengsi, namun juga memperebutkan hadiah uang tunai dan piala bergilir dari gubernur Kalimantan Selatan.

Pacu kude di Aceh

Masyarakat Takengon, Aceh Tengah, juga selalu mengadakan berbagai perlombaan saat HUT Kemerdekaan RI. Namun yang selalu ditunggu-tunggu adalah lomba balap kuda atau dikenal dengan nama pacu kude. Setiap kali diadakan, penonton rela berdesak-desakan demi menyaksikan jalannya lomba unik ini.

Bisa dibilang bahwa pacu kude di Aceh memiliki keunikan tersendiri dibanding pacu kuda di daerah lain. Di perlombaan ini, joki dan kuda tidak diwajibkan mengenakan perlengkapan khusus seperti pelana dan pelindung badan. Hal ini dimaksudkan agar perlombaan terasa lebih tradisional. Di samping itu, joki yang mengikuti balapan tidak dibatasi, sehingga perlombaan akan berlangsung lebih seru.

Lomba sampan layar di Batam

Setiap tanggal 17 Agustus, puluhan tim sampan layar dari Batam, Karimun, bahkan Malaysia, tak pernah absen melaksanakan kegiatan lomba sampan layar. Adu cepat sampan layar berwarna-warni ini juga menjadi cara untuk mengangkat nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kekeluargaan.

Kegiatan yang berlangsung di Pulau Belakang Padang ini selalu sukses meraih antusiasme wisatawan. Hal ini terlihat dari banyaknya penonton yang memadati daerah tepi laut hingga pelataran pelabuhan. Mereka datang untuk memberi semangat kepada tim dari daerahnya masing-masing.

Festival Telok Abang di Palembang

Perayaan HUT Kemerdekaan RI di Palembang rasanya kurang sempurna tanpa adanya festival telok abang. Penamaan telok abang berasal dari kata “telur” dan pewarna makanan yang disebut “abang kue” di Palembang. Telur yang hanya ada pada 17 Agustus ini merupakan telur ayam atau bebek yang direbus dengan pewarna merah makanan. Ikon festival ini selanjutnya ditancapkan di atas perahu, mobil, atau pesawat mainan yang terbuat dari kardus bekas atau gabus agar menambah suasana meriah dan menarik bagi anak-anak.

Nantinya, seluruh peserta maupun pengunjung yang datang akan berebutan mengambil telur merah ini. Untuk melestarikan telok abang, pemerintah Kota Sulawesi Selatan rutin menggelar festival ini saat HUT Kemerdekaan RI.

Lari obor estafet di Semarang

Masyarakat Semarang punya cara lain untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia  setiap tahunnya, yaitu lari obor estafet. Pada malam 17 Agustus, setiap tim yang terdiri dari empat sampai lima orang ini mengikuti kegiatan lari dengan cara estafet sambil membawa obor di sejumlah titik di wilayah kota.

Hingga kini, lari obor estafet masih rutin dilakukan dan menjadi semangat perjuangan para pahlawan untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Baritan di Malang

Masyarakat Malang justru menyambut HUT Kemerdekaan RI dengan pesta makan-makan bersama atau dikenal dengan istilah baritan. Tradisi yang dilakukan sehari sebelum 17 Agustus ini menjadi ungkapan rasa syukur atas jasa-jasa para pejuang dan nikmat yang diberikan Tuhan, sekaligus mengingat pesan-pesan moral perjuangan.

Nantinya, acara akan ditutup dengan makan bersama sambil duduk lesehan. Nasi tumpeng lengkap dengan lauk-pauk yang lezat selalu disajikan dalam tradisi ini. Meskipun sederhana, baritan bisa mempererat hubungan kekeluargaan sesama warga.

Pacu perahu jong di Riau dan Kepulauan Riau

Perahu jong merupakan permainan tradisional dari budaya Melayu yang hingga kini masih terus dilestarikan di Riau dan Kepulauan Riau. Perahu jong yang khas menjadi perlombaan tahunan yang dinantikan setiap tanggal 17 Agustus.

Perlombaan ini biasanya diikuti anak-anak dan dewasa dengan cara mengadu kecepatan dan ketepatan jong menuju garis akhir dalam sebuah lintasan lurus. Meskipun terlihat sederhana, memainkan perahu jong tidaklah mudah karena peserta harus mengandalkan angin agar perahu bisa berjalan.

Beragam perlombaan khas dari berbagai daerah memang sangat seru untuk disaksikan. Selain warga lokal, tak sedikit wisatawan yang ingin menonton perlombaan di hari kemerdekaan tanah air seperti di atas. Didukung oleh hari kemerdekaan tanah air ke-72 yang jatuh pada hari Kamis, banyak orang memanfaatkan waktu tersebut untuk liburan long weekend.

Tak heran bila beberapa penerbangan rute domestik yang menjadi incaran wisatawan lokal mendadak menjadi mahal. Meskipun begitu, kamu tak perlu berkecil hati. Masih banyak cara untuk menekan bujet saat liburan panjang, salah satunya dengan Traveloka. Kamu bisa memesan tiket pesawat dan hotel sekaligus dengan harga lebih murah dan proses mudah lewat aplikasi ini.

Intinya, menekan bujet tidak harus mengurangi kenikmatan liburan. Kamu pun bisa nyaman merencanakan liburan mencari referensi seputar traveling di Blog Traveloka.

Sebelumnya
Selanjutnya
Artikel Lainnya