6 Kota di Indonesia Ini Punya Tradisi Unik Saat Isra Mi’raj

Isra Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW pada malam hari dengan tujuan menerima wahyu Allah SWT berupa salat lima waktu dalam sehari. Sebagai sebuah peristiwa yang dihormati, mayoritas kaum Muslim di seluruh dunia memperingati Isra Mi’raj sebagai bentuk refleksi diri terhadap kualitas ibadah.

Di Indonesia, masyarakat di sejumlah daerah memiliki cara tersendiri memperingati hari Isra Mi’raj. Berikut perayaan hari Isra Mi’raj di beberapa daerah di Indonesia yang tergolong unik dan menarik:

Rajaban di Cirebon

Rajaban Cirebon (Sumber: www.goodnewsfromindonesia.id)

Menyambut peringatan Isra Mi’raj, Keraton Kasepuhan menggelar tradisi unik. Rajaban adalah tradisi upacara dan ziarah ke makam Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan di Plangon setiap tanggal 27 Rajab. Menariknya, tradisi ini terkadang dilengkapi dengan sunatan massal, pengobatan gratis, hingga pagelaran seni dan budaya khas Cirebon.

Dalam tradisi tersebut, pihak keraton juga selalu membuat nasi bogana. Salah satu kuliner khas Cirebon ini diracik dengan aneka bumbu rempah-rempah dan dipadukan dengan lauk pauk, seperti tahu, kelapa parut, telur, dan daging ayam. Nasi ini kemudian dibagi-bagikan kepada para warga, orang-orang di masjid, abdi dalem, maupun masyarakat.

Nganggung di Bangka

Nganggung di Bangka (Sumber: merahputih.com)

Tradisi makan bersama menjadi kebiasaan yang dilakukan masyarakat Bangka Selatan dalam menyambut hari besar Islam seperti Isra Mi’raj. Masyarakat setempat menyebutnya nganggung. Warga akan berkumpul bersama dan makan menggunakan dulang (talam) yang ditutup dengan tudung saji. Makanan-makanan yang disajikan pun sederhana sesuai dengan kemampuan setiap keluarga.

Sebelum melakukan nganggung, masyarakat berbondong-bondong berkumpul di masjid. Tradisi ini wujud dari saling berbagi dan gotong-royong yang sudah berlaku secara turun-temurun. Acara ini akan dimulai dengan mendengarkan nasihat dari pemuka agama, yang dilanjutkan dengan zikir dan doa bersama. Pada akhir acara, seluruh masyarakat yang datang akan makan bersama sembari bertukar makanan yang dibawa keluarga lain.

Rejeban peksi buraq di Yogyakarta

Rejeban peksi buraq di Yogyakarta (Sumber: mulpix.com)

Masyarakat Yogyakarta juga punya tradisi khusus bernama rejeban peksi buraq yang digelar untuk memperingati Isra Mi’raj di Keraton Yogya. Pada tradisi ini, orang-orang keraton akan membuat gunungan yang berisi buah-buahan dilengkapi dua burung buraq yang diletakkan di bagian paling atas. Burung buraq yang menjadi simbol kendaraan Nabi saat melakukan Isra Mi’raj ini dibuat dari kulit jeruk Bali.

Nantinya, gunungan tersebut akan diarak oleh abdi dalem Keraton Yogya menuju Serambi Masjid Gede Kauman. Pada penghujung acara, gunungan akan dibagikan kepada jemaah yang hadir.

Ambengan di Magelang

Ambengan di Magelang (Sumber: pendekartidar.org)

Masyarakat Malang juga memiliki tradisi yang tergolong unik. Keunikan tersebut terlihat pada tradisi menyediakan ambengan saat memperingati Isra Mi’raj. Ambengan sendiri sebenarnya memiliki makna makan bersama masyarakat sebagai wujud syukur kepada Allah SWT yang memberi kesejahteraan.

Sebelum acara dimulai, warga berbondong-bondong membawa makanan dari rumah yang disajikan dalam sebuah wadah besar. Makanan yang disajikan adalah nasi dan lauk pauk yang merupakan hasil bumi dari desa. Acara dibuka dengan ceramah dari tokoh ulama, lalu dilanjutkan dengan acara makan bersama seluruh lapisan masyarakat.

Kirab keliling kota di Solo

Kirab keliling kota menjadi cara masyarakat Solo memperingati Isra Mi’raj. Peserta kirab dari berbagai pesantren dan kelompok pengajian berjalan kaki sambil melantunkan selawat dan diiringi musik rebana. Peserta kirab berjalan kaki dari Jalan Slamet Riyadi menuju Balai Kota Solo. Dalam kirab tersebut, beberapa warga juga menggunakan kereta kuda dan mobil hias untuk meriahkan pawai.

Masyarakat setempat pun antusias menyaksikan iring-iringan kirab di sepanjang jalan. Para rombongan kirab yang berakhir di Balai Kota, kemudian dilanjutkan dengan melakukan Isra Mi’raj bersama-sama.

Khatam kitab arjo di Temanggung

Khatam kitab arjo di Temanggung (Sumber: www.nu.or.id)

Sebagaimana daerah lainnya, peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW juga berlangsung di Desa Wonoboyo, Temanggung, Jawa Tengah. Masyarakat setempat mengadakan tradisi unik dengan membaca kitab Arjo oleh ulama setempat saat Isra Mi’raj. Kitab ini menceritakan secara detail kisah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad dalam bahasa Jawa.

Pada tradisi ini, seluruh jemaah berkumpul di masjid untuk menyimak dan mendengarkan pembacaan kitab Arjo hingga selesai (khatam). Tak ada rasa bosan atau mengantuk padahal tradisi ini, meski dilakukan berulang setiap tahun dan memakan waktu berjam-jam.

Yuk, manfaatkan libur Isra Mi’raj untuk traveling! Meski hanya sebentar, menikmati tradisi Isra Mi’raj di sejumlah daerah akan memberikan pengalaman yang tak bisa kamu dapatkan dari tempat dan waktu lainnya. Di samping itu, mengenal berbagai tradisi perayaan setiap agama dapat menambah pengetahuan dan menguatkan toleransi antarumat beragama di Indonesia.

Untuk memudahkan kamu jalan-jalan, Traveloka menawarkan segala kemudahan untuk mendapatkan tiket dan hotel sesuai kebutuhan. Mulai dari daftar pilihan maskapai dan hotel yang beragam, cara penggunaan yang mudah, hingga metode pembayaran yang fleksibel bisa kamu temukan di situs web maupun aplikasinya. Jalan pintas seperti ini bisa kamu gunakan setiap saat di manapun kamu berada. Info lebih lengkap, bisa kamu cek di sini.

Jadi, apapun rencana liburanmu, pastikan Traveloka sudah terpasang di ponsel. Liburan pun semakin nyaman dengan segala informasi seputar traveling hanya dengan mengunjungi Blog Traveloka.

0 Shares
Share
Pin
Share
Tweet
+1