Hati-Hati Modus Penipuan Baru yang Mengatasnamakan Traveloka!

Hati-Hati Modus Penipuan Baru yang Mengatasnamakan Traveloka!

Akhir-akhir ini, mulai bermunculan modus penipuan baru yang membawa nama Traveloka. Para penipu ini mencoba mengincar data pribadi pengguna Traveloka dan memanfaatkan reputasi Traveloka untuk membuat korban percaya padanya. Hal ini tentunya berpotensi merugikan pengguna Traveloka dan merusak nama baik Traveloka.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai modus-modus penipuan yang terjadi belakangan ini, kami pun ‘mengutus tim khusus’ untuk menyelidiki kasus ini. Mereka adalah detektif Sherloka dan asistennya, Watwatson. Berdasarkan hasil penyelidikan mereka, saat ini ada tiga jenis modus yang sedang marak terjadi, yaitu:

1. Modus Pengumuman Pemenang Hadiah

A: “Halo?”

B: “Halo, selamat! Anda mendapatkan hadiah senilai 10 juta rupiah dari Traveloka!

Untuk konfirmasi, silakan sebutkan nomor yang dikirimkan via SMS, ya.”

Pernahkah kamu mendapat telepon serupa? Biasanya, sang penipu akan menelepon korban dengan mengatasnamakan Traveloka dan memberitahu bahwa korban berhasil memenangkan hadiah dengan jumlah yang cukup besar. Untuk konfirmasi pemenang, korban diminta untuk membacakan kode yang dikirimkan Traveloka via SMS.

Sebelum menelepon, penipu terlebih dahulu mencoba log in ke Traveloka menggunakan nomor HP korban dan klik bagian “Forgot password”. Secara otomatis, kode OTP akan dikirimkan oleh Traveloka ke nomor HP tersebut untuk me-reset password akun. OTP (One-Time Password) adalah kode rahasia yang dikirimkan sistem untuk mengamankan akun. Kode inilah yang diincar sang penipu untuk untuk bisa masuk ke akun kamu dan meretas data kamu, termasuk kartu debit dan kredit kamu.

Untuk menghindari penipuan dengan modus ini, ingatlah untuk membaca baik-baik SMS yang masuk, tidak memberikan kode OTP pada siapa pun, dan lakukan konfirmasi terlebih dahulu ke CS Traveloka perihal pengumuman hadiah yang kamu dapatkan. Pihak Traveloka tidak pernah meminta kamu memberikan kode OTP.

2. Modus Travel Agent Bodong

“PROMO FANTASTIS! TIKET PESAWAT PP JAKARTA-BALI CUMA 500 RIBU SAJA!”

Selain menelepon korban, penipu juga bisa saja melancarkan aksinya dengan berpura-pura menjadi travel agent dan menawarkan tiket murah dengan harga miring. Tak tanggung-tanggung, mereka mengatakan bahwa tiket ini resmi dari Traveloka. Kegiatan transfer dilakukan ke rekening Traveloka, tapi apakah transaksi ini terjamin? Belum tentu.

“Tapi, transfernya kan ke rekening Traveloka, kok bisa penipuan? Apa ini orang dalam?”

Kami banyak mendapat pertanyaan serupa. Setelah penyelidikan dilakukan, kami pun mengetahui cara penipu beraksi dengan membawa nama Traveloka dan menggunakan rekening resmi Traveloka.

Sang penipu memang melakukan pembelian produk dari Traveloka, tapi bukan tiket pesawat yang ditawarkan ke korban. Misalnya, tiket pesawat yang ditawarkan dihargai Rp500.000. Penipu akan melakukan pembelian pulsa untuk dirinya sendiri seharga Rp500.000 melalui Traveloka, dan meminta korban mentransfer ke PT Trinusa Travelindo dengan iming-iming membayar tiket pesawat.

Agar terhindar dari modus penipuan ini, utamakan memesan tiket langsung melalui aplikasi atau situs web Traveloka, dan periksa ulang transaksi sebelum melakukan pembayaran.

3. Modus Berkedok Pegawai Minimarket

Modus ini cukup marak terjadi beberapa waktu terakhir, namun belum banyak orang yang menyadarinya. Kali ini sang penipu memanfaatkan rasa panik korban, yaitu dengan menyamar menjadi pegawai minimarket yang berpura-pura salah mengirim nomor voucher game ke HP korban. Nomor tersebut tidak lain tidak bukan adalah kode OTP.

“Pak/Bu, saya X dari Modumart. Barusan saya salah mengirimkan kode voucher game Traveloka ke HP Bapak/Ibu, tolong kirimkan kodenya ya, saya ditunggu pelanggan.”

“Cepat Pak/Bu, kodenya hanya valid 3 menit!”
“Tolong Pak/Bu, saya bisa dipecat kalau begini…”

Kurang lebih begitu jenis pesan singkat yang bisa diterima korban. Penipu akan berusaha menekan korban, sehingga membuatnya panik dan tidak berpikir panjang. Ia akan memohon kepada korban, membuat korban merasa iba, bahkan sampai mengancam korban.

Jika kamu menghadapi kejadian serupa, jangan panik saat penelepon mencoba menekan kamu, dan perhatikan terlebih dahulu SMS yang masuk. Ingat, kode OTP tidak boleh diberikan pada siapa pun.

Kami terus melakukan penyelidikan terhadap modus penipuan yang ada, dan kami mengajak kamu untuk ikut waspada dan mencegah terjadinya penipuan lain di kemudian hari. Kamu juga bisa membantu mencegah korban bertambah dengan membagikan artikel ini ke orang-orang terdekat kamu.

Untuk melihat jalannya proses penyelidikan oleh Sherloka dan Watwatson serta bagaimana sang penipu melancarkan aksinya, kamu bisa menonton video di bawah ini:

Sherloka & Watwatson Episode 1: Mengungkap Misteri Penelepon Gelap

Sherloka & Watwatson Episode 2: Mengungkap Modus Travel Agent Bodong

Penyelidikan tidak berhenti sampai di sini, tunggu episode selanjutnya!

56 Shares
Share56
Pin
Share
Tweet
+1