9 Oleh-oleh Khas Aceh yang Punya Cita Rasa Unik

9 Oleh-oleh Khas Aceh yang Punya Cita Rasa Unik

Dikenal sebagai Kota Serambi Makkah, Aceh memiliki ragam pesona yang menjadi daya tarik banyak wisatawan. Jika berencana liburan ke Aceh, tak ada salahnya untuk menyiapkan daftar perjalanan terlebih dahulu. Selain tempat wisata dan tempat kuliner, lokasi oleh-oleh juga tak kalah penting untuk kamu rencanakan. Dengan begitu, perjalanan di Aceh akan terasa semakin lengkap.

Untuk membantu kamu memilih cendera mata, Traveloka memiliki daftar rekomendasi  oleh-oleh khas Aceh yang bisa kamu beli. Yuk, simak artikel selengkapnya!

Kopi Aceh

(Sumber: @wahyufish)

Perjalanan ke Aceh akan kurang lengkap tanpa mencicipi nikmatnya secangkir kopi. Popularitas kopi Aceh memang dikenal oleh banyak wisatawan lokal maupun mancanegara. Tak jarang, mereka memborongnya sebagai oleh-oleh. Lokasi terbaik untuk membeli kopi Aceh adalah Kopi Ulee Kareng di Jalan Lamreung No 2, Banda Aceh. Sepanjang Jalan Lamreung memang dikenal sebagai pusat sentra oleh-oleh kopi Aceh, jadi kamu bisa lebih mudah menemukannya.

Kelebihan kopi Aceh sendiri ada pada aroma serta cita rasa nikmat yang berbeda dari kopi-kopi daerah lain di Indonesia. Selain Kopi Ulee Kareng, ada pula kopi robusta, kopi Aceh Gayo, serta kopi tarik khas Aceh yang tak kalah nikmat untuk kamu coba. Penasaran dengan cita rasa khasnya?

Ayam tangkap

(Sumber: @sundaryy)

Jika menginginkan oleh-oleh berupa makanan khas, ayam tangkap khas Aceh bisa kamu jadikan pilihan. Kuliner ini berupa sajian ayam kampung yang digoreng dengan rempah-rempah dan disiram oleh kuah kari. Sensasi ayam goreng renyah dan kuah gurih yang tersaji dijamin akan membuat kamu ketagihan.

Tak perlu khawatir sulit membawanya, karena ayam tangkap yang dijadikan oleh-oleh akan dikemas rapi dalam plastik. Dengan begitu, cita rasa ayam akan juga tetap terjaga dan tidak mudah basi. Satu porsi ayam tangkap bisa kamu dapatkan dengan harga sekitar Rp60.000. Salah satu hidangan ayam tangkap yang populer adalah Rumah Makan Aceh Rayeuk di Jalan Teungku Imum Leung Bata No 33, Banda Aceh.

Kue timphan

(Sumber: @bluemarine73)

Kue tradisional memang tak kalah menarik untuk dicoba saat mengunjungi suatu daerah. Salah satu yang paling khas di Aceh adalah kue timphan. Biasanya, makanan ini disajikan saat hari raya Idul Fitri. Namun, siapa sangka jika kue legendaris ini bisa kamu jadikan oleh-oleh?

Umumnya, kue timphan berbahan dasar ketan dan pisang raja. Kemudian, kue akan diberi berbagai varian isi seperti parutan kelapa atau sarikaya. Teksturnya yang lembut dengan aroma khas pisang menjadi keunikan sendiri bagi kue timphan. Untuk mendapatkannya, kamu bisa mengunjungi berbagai toko oleh-oleh yang tersedia.

Kue keukarah

(Sumber: @teukurenaldi)

Keukarah adalah camilan yang biasa disajikan bersama dengan kopi Aceh. Oleh-oleh khas Aceh ini memiliki rasa manis dan tekstur renyah yang berasal dari tepung beras dan gula. Bentuk keukarah pun sangat unik, yakni serupa jaring yang melingkar dengan warna kecokelatan.

Meski berbahan dasar sama, kue yang juga dikenal dengan nama eumpueng miriek ini memiliki bentuk yang berbeda-beda di berbagai daerah. Di wilayah pantai timur Aceh Utara, kue ini berbentuk seperti bulan sabit dengan panjang 10 – 15 cm, sedangkan di Aceh Barat umumnya berbentuk segitiga dengan ukuran yang dibuat sesuai keperluan dan selera. Untuk mencicipinya, kamu cukup merogoh kocek Rp13.000  – Rp15.000 saja!

Bakpia Aceh

(Sumber: @bakpiaceh)

Tak hanya di Jogja, Aceh juga memiliki bakpia yang tak kalah lezat untuk kamu coba. Selain dijadikan oleh-oleh, kamu bisa melihat langsung proses pembuatan bakpia di tempat produksinya.  Umumnya, bakpia bisa kamu temukan di kawasan Sabang.

Dengan mengeluarkan uang sekitar Rp25.000, kamu bisa mendapatkan satu kotak bakpia berisi 25 buah. Bagi yang tidak sempat pergi ke Sabang, kamu bisa menemukan makanan ini di toko-toko kelontong di sekitar Masjid Raya Baiturrahman.

Kue adee

(Sumber: @noviliahafsah)

Kue adee menjadi salah satu jajanan tradisional khas Aceh yang masih populer sampai saat ini. Ada dua jenis kue adee yang ditawarkan, yaitu yang terbuat dari tepung terigu dan singkong. Jika bingung memilihnya, kamu bisa membeli Kue Adee Kak Nah dan Kue Adee Meureudu.

Kamu tertarik membeli kue adee ini untuk dijadikan oleh-oleh sepulang dari Aceh nanti? Kunjungi saja sentra oleh-oleh khas Aceh di Jalan Banda Aceh – Lhoknga, Desa Lampisang, Lhoknga. Selain itu, kamu bisa menemukan penjual kue adee di daerah Lambaro, Aceh Besar. Untuk mencoba kue adee, kamu perlu mengeluarkan uang Rp20.000 – Rp30.000, tergantung pada ukuran yang dipilih.

Dendeng Aceh

(Sumber: @ayudendenk)

Berbeda dari kebanyakan dendeng yang terbuat dari daging sapi, dendeng Aceh justru menggunakan daging rusa sebagai bahan dasarnya. Ada beberapa pilihan rasa dendeng yang bisa kamu coba, mulai dari manis, asin, hingga rasa kari yang cocok disajikan bersama dengan nasi putih hangat.

Meski diolah tanpa bahan pengawet, oleh-oleh khas Aceh yang satu ini bisa bertahan sampai tiga bulan. Jadi, kamu tak perlu khawatir jika membawanya dalam perjalanan panjang. Untuk membelinya, kamu perlu menyiapkan uang sekitar Rp300.000 per kilogram.

Kue Bhoi

(Sumber: @royaltravel.asia)

Kue bhoi merupakan jenis bolu khas Aceh yang dicetak dalam berbagai bentuk. Namun, kebanyakan pengrajin kue bhoi mencetak bolu dalam bentuk bunga dan ikan. Seperti kebanyakan bolu lainnya, kue bhoi juga memiliki tekstur yang lembut. Menariknya, kue manis ini mampu bertahan hingga satu bulan, sehingga cocok untuk dijadikan oleh-oleh dari Aceh.

Jika tertarik mencobanya, kamu bisa mengunjungi pasar-pasar tradisional di Aceh seperti Pasar Aceh, Pasar Seutui, hingga berbagai gerai oleh-oleh yang ada. Selain itu, kue ini juga cukup mudah untuk dibuat sendiri. Jadi, kamu bisa mengolahnya sendiri saat rindu akan cita rasanya. Penasaran dengan keunikan rasanya?

Kembang Loyang

(Sumber: @nita_eriani)

Camilan ringan dengan tekstur renyah yang satu ini juga tak kalah wajib untuk kamu cicipi saat berkunjung ke Daerah Istimewa Aceh. Penamaan kembang loyang sendiri diambil dari bentuk kue yang menyerupai bunga, yakni bulat dengan ruji-ruji disekelilingnya. Bentuk ini didapatkan dari cetakan kue yang dipakai saat proses penggorengan kue kembang loyang.

Biasanya, kue tradisional menjadi suguhan wajib saat hari raya Idul Fitri, namun kamu bisa menjadikannya sebagai oleh-oleh khas Aceh. Cita rasa unik yang dihasilkan kembang loyang sendiri berasal dari  bahan dasar tepung beras dan wijen. Camilan yang cukup menggugah, bukan?

***

Beberapa rekomendasi oleh-oleh khas Aceh di atas tentu bisa menjadi alternatif terbaik saat kamu bingung mencari buah tangan. Pastikan saja kamu membawa bujet yang cukup agar bisa membeli oleh-oleh untuk keluarga di rumah atau kerabat terdekat. Selamat berlibur di Aceh!

Baca juga  13 Oleh-oleh Khas Aceh yang Paling Dicari Wisatawan
4 Shares
Share4
Pin
Share
Tweet
+1