Menjadi Saksi Keindahan Alam dan Legenda di The Great Blue Mountain, Australia

srimurni
By srimurni 13 September 2017

Bepergian atau tinggal beberapa tahun di luar negeri seperti Australia, tentu membuat saya tak melewatkan kesempatan jelajah berbagai tempat wisata populer yang ada. Saat pergi ke Sydney, saya menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat wisata alam paling menakjubkan, yakni The Great Blue Mountains yang berlokasi di Katoomba, New South Welles (NSW).  Katoomba merupakan satu daerah di tanah suku Aborigin, penduduk asli Australia.

The Great Blue Mountains sangat terkenal karena pesona alamnya yang hijau. Area hutan tropis seluas 140 kilometer yang terdiri dari batu-batu terjal, lembah, air terjun, dan sungai menciptakan panorama indah. Tempat ini juga terkenal dengan legenda The Three Sisters yang berkaitan erat dengan suku Aborigin. Alam yang menakjubkan dan sejarah yang dimiliki, menjadikan tempat ini sebagai “Area Warisan Dunia” dengan sebutan Greater Blue Mountains.

Saya sangat suka dengan alam yang disuguhkan, sehingga sudah dua kali mengunjunginya. Sekali bersama seorang teman dan yang kedua kalinya bersama suami. Untuk sampai ke sini, kamu bisa menumpang kereta api reguler maupun kereta api cepat dari Sydney. Saya dan suami memilih naik kereta api reguler karena lebih murah dan kami tidak terburu-buru waktu. Kami ingin bersantai menikmati perjalanan dengan kereta api berdua.

Ada banyak jadwal keberangkatan kereta api dari Central Station ke Blue Mountains, mulai dari yang paling pagi pukul 06:30, hingga yang paling malam pukul 22:00. Penumpang umum akan dikenakan biaya sekitar 14 AUD sekali jalan, sedangkan mahasiswa akan mendapatkan diskon 50 persen. Untuk mendapatkan diskon, para pelajar tersebut harus memiliki kartu mahasiswa internasional, bukan kartu yang hanya dikeluarkan universitas.

Central Station Sidney

Central Station Sidney

Kereta api reguler ini berjalan agak santai dan berhenti di banyak stasiun. Oleh karena itu, lama perjalanan yang ditempuh sekitar 2 jam. Bagi yang ke sini memang dalam rangka liburan, saya rekomendasi untuk naik kereta api reguler karena bisa bersantai sambil menikmati pemandangan di sepanjang jalan, seperti alam yang hijau dan pemukiman penduduk yang khas.

Menikmati Kota Katoomba

Begitu kereta api memasuki kawasan Katoomba, panorama indah The Great Blue Mountains sudah tampak dari kejauhan. Setibanya di stasiun, kami dihadapkan dengan sebuah kota kecil khas daerah wisata. Isi kota ini adalah pertokoan, swalayan, tempat makan, kafe, bar, penginapan, rumah penduduk, sekolah, rumah ibadah, rumah sakit, dan beberapa industri berskala menengah.

Pemandangan di Stasiun Katoomba

Hari sudah sore saat kami tiba di Katoomba. Kami memutuskan untuk langsung check in di Katoomba Mountain Lodge yang terletak di 31 Lurline St Kami berjalan kaki ke penginapan karena jaraknya tak begitu jauh dari stasiun, hanya sekitar 8 menit. Jangan khawatir berjalan kaki di sini karena kawasan wisata Katoomba memiliki fasilitas pedestrian yang nyaman.

Katoomba Mountain Lodge

Katoomba Mountain Lodge

Setelah check in dan menitipkan barang bawaan, kami memutuskan untuk melihat keindahan kawasan ini. Saat itu sedang musim gugur, sehingga cuaca lumayan dingin.Meski begitu, badan kami tetap hangat karena berjalan kaki dan mengenakan pakaian tebal. Ada banyak atraksi wisata yang ditawarkan, mulai dari yang gratis hingga berbayar. Jika tujuannya wisata berjalan kaki, pastinya semua gratis seperti yang saya dan suami lakukan.

Hari pertama kami habiskan untuk jalan-jalan melihat suasana kota, perumahan warga, dan panorama The Three Sisters dari atas. Semua rumah penduduk di sini tertata rapi. Hampir setiap rumah berukuran besar dengan taman indah di depan atau di sampingnya. Rumah penduduk yang cantik ini pun bisa dijadikan sebagai spot berfoto. Puas berkeliling, kami makan malam di salah satu restoran vegetarian di tengah kota, kemudian kembali ke penginapan.

Kota Katoomba

Suasana Kota Katoomba

Mengunjungi dasar lembah The Great Blue Mountains

Keesokan paginya, kami langsung keluar dari penginapan untuk trekking ke dasar lembah The Great Mountains, kemudian naik ke tebing terjal melintasi The Three Sisters. Dari penginapan, kami mulai berjalan kaki sekitar pukul 08:00. Sesuai dengan peta yang kami pegang, trekking bisa memakan waktu sekitar 3 jam dengan jarak tempuh 2,4 kilometer. Trekking yang kami lakukan biasa disebut Scenic Walkway.

Lembah Blue Mountain

Dasar Lembah Blue Mountain

Jalur trekking ke sana sangat menantang. Kami harus melewati jalan berkelok, pendakian, dan penurunan yang cukup melelahkan. Meski begitu, jalur trekking di dasar lembah ini tak ada yang terjal, sehingga aman untuk dilalui. Sepanjang jalan terasa sepi karena saya kami tak bertemu orang lain. Saya sarankan kamu untuk mengajak dua orang atau lebih jika ingin trekking di dasar lembah ini. Jangan lupa juga membawa air minum yang cukup, ya.

Yang sangat memukau selama menjelajahi lembah ini adalah keasrian hutan hujan tropis kuno yang masih rimbun. Hawa dingin sangat terasa, apalagi saat musim gugur. Jika masih punya banyak waktu, kamu bisa belajar mengenal flora yang jarang ditemukan di tempat lain. Banyak spot yang dilengkapi keterangan nama, usia, dan kegunaan dari pohon tersebut.

Menaiki tangga The Three Sisters

Tangga menuju The Three Sisters

Tangga menuju The Three Sisters

Jika jalur trekking di dasar lembah landai, berbeda dengan yang kami lalui sesampainya di dasar tebing jurang, di mana The Three Sisters menjulang tinggi ke atas. Hanya ada dua pilihan untuk kembali ke atas, mendaki tebing The  Three Sisters yang terjal atau kembali berjalan kaki ke rute awal saat pertama trekking Scenic Walkway.

Kami mencoba untuk melewati tebing The Three Sisters yang berdiri tegak. Untuk naik ke sana, memang sudah disediakan jalur yang aman berupa tangga-tangga yang sudah dibatasi dengan besi pengaman di sisi kanan dan kiri. Dari keterangan yang saya baca, ada 800 anak tangga ke atas yang harus dilalui, dikenal dengan The Giant Stairway. 

Agar perjalanan tak terasa begitu melelahkan, kami beristirahat dan berfoto di setiap puncak tebing The Three Sisters. Bentangan alam dengan panorama yang menakjubkan memang sangat memuaskan mata. Saya pastikan bahwa setiap orang yang mendaki tebing ini akan merasa puas dengan pemandangan yang didapat.

Mengenal legenda The Three Sisters

Di balik jalur ekstrem dan pemandangan indah The Three Sisters, ada sebuah legenda kuno tentang keberadaan tiga tebing batu yang terletak berdampingan. Ketiga tebing itu berdiri di atas tanah negeri tradisional suku Aborigin Darug, Gundungurra, Wiradjuri, dan Dharwal.

Panorama The Three Sisters

Panorama The Three Sisters

Konon menurut legenda, ada tiga wanita cantik bersaudara dari suku Aborigin. Mereka bernama Meehni, Wimlah, dan Gunnedoo. Ketiga gadis itu jatuh cinta dengan tiga lelaki yang juga bersaudara dari suku lain. Namun, cinta mereka dilarang menurut hukum adat masyarakat Aborigin. Mereka pun tidak diperbolehkan menikah. Akhirnya, ketiga pria bersaudara itu berusaha menculik pujaan hati mereka.

Tindakan ketiga pria itu menimbulkan kemarahan dan peperangan antara dua suku. Untuk melindungi ketiga gadis tersebut, kepala suku setempat mengubah mereka menjadi batu. Kepala suku berjanji bahwa ia akan mengembalikan wujud asli mereka setelah peperangan usai. Sayangnya, ia terbunuh saat peperangan berlangsung dan ketiga wanita itu tetap menjadi batu karena tak ada yang bisa mematahkan mantra dan mengubah wujud mereka ke semula.

Keberadaan The Three Sisters sampai saat ini dijadikan sebagai menara pengingat legenda pertempuran sengit suku Aborigin. Warna dari ketiga batu ini kerap berubah sesuai dengan posisi matahari dan musim yang sedang berlangsung. Ada kalanya, The Three Sisters tampak begitu hijau di bawah langit biru, namun terkadang warnanya berubah menjadi kuning dan oranye.

Di sepanjang jalan kawasan wisata The Great Blue Mountains, ada banyak spot berfoto yang unik dengan latar belakang yang indah. Jadi, kamu tak boleh lupa membawa kamera saat berada di sini, ya.

Mencoba Scenic Railway dan Skyway

Scenic railway

Scenic railway

Fasilitas wisata yang ada di The Great Blue Mountains bukan hanya untuk para pencinta alam yang berjalan kaki. Bagi yang tak ingin berjalan kaki, kamu bisa memanfaatkan fasilitas kereta api ke dasar lembah dan naik kembali dengan menumpang Scenic Railway. Saat menaikinya, kamu bisa melihat panorama alam yang indah sambil melewati lintasan menukik dan meluncur di antara puncak-puncak tebing yang ada di sini. Untuk menikmatinya, tentu tak gratis.

Selain Scenic Railway, kamu bisa mencoba pengalaman menaiki Scenic Cableway. Saat kereta gantung raksasa ini bergerak, kamu bisa dengan santai menikmati pemandangan alam yang cantik dari ketinggian.

Scenic Cableway

Scenic Cableway

Selepas melakukan berbagai aktivitas seru, sekaligus menjadi saksi keindahan alam dan legenda di tanah Aborigin, saya dan suami kembali ke Sydney untuk melanjutkan rencana menikmati wisata populer lainnya di Australia. Jadi, apakah kamu berencana mengunjungi Katoomba dalam waktu dekat?

 

 

 

 

Tulis komentarmu di sini: