Waspadai Dampak Negatif Dari Praktik Gesek Tunai

Waspadai Dampak Negatif Dari Praktik Gesek Tunai

Pernah melihat iklan seperti di atas? Hati-hati! Iklan tersebut adalah penawaran jasa gestun. Gestun atau gesek tunai adalah tindakan pencairan dana ilegal yang dilakukan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Jasa ini biasanya diiklankan melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, atau aplikasi chat seperti WhatsApp.

Meskipun terlihat menggiurkan, gestun memiliki banyak dampak negatif, seperti:

Ilegal

Gesek tunai adalah tindakan ilegal. Menurut Peraturan Bank Indonesia No.11/11/PBI/2009 pasal 8 ayat 2, gesek tunai termasuk dalam pengertian “tindakan yang merugikan”. Dengan terlibat dalam praktik gestun, kamu tak hanya akan dirugikan, tapi kamu juga melanggar hukum. Ingat, Traveloka PayLater adalah fasilitas pembayaran yang disediakan Traveloka untuk pembelian produk Traveloka, dan limit PayLater tidak dapat dicairkan.

Merugikan

Umumnya, para agen gestun akan menarik korban dengan janji uang cair cepat, bahkan dalam hitungan menit. Janji menggiurkan ini bisa membuat para korban gelap mata dan langsung menerima tawaran. Tapi, pada akhirnya korban harus membayar tagihan dengan jumlah jauh lebih banyak dari uang yang diterima. Mengapa demikian?

Sebagai contoh, kamu memiliki Traveloka PayLater dengan limit Rp2.000.000. Agen gesek tunai akan menawarkan pencairan cepat dengan jumlah yang tentunya lebih sedikit dari limit, misalnya sejumlah Rp800.000. Jika uang sudah dicairkan, pelaku akan menguras limit akun Traveloka PayLater-mu dengan melakukan berbagai transaksi. Pada akhirnya, tagihan Traveloka PayLater-mu di bulan berikutnya akan melonjak sampai jumlah limit, yaitu Rp2.000.000. Artinya, kamu harus membayar ‘bunga’ sebesar Rp1.200.000, bahkan lebih besar dari uang yang kamu dapatkan.

Berisiko

Selain merugikan secara materi, gesek tunai juga berisiko terhadap keamanan akunmu. Umumnya, pelaku akan meminta akses ke akun korban dengan meminta email dan password Traveloka korban. Dengan akses ini, para agen gestun dapat mengambil data pribadimu, sampai meretas kartu debit/kreditmu yang terdaftar di Traveloka. Data pribadi dan informasi kartumu dapat disalahgunakan oleh agen tersebut.

Gesek tunai juga punya risiko berkepanjangan, loh. Traveloka PayLater berpartner dengan Caturnusa Sejahtera Finance (CSF) yang terdaftar dan diawasi oleh OJK, dan semua riwayat kreditmu akan dilaporkan ke OJK secara berkala. Apabila dalam riwayatmu terdapat laporan praktik gesek tunai, skormu di BI Checking atau SLIK akan berkurang. Hal ini bisa membuatmu jadi sulit meminjam di tempat lain, karena skor ini adalah reputasimu di para perusahaan penyedia pinjaman.

Oleh karena itu, selalu hati-hati dan waspada terhadap tawaran menggiurkan dari para oknum tak bertanggung jawab yang menjanjikan uang cepat dan membawa nama Traveloka. Jangan berikan email dan password akun Travelokamu pada siapa pun. Jika kamu mendapati praktik gestun atau mendapat tawaran gestun Traveloka PayLater, segera laporkan kepada customer service Traveloka.

49 Shares
Share49
Pin
Share
Tweet
+1