10 Perbedaan Turis dan Traveler

 

turis vs traveler

 

Apa sebenarnya perbedaan antara seorang Turis dan Traveler? Perbedaan label turis atau traveler (penjelajah) sebenarnya terletak di cara bersikap dan tujuan utama seseorang ketika mengunjungi suatu tempat.

Ada yang bilang bahwa turis adalah traveler yang masih amatiran, sedangkan traveler adalah turis yang berpengalaman. Termasuk jenis yang manakah Anda?

Berikut ini 10 perbedaan mendasar antara Turis dan Traveler:

1. Foto
Ketika membawa kamera, turis selalu sibuk mengabadikan hampir semua yang mereka lihat, termasuk foto diri sendiri di tiap tempat.
Traveler tidak tampak sibuk memotret tapi lebih menikmati berada di suatu tempat serta berinteraksi dengan sekitarnya termasuk alam dan penduduk.

2. Cara Berpakaian
Turis berpakaian seperti biasa mereka berpakaian, atau yang lebih parahnya, mereka memakai kaos bertuliskan “I Love Bali” di Bali.
Traveler mencari tahu seperti apa gaya orang lokal berpakaian dan berusaha menyesuaikan.

3. Cara Bepergian
Bagi turis, dipandu oleh pemandu wisata atau mengikuti paket tur perjalanan dari agen adalah syarat mutlak bepergian.
Seorang traveler lebih senang mencari tahu sendiri dan menjelajahi suatu tempat tanpa bergantung pada pihak lain.

4. Perlengkapan
Turis terlihat menonjol karena selalu membawa kamera, guidebook dan peta ke mana-mana.
Traveler lebih suka membawa sedikit barang dan tidak terlihat membawa guidebook.

5. Rekomendasi
Turis sangat mempercayai apa yang ditulis di guidebook.
Traveler meminta saran kepada penduduk setempat tentang tempat apa saja yang baik untuk dikunjungi, ini bisa termasuk mencari tahu dari blog-blog pribadi penduduk setempat.

6. Prioritas
Bagi turis, pemandangan adalah nomor 1. Jika pemandangannya tidak seindah yang mereka harapkan, maka mereka akan menilai kota/tempat tersebut jelek.
Traveler selalu berusaha belajar bahasa setempat serta senang berbincang dengan orang lokal, juga tertarik mempelajari budaya lokal unik yang berbeda dari tiap tempat.

7. Tempat Tujuan
Turis hanya tertarik mengunjungi semua tempat yang ada di daftar obyek wisata utama.
Traveler lebih tertarik mengeksplorasi tempat yang belum terlalu ramai dan memiliki jarak lebih dekat dengan kehidupan nyata penduduk setempat.

8. Makna Bepergian
Bagi turis, bepergian hanyalah liburan/relaksasi.
Bagi traveler, bepergian adalah sebuah journey atau perjalanan.

9. Makna Kenikmatan
Turis mengejar kenikmatan dari apa yang mereka harap mereka lihat.
Traveler mendapat kenikmatan dari belajar sesuatu yang baru.

10. Setelah Bepergian
Turis pulang membawa ratusan foto untuk dipamerkan di jejaring sosial mereka.
Traveler pulang membawa lebih dari itu, yaitu pengalaman dan cara pandang yang baru.

Traveloka
contributor

Sebelumnya
Traveloka.com Partner Resmi ACM ICPC 2013 Asia Jakarta
Selanjutnya
10 Perbedaan Turis dan Traveler
Pendapat:
Nilai:
0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry
Comment (4)
  1. ulfah 

    Hallo Traveloka Tercinta 🙂

    Betul sekali. Turis menikmati berfoya-foya, sedang Traveler sangat mengagungkan budaya dan kearifan lokal tempat yang dikunjungi.

    Merapat di tengah sawah di daerah bantul/pedalaman bali, nyeruput kopi khas daerah tersebut, sambil bercengkrama dengan penduduk lokalnya seperti kian cukup nambah point plus ketika jadi Traveler S E J A T I…. mantap! 🙂

  2. veronika 

    hhmmnn aku setuju tapi aku ini lebih senang disebut traveller dripada turis walaupun aku senang meng uplod foto2 perjalananku di media sosial, yahhh biar para teman2 ku di media sosial tau klo banyak tempat2 bagus di indonesia hehe

  3. Ben 

    Menjadi seorang “Traveller” sejati bukanlah hal yang mudah. Seorang traveller sejati biasanya akan berjalan kemana langkah kaki membawanya pergi. Perencanaan perjalanan tetap diperlukan, tetapi tidak sedetail mungkin. Mereka tidak memikirkan dimana nanti akan menginap, tempat-tempat mana saja yang akan dikunjungi, atau berapa biaya yang kira-kira diperlukan untuk sebuah perjalanan.

    Saya sendiri belum bisa dibilang sebagai seorang traveller sejati, karena saya selalu merencanakan setiap perjalanan saya dengan sangat matang. Pertimbangan utamanya adalah masalah safety dan keterbatasan waktu ketika travelling. Saya mengatur semuanya sendiri dan jarang menggunakan bantuan travel agent untuk mengatur perjalanan.

    Mengenai style saya dalam melakukan travelling, saya cukup sering mengabadikan moment melalui foto atau video, tetapi saya juga tidak lupa untuk berinteraksi dengan alam dan penduduk sekitar. Saya suka mengeksplorasi hal-hal baru, tempat-tempat yang jarang diketahui dan dikunjungi oleh wisatawan, dan juga mengenal culture dari penduduk sekitar.

    Jadi boleh dibilang saya bukanlah seorang tourist, bukan juga seorang traveller sejati. Dalam melakukan perjalanan, saya adalah seorang traveller pemula yang akan terus belajar dan belajar, menyatu dengan alam dan penduduk sekitar, dengan tetap mengedepankan keamanan dan kenyamanan 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 Shares
Share19
Pin
Share
Tweet
+1