12 Pantai di Banyuwangi Ini Cocok Untuk Menenangkan Diri

Banyuwangi kini bukan hanya dijadikan sebagai tempat singgah wisatawan yang akan berlibur ke Bali melalui jalur darat atau laut. Kota di ujung timur Pulau Jawa ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit warga lokal maupun pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.

Kondisi geografis Banyuwangi membuatnya dikelilingi banyak pantai dengan pemandangan menakjubkan. Mulai dari pantai berpasir putih, kehitaman, hingga kemerahan pun bisa kamu temukan di kota yang dijuluki “Sunrise of Java” ini. Bagi kamu yang ingin berlibur untuk mencari ketenangan, berikut adalah 12 pantai di Banyuwangi yang wajib dikunjungi:

Pantai Teluk Hijau

Pantai Teluk Hijau (Sumber: Shutterstock)

Hijau yang juga sering disebut “Green Bay” memiliki air laut berwarna biru kehijauan yang memanjakan mata. Pantai ini menjadi salah satu yang paling favorit karena panorama yang dimiliki. Saat siang hari, air laut akan terlihat berkilauan karena terkena cahaya matahari. Selain itu, suasana tenang di pantai yang dikelilingi hutan tropis ini bisa kamu manfaatkan untuk relaks dan menenangkan pikiran.

Pantai yang terletak di Sarongan ini juga memiliki air terjun yang biasa digunakan wisatawan untuk membilas tubuh setelah berenang. Pantai yang masih berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri ini juga dikelilingi banyak batu karang. Di kawasan batu karang inilah kamu bisa melakukan snorkeling, bermain dengan ikan, dan menyaksikan kecantikan terumbu karang yang ada di dasar laut.  

Pantai Pulau Merah

Pantai Pulau Merah (Sumber: Shutterstock)

Penyebutan nama “Pantai Pulau Merah” dikarenakan adanya sebuah bukit di dekat bibir pantai yang tanahnya terlihat berwarna kemerahan. Kamu bisa mendatangi bukit ini saat air laut sedang surut.  

Karena ombak yang cukup tinggi, Pantai Pulau Merah kerap menjadi tujuan favorit para peselancar. Bahkan, pantai yang berada di Pesanggaran ini dijadikan tempat untuk mengadakan acara tahunan “International Surfing Competition”.  Sebaliknya, jika hanya ingin menikmati suasana tenang, kamu bisa duduk atau berjemur di bawah pohon rindang sambil menikmati pemandangan laut lepas yang indah.

Pantai Plengkung

Indonesia masih bagus #banyuwangi #pantaiplengkung #GLand #surf

A post shared by iqbal yudhistira (@yudhistiraiqbal) on

Pantai Pulau Merah bukan satu-satunya pantai di Banyuwangi yang populer di kalangan peselancar. Masih ada Pantai Plengkung atau yang dikenal juga dengan nama “G-Land”. Pantai ini juga mendapat julukan “The Seven Giant Waves Wonder” dari para peselancar mancanegara karena memiliki tujuh gulungan ombak dengan ketinggian mencapai enam meter.

Selain menjadi tempat terbaik untuk berselancar, Pantai Plengkung juga cocok dikunjungi untuk kamu yang mencari suasana tenang. Pantai ini masih merupakan bagian dari Taman Nasional Alas Purwo yang masih asri dengan pepohonan rindang, sehingga kamu bisa menikmati waktu sendiri di kawasan ini. Kamu bisa mengunjungi Pantai Plengkung dan Taman Nasional Alas Purwo di Kalipait, Tegaldlimo.

Pantai Sukamade

Pantai Sukamade (Sumber: commons.wikimedia.org)

Sama seperti Pantai Teluk Hijau, Pantai Sukamade juga masih merupakan bagian dari Taman Nasional Meru Betiri. Daya tarik pantai ini terletak pada keberadaan penyu yang sering pergi ke daratan dan bertelur di Pantai Sukamade. Oleh sebab itu, Pantai Sukamade pun menjadi penangkaran telur penyu.

Tak hanya bermain dengan penyu, kamu juga bisa ikut serta dalam pelepasan tukik (telur penyu) yang telah menetas. Biasanya, penyu-penyu mendarat di Pantai Sukamade sekitar 19:30. Setelah menikmati suasana sepi dan asri, kamu pun dapat meluangkan waktu untuk melihat dan berfoto bersama penyu. Asyik, bukan?

Pantai Watu Dodol

Berada lokasi strategi, yaitu di jalur Pantura membuat Pantai Watu Dodol cukup ramai dikunjungi wisatawan. Kamu bisa menemukan pantai ini dengan mudah dalam perjalanan menuju Pelabuhan Ketapang dari Jember dan sekitarnya. Jaraknya hanya sekitar 2 km dari Pelabuhan Ketapang.

Pantai Watu Dodol memiliki pemandangan alam yang khas dengan adanya bongkahan batu besar berdiameter 15 m dan tinggi sekitar 10 m. Menurut cerita warga, batu ini tidak bisa dipindahkan walau sudah dilakukan berbagai upaya. Pastinya, menikmati waktu sendirian di pantai ini akan memberikan pengalaman berkesan karena selain pantai dengan air laut yang biru, kamu pun bisa berfoto di batu besar yang unik itu.

Pantai Rajegwesi

Pantai Rajegwesi (Sumber: commons.wikimedia.org)

Bersama Pantai Teluk Hijau dan Pantai Sukamade, Rajegwesi menjadi pantai ketiga yang berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Pantai di Banyuwangi ini dijadikan sebagai tempat bersandar perahu oleh masyarakat. Para nelayan menggunakan perahu tersebut untuk mencari iklan di area Teluk Hijau. Karena masih termasuk kawasan Samudera Hindia, Pantai Rajegwesi memiliki ombak yang cukup besar. Jadi, kamu harus berhati-hati jika ingin berenang di sini.

Pemberian nama “Rajegwesi” dikarenakan adanya batu karang besar di kawasan pantai. Dalam Bahasa Jawa, “rajeg” berarti tiang dan “wesi” berarti besi. Jadi, “rajegwesi” bisa diartikan sebagai pagar besi. Berbeda dari kebanyakan pantai di Banyuwangi yang berpasir putih, pasir Pantai Rajegwesi cenderung berwarna kecokelatan karena endapan lumpur di sungai yang terbawa dan bermuara di pantai ini saat banjir.

Meski begitu, pemandangan di Pantai Rajegwesi tidak kalah eksotis dari pantai terbaik di Banyuwangi lainnya. Rajegwesi dikelilingi oleh hutan tropis, sehingga kamu bisa menghabiskan waktu menikmati suasana tenang, angin sepoi-sepoi, dan kesejukan khas hutan tropis.

Pantai Trianggulasi

Pantai Trianggulasi (Sumber: commons.wikimedia.org)

Jika ingin berkunjung ke pantai di Banyuwangi yang belum terlalu ramai pengunjung, kamu bisa datang ke Pantai Trianggulasi. Masih merupakan bagian dari Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Trianggulasi memiliki pasir berwarna putih dengan air laut berwarna biru jernih.

Pantai ini cocok bagi kamu yang mencari tempat wisata dengan suasana tenang. Kamu bisa puas menghabiskan waktu di Pantai Trianggulasi untuk berjemur atau bersantai guna membuat jiwa dan raga kembali relaks. Selain itu, jika beruntung kamu akan menemukan rusa yang berjalan di bibir pantai, biasanya saat menjelang matahari terbenam. Jangan lupa untuk berfoto juga, ya!

Pantai Boom

Berada di pusat kota, Pantai Boom pun bisa dengan mudah kamu temui. Jika sedang berada di Alun-alun Blambangan, kamu bisa mendatangi Pantai Boom hanya dengan bersepeda atau berjalan kaki. Salah satu ciri khas Pantai Boom adalah pasirnya yang berwarna hitam. Di sini, kamu bisa melihat pemandangan Pulau Bali dari kejauhan.

Selain lokasi yang strategis, faktor lain yang menjadikan Pantai Boom cukup populer adalah lokasi yang sering dijadikan tempat pelaksanaan acara besar, seperti Sewu Gandrung, tari Kolosal Gandrung yang dibawakan oleh lebih dari seribu penari. Tak ketinggalan, Banyuwangi Beach Jazz Festival yang diklaim menjadi event jazz pertama dan satu-satunya di Indonesia juga diadakan di pantai ini.

Bila kamu hanya mencari suasana tenang sambil memandangi panorama alam yang cantik, datang saja saat menjelang matahari terbit. Pada waktu ini, Pantai Boom belum banyak dikunjungi wisatawan, sehingga kamu akan mendapatkan suasana yang sunyi dan udara yang masih dingin.

Pantai Wedi Ireng

Banyak yang menyebut Pantai Wedi Ireng sebagai replika dari Raja Ampat karena banyaknya tebing yang mengelilingi pantai. Dari Pantai Pulau Merah, jarak menuju Pantai Wedi Ireng hanya sekitar 4 km. Sekilas, pasir di Pantai Wedi Ireng berwarna putih. Namun, jika diperhatikan lebih jeli, pasir tersebut memiliki butiran-butiran hitam yang tersembunyi. Itulah sebabnya pantai ini disebut dengan “Wedi Ireng”, yang berarti pasir hitam.

Fasilitas di sini masih sangat minim karena belum terlalu banyak dikunjungi wisatawan. Cocok bagi kamu yang ingin berwisata di tempat anti mainstream atau memiliki suasana yang sunyi.

Pantai Pancur

Pantai di Banyuwangi yang belum terlalu ramai dikunjungi wisatawan adalah Pantai Pancur, yang masih merupakan bagian dari Taman Nasional Alas Purwo. Pasir pantainya berwarna putih terlihat cantik saat berpadu dengan air laut yang biru jernih. Jika ingin berlama-lama di pantai ini, tak usah khawatir karena sudah tersedia fasilitas berupa musala, kamar mandi, dan kantin.

Sekitar 2 km dari Pantai Pancur, terdapat gua yang cukup sakral bernama Gua Istana dan Sendang Srengenge. Biasanya, gua tersebut digunakan oleh segelintir orang untuk melakukan ritual tertentu. Menurut cerita warga, mayoritas umat Hindu Bali datang ke sini untuk sembahyang, sementara orang-orang dari luar daerah melakukan semadi.  Penasaran?

Pantai Ngagelan

Suasana di Pantai Ngagelan mirip dengan Pantai Sukamade. Di sini, kamu juga bisa menyaksikan berbagai jenis penyu bertelur saat malam hari dan melepas tukik ke laut saat sudah menetas. Setidaknya, ada empat jenis penyu yang bisa kamu lihat di sini, yakni penyu lekang, penyu sisik, penyu belimbing, dan penyu hijau.

Jika ingin melihat penyu bertelur, sebaiknya kamu datang ke Pantai Ngagelan pada bulan Mei – September. Selain penyu-penyu langka, pantai yang terletak di Purwoagung, Tegaldlimo ini juga menyuguhkan suasana tenang untuk kamu bersantai sepuasnya tanpa diganggu keramaian wisatawan. Pasalnya, pantai tersembunyi ini masih jarang dikunjungi orang-orang dari luar Banyuwangi.

Pantai Parang Kursi

Masyaallah bikin gemes gak sih? . . . #pantaiparangkursi #banyuwangi #jawatimur #explorebanyuwangi

A post shared by مايغه وينديارتي (@meygapw) on

“Parang Kursi” menjadi nama pantai yang berada di Pesanggaran ini karena adanya karang besar menyerupai kursi. Masih belum banyak pengunjung di Pantai Parang Kursi karena akses yang minim. Namun, perjalanan kamu akan terbayar setelah tiba di pantai dan melihat air laut berwarna biru jernih dengan pasir pantai berwarna putih kemerahan.

Di sekeliling pantai, terdapat banyak batu karang berwarna hijau karena dipenuhi lumut yang bisa kamu jadikan spot berfoto. Suasana yang begitu tenang akan membuat kamu lebih leluasa menghabiskan waktu di sini. Bagi yang tak suka dengan keramaian, Pantai Parang Kursi cocok untuk kamu kunjungi!

Agar perencanaan liburan ke pantai di Banyuwangi semakin matang, kamu harus persiapkan segala hal mulai dari sekarang. Misalnya, memesan akomodasi berupa tiket pesawat atau tiket kereta api dan hotel. Mengingat Banyuwangi semakin banyak dikenal wisatawan, ada baiknya kamu memesannya dari jauh hari di situs web atau aplikasi Traveloka agar mendapatkan harga murah.

Selesai urusan akomodasi, kini siapkan pakaian yang nyaman, kacamata hitam, sunblock, dan segera kunjungi pantai-pantai di Banyuwangi. Jadikan liburan kali ini sebagai momen untuk menenangkan diri dan menyegarkan pikiran dari kesibukan sehari-hari. Dengan cara ini, dijamin kamu akan semangat kembali menjalani aktivitas setelah berlibur!

3 Shares
Share3
Pin
Share
Tweet
+1